Sebagai tambahan:
Kita jangan aja mikirin "reserves" atau "capacity and quality of the
steam", tapi baiknya juga sosialisasi ke teknokrat indonesia.
Ntar punya cadangan banyak tapi orang lain kuasai teknologinya,... yah sama
aja atuh.
Kite punya kayu berlimpah ruah, terus dibawa ke Jepang, eh terus dibeli
lagi ame orang kite,
Kite punya emas banyak, terus dikirim ke Antabaranta, eh terus dibeli lagi
ama orang kite,
Kite punya banyak batubara, terus dikirim ke Pabrik di Cina/Jepang, eh anak
kite mainannya mainan sono,...
Sup
"Rovicky Dwi
Putrohari" To: [email protected]
<[EMAIL PROTECTED] cc:
m> Subject: Re: [iagi-net-l] Has
World Oil/ GEOTHERMAL
22/02/2006 12:25
PM
Please respond to
iagi-net
Ada hal yg cukup unik di dalam ekspolrasi geothermal ini. Seingatku
dulu wektu sekolah tidak ada istilah "reserves" atau cadangan didalam
geothermal, yang ada adalah "capacity and quality of the steam" cmiiw.
Cadangannya boleh dibilang tidak akan habis selamanya. Yang membatasi
justru fasilitas produksi steam (usia sumur pipa dll) serta usia dari
pembangkit listrik.
Dan setelah diketemukan dan diketahui, "steam" ini TIDAK BISA DIJUAL
dalam bentuk aslinya. Artinya harus di"konversi"kan dahulu menjadi
energi lain, salah satunya yg technologically proven adalah energi
listrik.
"Capacity and quality" ini yg akan menentukan jenis pembangkitan
listrik. Misalnya berapa kadar airnya, berapa suhunya, berapa
tekanannya, dan kadar kandungan gas ikutannya. Sehingga sepertinya
akan sulit mencari atau memisahkan upstream dan downstream dari
geothermal ini. Karena semua kegiatan eksplorasi menjadi proyek "paket
borongan" dari hulu ke hilir.
Pembangkitan listriknya sebenernya mirip dengan pembangkitan listrik
dengan steam yg dihasilkan oleh ketel uap (boiler) dengan bahan bakar
minyak ataupun batubara, atau gas (tentunya yang bukan geenrator
diesel). Hanya saja boilernya sudah dibuatkan oleh TUHAN dengan
efisiensi sangat optimum..... loh rak enak ta !
Nah dari sisi fisika tentunya kita tahu bahwa efisiensi pembangkitan
dengan boiler ada energi yg hilang ketika konversi dari energui kimia
ke energi steam (panas dan tekanan), namun di geothermal ini boilernya
tinggal masang pipa (pakai sumur tentunya :).
Dengan demikian keekonomian dari geothermal akan terletak dan sangat
tergantung dari harga jual listriknya, serta ongkos produksi. Mungkin
saja sih kalau PLN mau membeli "steam" setelah diproses sesuai dengan
karakterisktik generator. Namun jelas tidak (belum) ada pembeli (user)
lain yg menginginkan panasnya geothermal.
Jadi kontrak geothermal ini pelik dan rumit seperti yg ditulis Mas
Ismail. Saya barusan di"bruk"i aturan-aturan pemerintah dari beliau
saja belum sempet baca. Lah banyak juga aturan-aturan dalam geothermal
dan energi ini.
Bagi rekan-rekan yg tertarik dengan energi silahkan bergabung dengan
saya di milist [EMAIL PROTECTED] kita bisa berbagi sisi
energi dari supplynya (natural resourcesnya). tulis saja imil
ditujukan ke [EMAIL PROTECTED]
salam.
rdp
On 2/22/06, hendri silaen <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> halo,
>
> Pak, benarkah pemerintah masih menentukan tarif jual-beli listrik-nya
> sebelum eksplorasi berlangsung (pre exploration price)? Apakah eksplorasi
> geotermal semahal hidrokarbon dan ketidakpastiannya tinggi? thanks ya...
>
> salam
> hs
>
> On 2/21/06, [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> > >
> > Pak Is,
> >
> > Memang kalau melihat kenyataan ini ,kita ini memang benar benar
> > negara BBM (Benar Benar Mabok).
> > Disamping segala restribusi dari daerah (RT/RW/Desa / Kabupaten dsb)
,
> > yang istilah kerennya "community development" , masih ada hal lain
> > yaitu "sok kuasa".
> > Apa tidak "mabok" , kalau Pemda sampai bisa membblokir peralatan agar
> > tidak sampai kelokasi , karena tuntutan-nya belum sekali lagi "belum"
> > diluluskan.
> > Ini terjadi al. di Garut untuk operasi geothermal Amoseas, apa bukan
> > hukum rimba ini namanya !!!!
> >
> >
> > Si - Abah.
