Kalau soal pengalaman sebenarnya itu bisa ada "senjata makan tuan" lho..... Lihat saja Arun, sekarang khan deliveribilitynya keteteran nggak karuan, sampai harus "minta tolong" tombokan dari seberang (Bontang)......
Takutnya ada skenario Humpus II, Exxon jadi operator dan Pertamina ngotot tidak setor modal kerja karena tidak diberi jatah sebagai operator...... maka akhirnya ada konversi ke saham dan ujungnya sahamnya jadi 100% Exxon........:-(. Hal lain, kalau joint venturenya bener khan mestinya dengan 45% Pertamina punya hak veto untuk setiap programnya si operator.... di sini mungkin si kuda hitam BUMD yang akan jadi kartu truff untuk menggoalkan program kerja si operator.... jadi penentuan operatorship bisa jadi bukan akhir permasalahan, tapi malah permulaan dari permasalahan selanjutnya....... a+ ----- Original Message ----- From: "Awang Harun Satyana" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]> Sent: Thursday, March 02, 2006 5:55 AM Subject: RE: [iagi-net-l] detik akhir kekesalan exxon & keputusan SBY Ar, Parameter2 itu memang sangat tendensius. Mungkin Pemegang Otoritas 2004-2009 terlena dengan janji EMOI 170.000 BOPD pada 2010 (hm..apa mungkin, empat tahun lagi lo 2010 itu) dan dapat tekanan. Kelihatannya Pemegang Otoritas kurang mencermati berapa cost recovery yang akan ditagihkan. Mungkin, belum pernah melihat statistik bahwa tagihan cost recovery naik terus sementara produksi minyak turun terus. Salam, awang (baru saja kemarin saya diminta masuk di Tim Cepu BPMIGAS) -----Original Message----- From: Ariadi Subandrio [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Thursday, March 02, 2006 11:15 AM To: IAGI NET Subject: [iagi-net-l] detik akhir kekesalan exxon & keputusan SBY Kata JK ada tiga aspek untuk penentuan Blok Cepu : KEUANGAN, TEKNOLOGI & EFISIENSI Kata Sugiharto lima aspek untuk jadi Operatorship : Kemampuan mendeliver produksi sesuai target waktu yang lebih cepat Sistem Logistik support dan maintenance yang nanti akan disediakan oleh operator Kesiapan financing Kemampuan Teknologi Pengalaman si operator dalam melakukan eksplorasi di daerah lain Lantas sistem penilaian pada berbagai parameter itu piye? siapa yang menilai?apakah akan di benchmark terhadap kelayakan,kemampuan, pengalaman praktis atau dibikin penilaian head to head seperti tender? atau ada alternatif yang paling fair. ah, rasa-rasanya issue utamanya selalu digeser-geser terus. Setelah masalah legal-nya praktis “diselesaikan” dengan cantik melalui berbagai macam cara (dari TAC hingga PSC special) hingga terakhir munculnya PP 34/2005. Kemudian terjadi ganjalan di persoalan operatorship (B2B), “mampet” lagi saluran, kembali melakukan permainan bilang pada yang kuasa, pressure lewat G. Inti persoalan adalah pada keadilan sebagai operatorship, alternative tawaran Pertamina yang bergantian setiap lima tahun ditolak mentah2 oleh Exxon, maunya kuasai sendiri selama kontrak 30 tahun….. eeeee… untuk menampung aspirasi yang terhormat sang investor kok ya oleh para pemegang otoritas negeri periode 2004 – 2009 diaspirasi dengan pemunculan isu persyaratan (yg menggunakan standar2e bule pula)…… ?, argumentasi yang akan disampaikan kepada publik pasti tak jauh dari penilaian diatas. Pertamina & seluruh karyawan Pertamina pun tak nampak ada berjuang memenangkan “pertarungan” ini ? masak nunggu IAGI bikin seminar segala se.... Semoga yang terhormat Presiden RI memutuskan dengan bijak sebijakbijaknya. Amien. lamsalam, ar- --------------------------------- Yahoo! Mail Bring photos to life! New PhotoMail makes sharing a breeze. -- No virus found in this incoming message. Checked by AVG Free Edition. Version: 7.1.375 / Virus Database: 268.1.1/272 - Release Date: 3/1/2006 -- No virus found in this outgoing message. Checked by AVG Free Edition. Version: 7.1.375 / Virus Database: 268.1.1/272 - Release Date: 3/1/2006 --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina (Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id) Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id) --------------------------------------------------------------------- --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina (Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id) Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id) ---------------------------------------------------------------------

