|
Bisa
diperjelas mengenai GPR itu ?
-----Original Message-----
From: Leonard Lisapaly [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Thursday, March 02, 2006 6:43 AM To: [email protected] Subject: RE: [iagi-net-l] Peradaban yang hilang di SUmbawa Bisa juga dilihat dari
http://www.nytimes.com/2006/02/28/science/28volc.html Untuk membantu
pencarian, digunakan GPR yang sekarang menjadi semacam metode geofisika standar
untuk melihat situs purbakala. LL From:
[EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] Semoga bantu
... salam.. Dini Ditemukan Bukti Peradaban yang Hilang
di Sumbawa Narragansett,
Rhode island, Selasa
Para ilmuwan telah menemukan bukti
peradaban yang hilang di Letusan Gunung Tambora yang terjadi
secara tiba-tiba pada 10 April 1815 telah mengubur penduduk Pulau Sumbawa dengan
abu vulkanik yang panas, gas, dan batu. Sekitar 88 ribu orang diperkirakan
menjadi korbannya. Letusan tersebut paling tidak empat kali lipat kekuatan
letusan Gunung Krakatau pada 1883. Dipandu dengan radar darat, para
peneliti dari Vulkanolog Haraldur Sigurdsson dari
Universitas Letusan Gunung Tambora menyemburkan
400 juta ton gas sulfur ke atmosfer dan menyelimuti hampir seluruh bagian
atmosfer Bumi. Hal tersebut menyebabkan pendinginan secara global dan
menghasilkan suatu kondisi yang dalam sejarah sering disebut ’tahun tanpa musim
panas.’ Pertanian di Maine hancur pada Juni, Juli, dan Agustus karena membeku.
Di Perancis dan Jerman, anggur dan jagung mati atau panennya
tertunda. Peradaban di Pulau Sumbawa
menarik perhatian para peneliti sejak petualang Belanda dan Inggris
menjejakkan kakinya di Beberapa peneliti percaya bahwa
bahasa yang digunakan penduduk Sumbawa mirip dengan bahasa yang digunakan di
"Betapa dahsyatnya sehingga letusan
tersebut ikut memusnahkan sebuah bahasa," kata Sigurdsson. Namun, lanjutnya,
kami berusaha mendorong orang-orang untuk mengatakannya kembali dengan cara
menggalinya. Beberapa bukti yang ditemukan para
peneliti menunjukkan bahwa penduduk Tambora mungkin berasal dari Saat melihat rekaman video
penggaliannya, John Miksic, seorang arkeolog di National University of
Selama penggalian tersebut, tim yang
dipimpin Sirgudsson menemukan tulang belulang seorang wanita yang hangus menjadi
arang di suatu lokasi yang diperkirakan sebuah dapur. Sebuah botol gelas yang
meleleh dan parang dari logam terletak di dekatnya. Jasad seorang lainnya
ditemukan di luar bangunan yang diperkirakan berada di teras.
Penggalian yang juga melibatkan para
peneliti dari Universitas
|
- FW: [iagi-net-l] Peradaban yang hilang di SUmbawa Iman Argakoesoemah
- Re: FW: [iagi-net-l] Peradaban yang hilang di S... Rovicky Dwi Putrohari
- Re: [iagi-net-l] Peradaban yang hilang di SUmba... benyamin sembiring
- Re: [iagi-net-l] Peradaban yang hilang di S... M Untung
- Re: [iagi-net-l] Peradaban yang hilang ... benyamin sembiring
- Re: [iagi-net-l] Peradaban yang hil... Yahdi Zaim
- RE: [iagi-net-l] Peradaban yang hilang di SUmba... Maryanto (Maryant)
- RE: [iagi-net-l] Peradaban yang hilang di SUmba... Leonard Lisapaly
- RE: [iagi-net-l] Peradaban yang hilang di SUmba... Leonard Lisapaly
- RE: [iagi-net-l] Peradaban yang hilang di SUmba... M-Adam . CEPI
- RE: [iagi-net-l] Peradaban yang hilang di SUmba... Andreas_Sugiyanto


