Ikutan kasih ide ya...
mari kita coba lihat dulu duit itu dari mana dan apa tujuannya dikumpulkan...
Kalau tidak salah adalah suatu kewajiban perusahaan minyak untuk menyisihkan 
sebagian penghasilan untuk keperluan pendidikan, kalau tidak salah sekitar 3 % 
dari (net income atau revenue ya?).  selain itu kalau yang belum produksi pun 
harus setor sekitar USD 3000 setahun.
 
Nah duit ini lah yang di kelola Komite 1,2, dan 3 dari BKKA (kemudian menjadi 
BPPKA dst).
 
awalnya ada sekitar 70 an mahasiswa/i semester 5 (atau sekitar itulah) yang di 
"rekrut" untuk mendapatkan beasiswa sekolah Geology, geophysics, Petroleum 
engineering, accounting, civil engineering dan mechanical engineering di Amrik 
(thn 1983).
terus dilanjutkan sampai batch ketiga.
 
setelah mereka kembali, mulai bekerja di PSC-PSC dan Pertamina, pada waktu itu 
banyak sekali pro dan kontra "projek" ini.  dan salah satu issue/topik nya 
adalah program ini gagal karena tidak bisa menyiapkan tenaga siap pakai di 
industri.  mulailah di blame cara pe-rekruit-an nya sampai kenapa program BSc 
bukan MSc.
Lalu muncullah program MSc untuk merekrut fresh graduate langsung (maksudnya 
tanpa pengalaman kerja pun boleh) disekolahkan oleh komite 1,  ada beberapa 
batch juga.
mereka juga sekarang banyak yang bekerja di perusahaan2 minyak di Indonesia.
(ini awal 90 an)
dan sejak akhir 90 an mulai program yang langsung dikelola oleh perusahaan 
masing2 dengan mengambil dana yang 3 % itu.
 
saya tidak mau komentar banyak ttg keberhasilan atau kegagalan program ini, 
karena saya akan bias.
 
Tetapi saya mau menggaris bawahin bahwa tujuan utama pengumpulan/pemakaian dana 
tsb adalah untuk menyediakan tenaga siapa pakai di industri (nb: dulu 
disebutkan tenaga pengganti ekspat, sehingga banyak conflict of interest).
 
Nah sekarang apa yang IAGI, HAGI dan IATMI dapat bantu untuk hal ini?  program 
pengiriman mahasiswa untuk belajar di LN dan pemberian beasiswa DN hanya bisa 
mencakup beberapa orang saja.  Masih banyak yang belum terjangkau....
 
gimana kalau kita bikin suatu wadah "learning center" (+ tempat latihan)yang 
benar2 non-profit, syaratnya adalah bisa digunakan oleh peminat2 yang tidak 
dapat fasilitas yang ada.  jadi yang sudah bekerja diperusahaan minyak tidak 
akan dapat priviledge, kecuali volunteer untuk membantu (silahkan bicarakan 
teknis nya nanti).  Dana nya yah kita pikirkan bersama bagaimana cara 
mendapatkannya. yang 3 % itu mungkin salah satu sasaran asal kita punya 
tangible goal yang berarti untuk mereka.
 
Tujuan learning center dan training center ini bukan hanya sekedar untuk 
pemahaman pemakaian software tetapi mempelajari applikasi ilmu yang sudah 
didapatkan di sekolah.
paling tidak the big picture of oil industry sudah tahu dan masing2 akan 
spesialisasi dalam satu job description untuk memberikan hasil nyata.
 
software bisa lobbying ke software provider, keuntungan untuk mereka adalah 
banyaknya orang yang akan tahu ttg software mereka (please.....jangan curiga 
dulu, karena pemakaian software ini tidak akan komersial, dan pengurusnya harus 
committed untuk ini).
hardware... kalau kita pakai PC based tidak akan mahal (maksudnya relative 
murah).
 
Brainware... wah ini mah tidak usaha ditanyakan.... bukan hanya banyak sekali 
tetapi banyak sekali yang bersedia.  tetapi harus ada yang mau committed untuk 
jadi pengurus.
kalau coordiantor sih saya rasa juga banyak yang punya idealisme tinggi yang 
bisa membantu misalnya Pak Marwadi (eks Pertamina, dan eks JOB Costa), Abah, 
Pak Ong, Pak Kusuma, Pak Eko Widianto dan masih banyak lagi.......
 
sebenar nya ide ini bukan hanya saya yang punya,  sudah sering banget saya 
dengar...
sebenarnya akhir tahun 80 an kami sudah mulai menjajaki, lalu macet karena 
motivasi kurang tinggi dan pengalaman belum punya, lagi pula waktu itu program 
IWPL Migas kelihatan sangat bagus (eh sorry saya tidak tahu hubungannya yang 3% 
itu dgn IWPL migas, mungkin Abah tahu).
 
Lalu akhir 90 an mulai lagi, tetapi kandas lagi karena satu dan lain hal.
 
Lalu bebrapa tahun lalu saya ikutan suatu lembaga yang salah satu tujuan utama 
nya membuat learning center tsb.
tapi....... "are we there yet ???????"
 
sekian dulu,
 
 
salam,
 
fbs,
salah satu penerima beasiswa konsorsium batch 1, BSc
 
 



 

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina 
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke