Di Majalah "Scientific American" edisi Maret 2006 ada dibahas masalah DNA
ini.

YKA

On 2/13/06, Prasiddha Hestu Narendra <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> rame2 bicara DNA on fossil untuk menentukan umur di milist ini cukup
> hangat, tapi saya belum menangkap bagaimana teorinya bagaimana ya?
>
> kalau radiometric dating yg selama ini dikenal untuk mengukur umur dari
> suatu material menggunakan teknik berdasarkan rate peluruhan isotop yg
> terkandung dalam material tersebut. Radiometric dating banyak macamnya,
> salah satunya adalah Radiocarbon dating. Radiasi kosmik masuk ke atmosfer
> bumi menghasilkan C-14, yg oleh tanaman kemudian diserap dalam proses
> fotosintesa. Perjalanan C-14 masuk dalam rantai makanan melalui hewan
> herbivora yg kemudian dimakan predator lain termasuk dalam rantai tersebut
> manusia. Ketika mati maka absorbsi C-14 berhenti. C-14  meluruh berubah
> menjadi nitrogen-14, ini membutuhkan 5730 tahun utk setengah C-14 berubah
> menjadi nitrogen, ini adalah setengah umur dari C-14. Dengan mengukur
> proporsi dari C-14 dalam material organik maka bisa diperkirakan umur
> fosil
> tersebut.
> Karena umur C-14 yg terbatas, utk pngukuran yg lebih tua bisa digunakan
> radiometric yg lain misal Potassium-40 atau K?A dating yg meluruh menjadi
> argon-40 dengan half-life dari Potassium-14 tersebut adalah 1.3 juta
> tahun.
> K/A dating bisa digunakan pada non-organik seperti batuan, bisa digunakan
> utk mengukur umur candi.
> http://carbon.14.dating.en.reference.pl/
>
>
> Nah bagaimana dengan DNA dating?
>
> salam,
> PR
>

Kirim email ke