> >
> > _______________________________________________________________________
> >
> > Kalau kita bicara energi alternatif ( diluar Migas dan Batubara )
> > Rasanya
> > > yang paling Deket dengan dunia Geologi adalah Geothermal. mengingat
> > untuk
> > > mendapatkan komoditi ini , tahapan/proses yang harus dilakukan mirip
dg
> > di
> > > Migas ( eksplorasi , eksplotasi/pengeboran sumur sumur ). bedanya
untuk
> > > jadi
> > > duit , komoditi ini setelah ditemukan tdk laku dijual , sebelum
> > > dikonversikan menjadi bentuk lain ( energi listrik) , jadi takarannya
> > > bukannya Volume/Berat tapi satuan energi ( Kwh). Kalau Migas kan
> > langsung
> > > ketemu langsung laku,Karena geothermal ini hanya laku di dalam negeri
(
> > > tdk
> > > ngikuti pasar interntiaonal) maka harga komoditi ini seperti harganya
> > > beras,
> > > antara daerah yang satu dg yg lain berbeda beda ( harga di jakarta
akan
> > > lain
> > > dg di Pakanbaru ), karena masing masing daerah menggunakan formula yg
> > > berbeda beda.
> > > Contoh , untuk Geothermal di Kamojang ( Pertamina ) menggunakan rumus
> > > harga
> > > per Kwhnya : 0,80 x harga eceran minyak bakar x faktor konversi
minyak
> > ke
> > > listrik ( 0.28) atau dg harga minyak bakar kira kira Rp.3000,-/ l
maka
> > > harga
> > > uap panasbumi di Kamojang saat ini = Rp.672,- atau 7,2 c$/Kwh ( 1 $ =
> > > 9300 ), Tidak Jauh dari Kamojang ini ada Geothernal Darajat yang
> > > dioperatori
> > > oleh Amoseas/Chevron , dia menjualnya dg Formula harga yang berbeda ,
> > > tidak
> > > mengaitkan dg harga minyak bakar (MFO) seperti di mPertamina tadi,
tapi
> > > mengaitkannya dengan Base Resource Price, Generating, Monitery
Exchange
> > > Rate
> > > Factor dan Inflation Indek ( perhitungannya libih rumit lagi ) dan
> > > harganya
> > > dg Dollar ( bukan rupiah lagi )dan hasilnya( harganya) akan berbeda,
> > > meskipun dalam "satu Cekungan", dg Kamojang ,ini baru dari sisi Feul
> > > costnya
> > > , padahal untuk menjadi listrik harus ada "mesin pengubahnya" ,
makanya
> > > dari
> > > struktur harganya ( production costnya ) masih ada komponen
> > modal/capital
> > > cost dan operasi& pemeliharaan ( O&M cost nya), itulah prinsip
sederhana
> > > perhitungan harga Geothermal.
> > > Disisi regulasipun yo Jlimet karena dipayungi oleh dua UU ( UU
panasbumi
> > > dan
> > > UU listrik) , belum lagi sana sini kena "palak" , ada , haraga awal /
> > > daerah
> > > ,iuran eksplorasi, ada bonus, ada restribusi daerah,ada pajak, dan
> > > pungutan
> > > pungutan lain, ini semua akan menjadikan struktur harga yang
"tinggi".
> > > Dari segi Performance Pembangkit, ternyata Geothermal ini , adalah
satu
> > > satunya Pembangkit yang Kualitas maupun kuantitas suplai energi
> > primernya
> > > tetap/konstan,sehingga dapat menghasilkan daya mampu maksimal
sepanjang
> > > masa
> > > ( contoh Kamojang sudah 25 thn lebih ), Tolok ukur utama ( spek) dari
> > > Geothermal ini ada di parameter Tekanan dan Temperatur , disaamping
TDS,
> > > silika dan NCG , dari data dari lapangan lapangan Geothermal yang ada
(
> > > mulai Kamojang , Salak . Darajat sampai Lahendong) Parameter
parameter
> > tsb
> > > Tetap sepanjang masa ( T dan P konstan) sehingga mesin dapat
berfunsi
> > dg
> > > baik , (padahal kalau Air sangat dipengaruhi oleh cuaca dan daerah
> > aliran
> > > sungai ) Jadi dari segi Teknis dan Potensi si Geothermal ini tdk jadi
> > > masalah .Kalau pembangkit lain ( batubara,BBM ) Boilernya buatan
manusia
> > ,
> > > maka kalau panasbumi ini Boilernya ada didalam tanah, sehingga tdk
perlu
> > > tender tender pengadaan, dsb...... jadinya yang dihasilkan dari
Boiler (
> > > P&T) stabil .
> > > Kenapa tidak berkembang , bukannya tidak ada Duit nya, tapi yg punya
> > duit
> > > tidak mau bekerja/invest , karena prosedur susah dan produksinya
mahal
> > > jualnya "murah". Kesusahan ini bisa di minimalkan kalau ( salah
> > satunya)
> > > dg
> > > mereduksi di aturan mainnya. Selama ini tdk dilakukan ya , hanya jadi
> > > wacana
> > > saja , bahwa energi alternatif perlu dikembangkan.( Jadi Geothermal
ini
> > ya
> > > Tetuko juga , sing tuku ora teko,sing teko ora tuku )
> > >
> > > Ism
> > >
>
>
--
http://rovicky.blogspot.com
--Writer need 10 steps faster than readeR --
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau
[EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------
This e-mail (including any attached documents) is intended only for the
recipient(s) named above. It may contain confidential or legally
privileged information and should not be copied or disclosed to, or
otherwise used by, any other person. If you are not a named recipient,
please contact the sender and delete the e-mail from your system.
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]),
Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------