Mang Okim yth dan rekan lainnya.

Saya gak sabar ingin mengetahui hasil test MD orang tua P Ramdan ini, apakah berakhie happy-end ataukah kisah menyedihkan? Kok ceritanya hampir mirip punya adik ipar saya? Dia juga punya sepasang MD, saya sudah liat memang batunya star ruby tetapi ukurannya kecil sekali, kurang dari satu karat. Yang satu dipakai dia yang satunya (lebih kecil lagi) dipakai istrinya. Memperolehnya ketika "orang pintar" dari kraton Solo "membersihkan" rumah tua yang dibelinya dan sekarang sudah direnovasi, jadi bukan dari membeli. Selain sepasang MD, juga ditemukan beberapa bilah keris di rumah tua itu. Test warna dilakukan pada malam jam 12 tapi saya tidak menghadiri. Tapi harap maklum aja, "MD" adik saya tidak dijual berapapun penawarannya, meskipun saya tidak percaya itu MD, maklum dia bukan orang miskin, dia exportir mebel dan kerajianan rotan dengan omzet 20 an peti kemas per bulan sebagai gambaran kalo ada yang mau "memaksa" untuk membelinya.
Salam,
Yatno


----- Original Message ----- From: "miko" <[EMAIL PROTECTED]>
To: "Mr. Ramdan Rc. SE." <[EMAIL PROTECTED]>
Cc: "IAGI" <[email protected]>
Sent: Monday, January 30, 2006 4:55 PM
Subject: [iagi-net-l] MIRAH DELIMA : JAWABAN dari Mr.RAMDAN


Yth Pak Ramdan,

Sebelumnya, mang Okim menyampaikan Selamat Tahun Baru 1427 H. Semoga di tahun baru ini kita semua mendapatkan limpahan rochmat dan barokah dari Alloh SWT melebihi tahun2 yang lalu, Amiin. Terima kasih atas penjelasan Bapak. Mengenai calon buyer, mereka bukan asli Bugis , tetapi asli Sunda. Dan niat mereka membeli adalah untuk ngoleksi batumulia langka, bukan untuk jimat . Hanya perlu mang Okim jelaskan bahwa selama ini , beberapa "transaksi" gagal karena MD nya ternyata tidak asli dalam artian ilmiah. Prosedur yang diterapkan adalah : 1. Mirah delima tersebut mang Okim periksa secara gemologi ( langsung di tempat , perlu 5-10 menit ). 2. Setelah mang Okim periksa, testing non-ilmiah harus dilaksanakan ( uji keampuhan MD tsb ). 3. Negosiasi dilanjutkan beberapa hari kemudian, setelah point 1 dan 2 dievaluasi di Bandung .

Demikianlah dari mang Okim, mohon disampaikan salam untuk orang tua dan keluarga di rumah. Salam batumulia, mang Okim

----- Original Message ----- From: "Mr. Ramdan Rc. SE." <[EMAIL PROTECTED]>
To: "miko" <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Monday, January 30, 2006 10:00 PM
Subject: MD


---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina 
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke