Pak Koesoema,
   
  Beberapa sumur Conoco bernama jenis-jenis burung (Perkutut dll.) di offshore 
dekat Muria semuanya punya CO2 tinggi. Blok BP Bawean yang baru dilepas karena 
juga dua sumur yang dibornya mengandung CO2 tinggi. Besar kemungkinan CO2 
akibat Muriah volcanism yang naik ke reservoir2 Kujung dan Tawun oleh sesar 
besar (tua) Muriah yang memanjang dari jalur Muria ke Bawean ke Meratus 
(SW-NE). Data gravity regional dan SLAR onshore Jawa menafsirkan keberadaan 
sesar besar ini terus memanjang ke selatan menuju Kebumen (sehingga trace-nya 
menjadi Meratus-Muriah-Kebumen). Sesar ini saya pakai sebagai mekanisme 
penyebab indentasi garispantai Jawa Tengah dan hilangnya (tenggelam) Pegunungan 
Selatan di selatan Jawa Tengah (Satyana, 2002, 2005 IAGI : Structural 
indentation of Central Java : a wrench segmentation). 
   
  Jadi relic subduction (obduction ?) ini tak langsung, hanya manifestasinya 
sesar besar tadi. Meratus Range ophiolite menunjam ke bawah Jawa. Kalau kita 
mengatakan bahwa ophiolite ini produk obduksi antara collision Schwaner vs 
Paternoster, wajar ia menghilang ke bawah Laut Jawa sesuai batasan massa 
mikro-kontinen Paternoster, sebab suture Meratus akan sepanjang massa kontinen 
yang collided-nya. Hanya, bila benar bahwa Paternoster micro-continent meluas 
ke selatan dan menggabung ke mikro-kontinen Kangean (dan ini ada bukti2 
litologi TD sumur di Madura Platform dan utara Kangean), maka suture Meratus 
itu mestinya akan menerus sampai ke Muriah, walaupun tak tersingkap karena di 
bawah Laut Jawa.
   
  Pola-pola elemen basement yang SW-NE di publikasi Henry Manur dan Rob 
Barraclough (1994, IPA) memang bisa dilihat lagi, itu elemen apakah, trend2 
strukturnya sudah benar, hanya apa basement itu, apakah attenuated continental 
crust, suture ophiolite seperti Meratus, atau akresi apa lagi ? Zvi Ben-Avraham 
punya disertasi di wilayah ini, walaupun awal tahun 1970-an (dipublikasi di 
AAPG 1973 bersama K.O. Emery, mungkin bisa dikaji ulang : Structural framework 
of Sunda Shelf). Sebaran sumur jarang di wilayah ini, mungkin terpaksa 
menggunakan data geofisika.
   
  salam,
  awang

"R.P. Koesoemadinata" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  Itu yg terjadi di Mesozoik, boleh juga, tetapi pada Tertiary sudah accreted 
menjadi continental crust, dan graben di barat Meratus itu adalah pada awal 
Tertiary.
Apakah ada bukti dari pemboran offshore bahwa Meratus subduction relic itu 
sampai ke Muria dan ke Karangsambung? Barangkali bisa disebutkan pada sumur 
mana?
Salah satu publikasi (Manur dan Barouclagh?) menunjukkan adanya crustal 
thinning atau extension di zone dari Meratus sampai ke Tuban-Muria, apakah 
zone ini relic subduction itu?

----- Original Message ----- 
From: "Awang Satyana" 
To: ; 
Sent: Monday, February 27, 2006 3:34 PM
Subject: Re: [iagi-net-l] Re: Marine syn-rift


