Wah Pak Slamet masih ingat persis...1988. 
   
  Saat itu, saya menyewa sampan panjang bermotor (long boat) dari nelayan tak 
jauh dari TPI (tempat pelelangan ikan) Pelabuhanratu. Satu-satunya jalan ke 
Ciletuh yang dijamin tak putus di tengah jalan adalah via laut dari 
Pelabuhanratu. Ada jalan darat kelas III dari Kiaradua via Ciemas, tetapi tak 
dijamin kalau tak putus sebelum masuk Ciletuh.
   
  Maka, saat hari Matahari hampir tenggelam, saya naik sampan bermotor itu. 
Lama menunggu, satu demi satu nelayan naik ke sampan, dan akhirnya lebih dari 
20 (!), jelas melebihi kapasitas. Mau turun lagi demi keamanan, katanya itu 
satu-satunya sampan yang ke Kampung Cikadal di ujung utara Ciletuh, besok pun 
masih sampan itu, juga dengan lebih dari 20 nelayan lagi. Ya sudah...
   
  Rupanya, satu demi satu nelayan diturunkan di tengah laut, persis seperti 
naik angkot, tetapi mereka lalu naik ke bagan-bagannya berbekal nasi, lauk 
pauk, dan yang penting petromaks. Bagan adalah bangunan dari bambu dibangun di 
atas laut untuk menangkap ikan. Semalaman mereka akan di situ, menahan dingin 
malam dan terpaan angin. Besok paginya mereka akan dijemput lagi dengan 
tangkapannya (tentu saja makin over-capacity).
   
  Akhirnya, setelah semua nelayan diturunkan di tengah laut, tinggalah saya dan 
si empunya perahu, juga adik saya yang ikut saya sejak dari Bandung. Nah, 
perjalanan dari Pelabuhanratu sekitar 2 jam, masuk ke muara Cikadal di ujung 
Ciletuh, ombak sudah dahsyat menghantam karang ofiolit dan melange. 
   
  Besoknya, saya dan adik saya mulai memetakan dan mempelajari ofiolit dan 
melange Gunung Badak, Ciletuh. Tak ada badak tentu, tetapi biawak ada di 
mana-mana. Dua minggu di sana, siang hari di antara tebing karang dan biawak, 
malam hari hanya berteman lampu minyak di rumah nelayan - belum ada listrik 
masuk desa !
   
  Singkapannya, hmm...begitu fresh dan excellent, peridotitnya, serpentinitnya, 
spilit (lava bantal)nya, juga inner wall of trench deposits Formasi Ciletuh 
yang mid-Eocene. Tiap hari dicuci ombak, bagaimana tak fresh, hanya mesti 
hati-hati sebab tebingnya curam-curam. 
   
  Nah, Pak Slamet, itu yang selalu terbayang, dan kini mau membawa rekan-rekan 
ke sana, rencananya Desember kemarin, tetapi mana sempat kalau setiap hari 
penuh. rapat. Sekaligus ingin tahu petroleum geology dan tectonics pojok SW 
Jawa ini. 
   
  salam,
  awang

"Riyadi, Slamet S" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  
Wah kalau rencana ke Ciletuh, pak Awang "napak tilas" ya?
Apa ada data yang ketinggalan 18 tahun yang lalu?!


Salaam,
SLAMET RIYADI

-----Original Message-----
From: Awang Satyana [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Thursday, February 02, 2006 12:46 PM
To: [email protected]; [EMAIL PROTECTED]
Subject: RE: [iagi-net-l] Kontroversi Pucangan-Kabuh dan "Homo
mojokertensis"

Pak Bambang,

Yah supaya kami yang di BPMIGAS ini tidak jadi "desk-bound
geologists", maka suka rutin ke lapangan bekerja sama dengan IAGI atau
PT (perguruan tinggi) terkait. Ada dalam rencana : ke
Ciletuh-Sukabumi-Bayah, ke Bengkulu, ke Sumba, ke Seram, bahkan ke
sekitar Yogya melihat runtuhnya candi-candi oleh Merapi - melihat
stratigrafi, tektonik, dll. Kami juga suka mengirimkan rekan-rekan ke
survey seismik atau pemboran, terutama buat yang dulunya tak berangkat
sebagai field geophysicist, field geologist, atau wellsite geologist.

Delete--------

This message and any attached files may contain information that is 
confidential and/or subject of legal privilege intended only for use by the 
intended recipient. If you are not the intended recipient or the person 
responsible for delivering the message to the intended recipient, be advised 
that you have received this message in error and that any dissemination, 
copying or use of this message or attachment is strictly forbidden, as is the 
disclosure of the information therein. If you have received this message in 
error please notify the sender immediately and delete the message.

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina 
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------



                        
---------------------------------
 Yahoo! Autos. Looking for a sweet ride? Get pricing, reviews, & more on new 
and used cars.

Kirim email ke