> Pak Koesoema,
>
> Mengulas kembali penelitian Nafrizal Sikumbang (1986) tentang Meratus dan 
> studi non-publikasi Trend Energy Kalimantan (1988, dipublikasi di IPA oleh 
> Kusuma dan Darin, 1989) kelihatannya rift/graben WNW-ESE di Barito lebih 
> karena extension fracture oblique subduction sinistral di pinggir SE 
> Kalimantan. Di sini sebagian kerak oseanik dari ujung barat Paternoster 
> yang kontinen menyusup di bawah Schwaner secara oblik, sisanya obducted 
> (Meratus Range). Alino Arc dan Paniungan beds adalah bukti akresi di tepi 
> SE Sundaland ini. Relik oblique subduction ini menerus ke SW sampai ke 
> Muriah bahkan ke Kebumen.
>
> Kalau melihat frekuensi plotting umur K-Ar batuan2 magmatik dan volkanik 
> di Jawa kelihatannya volcanism di Jawa interrupted juga, hanya memang 
> menerus tetapi sebatas background volcanism. Peak-nya terputus2, misalnya 
> yang peak adalah saat Oligo-Miosen, Miosen Akhir-Pliosen, dan Kuarter. 
> Saat peak, ia membentuk arc. Saat sekedar background ia tak membentuk 
> arc - termasuk yang Eosen.
>
> Penenggelaman Randublatung mungkin ciri rollback, tetapi saya lebih 
> melihat ia suatu triangle zone yang dipaksa turun oleh thrust sheet yang 
> sangat tebal yang membebaninya dari dua arah vergency thrust yang 
> berlawanan : Kendeng Zone yang northward verging dan Rembang Zone yang 
> southward verging, Randublatung di sisi downblock kedua zone deformasi 
> ini, dan ia dibebani volkaniklastik yang sangat tebal.
>
> salam,
> awang
>
> "R.P. Koesoemadinata" wrote:
> Terima kasih atas koreksinya mengenai extrusion. Tetapi saya tetap
> berpendapat bahwa tidak ada roll-back di back-arc basin, bahkan pada zaman
> Paleogene (kecuali di Paleocene, Kikim tuffs) tidak ada subduction 
> sepanjang
> Sumatra, tetapi lebih bersifat transduction atau transform. Subduction 
> baru
> muncul pertengahan Miocene, dengan munculnya Proto-Barisan. Di Jawa
> subduction telah berlangsung sejak Awal Tersier dengan interupsi, 
> mengingat
> volcanism berlangsung terus sampai sekarang. Arah NNE-SSW di East Java 
> basin
> tidak bisa diterangkan dengan roll-back, tetapi karena stretching karena
> rotasi East Sunda microcontinent yang menekan Meratus range, sehingga
> membentuk WNW-ESE rifting di Barito basin, dan merenggangkan kerak kontien
> di NE Java basin, sehingga terjadi penipisan kerak benua yang disebabkan
> NW-SE rifting. Titik pusat rotasi terdapat di ujung selatan dari Peg
> Meratus. Roll-back boleh jadi terjadi sekarang ini dengan adanya zona
> anomali gravitasi di Randublatung zone yang dapat merupakan awal daripada
> back-arc spreading.
>
> ----- Original Message ----- 
> From: "Awang Satyana"
> To: ;
> Sent: Monday, February 27, 2006 8:48 AM
> Subject: Re: [iagi-net-l] Re: Marine syn-rift
>
>
>> Pak Koesoema,
>>
>> Mungkin yang dimaksud dengan intrusion tectonics adalah extrusion
>> tectonics ?(Tapponier, Peltzer, Le Dain, Armijo, Cobbold, 1982,
>> Propagating extrusion tectonics in Asia, new insights from simple
>> experiments with plasticene, Geology 10, p. 611-616).
>>
>> Tetapi, extrusion tectonics akan terjadi bersamaan dengan gerak roll-back
>> di back-arc basin akibat perlambatan subduction. Ada collision India vs
>> Eurasia di 50 Ma, collision akan memperlambat subduction (halted), halted
>> subduction akan menyebabkan roll-back, dan collision juga akan 
>> menyebabkan
>> megashears yang memencar keluar dari pusat collision, megashears
>> manifestasinya transtension yang sekaligus bisa membuka cekungan baik 
>> oleh
>> mekanisme pull-apart maupun splay-nya yang extension.
>>
>> Jadi, saya pikir, inisiasi basin2 di Sundaland itu oleh kombinasi
>> berbagai gaya, ya rollback, ya transtension-extrusion. Khusus East Java
>> Basin, rifts yang NE-SW nya (Central Deep dkk.) akan sejajar dengan
>> subduction yang saat itu tengah swing menuju NE dari Late Cretaceous ke
>> Paleogen, jadi saya pikir wajar saja kalau itu dibentuk oleh gerak
>> roll-back. Juga, kelihatannya ia berhubungan dengan gerak rifting
>> pemisahan Sulawesi dari Kalimantan.
>>
>> salam,
>> awang
>>
>> "R.P. Koesoemadinata" wrote:
>> Memang istilah rift mempunyai pengertian berbeda-beda.
>> Pengertian aselinya adalah untuk grabens yang terbentuk oleh extension
>> yang
>> biasanya berkembang jadi oceanic opening dengan spreading center-nya
>> mungkin
>> contoh adalah Makassar Strait
>> Tetapi di Sundaland rifting ini sebenarnya lebih bersifat transtensional,
>> tidak ada tanda roll back. Kalau kita perhatikan patahan yang membentuk
>> graben dan half-graben di Sumatra dan Jawa berarahkan utara-selatan dan
>> NW-SE di barat, dan NE-SW di bagian timur, sama sekali tidak tegak lurus
>> pada jalur subduction, atau sejajar dengan jalur subduction bila
>> disebabkan
>> roll-back. Saya lebih setuju dengan teori intrusion tectonics yang
>> menyebabkan megashear, sehingga terjadi arah-arah patahan yang membentuk
>> rift-grabens yang bersifat transtensional.
>> Jadi rifting di Sunda craton tidak akan berkembang menjadi spreading
>> center,
>> lain dengan di Kutei Basin pada Paleogene dengan Makasar Basinnya.
>> Makanya secara definisi istilah grabens ini bukan rift dalam pengertian
>> aselinya.
>> RPK
>>
>>
>> ---------------------------------
>> Relax. Yahoo! Mail virus scanning helps detect nasty viruses!
>
>
> ---------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina 
> (Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
> Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
> Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
> Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
> Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau 
> [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
> Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
> ---------------------------------------------------------------------
>
>
>
>
> ---------------------------------
> Yahoo! Mail
> Use Photomail to share photos without annoying attachments. 


---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina 
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------



                
---------------------------------
Relax. Yahoo! Mail virus scanning helps detect nasty viruses!

Kirim email ke