Menyesatkan? tergantung dari sudut pandang mana/siapa dan kepentingan
apa/siapa.
Let say rakyat tau bahwasanya pemerintah membayar cost program CD,
terlepas dari siapa operatornya tetap saja Co yg memiliki program CD
baik akan lebih menyentuh hati rakyat.
Belum lagi berbagai infrastruktur yang dibangun Co sebagai konsekuensi
'High Standard & High Cost' yang manfaatnya dirasakan juga rakyat
sekitar, dimana hal tsb diluar program CD (meski sama juga hals tsb
adalah subject for cost recovery).

Have a nice weekend.....!!!

-----Original Message-----
From: Darwin Tangkalalo [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Friday, March 10, 2006 8:50 AM
To: [email protected]
Subject: RE: [iagi-net-l] FW: [m91itb] Blok Cepu dan kemampuan insinyur
Indonesia

Program CD sepengetahuan saya masuk cost recovery, artinya sebenarnya
kan yang bayar ujung2nya Pemerintah juga. Ini yang harus disampaikan
sejujurnya kepada rakyat juga. Belum lagi uplift cost kalau yang dipake
uangnya sang kontraktor dulu.

Berita di Kompas kemarin 12 Kades di daerah Cepu menolak Pertamina
menjadi operator karena CD Exxon lebih baik. Masalah CD ini kan bisa
menyesatkan..

Regards,
Darwin Tangkalalo
Unit Bisnis Pertamina EP Tanjung
Setiabudi Office Park, Atrium Building 8th floor, Suite 802 Jl. HR
Rasuna Said (Kuningan), Jakarta 12920

-----Original Message-----
From: Santoso, Hendro (hendroh) [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Friday, March 10, 2006 8:14 AM
To: [email protected]
Subject: [iagi-net-l] FW: [m91itb] Blok Cepu dan kemampuan insinyur
Indonesia

Dari milist tetangga.
 
Apakah benar hal tsb dibawah yang dimaksud dengan 'terserah kepada
rakyat untuk menetukan pilihan yang terbaik'?
Selain KKN, mungkin benar mentalitas 'bangga' dengan biaya operasi dan
tenaga kerja murah musti dievaluasi. Nothing wrong toch with 'biaya agak
tinggi' asalakan yang menikmatinya adalah rakyat juga (red. bukan
sekelompok orang atau golongan).
 
Tampaknya strategi "High Standard" Exxon Mobil, sedikit banyak telah
mengambil hati rakyat. Tidak hanya membandingkan dengan Indramayu, bukan
ndak mungkin lho rakyat Cepu juga telah melakukan study banding
implementasi program CD berbagai KPS/JOB/dll di daerah operasinya.
 
Suatu wawasan baru, setidaknya bagi saya pribadi.
 
Salam,
Hendro HS
 
________________________________

From: Ridho, M. Muchlis
Sent: Thursday, March 09, 2006 8:39 AM
Subject: FW: [m91itb] Blok Cepu dan kemampuan insinyur Indonesia
 
 Bahan renungan, ditunggu silang pendapatnya

        ------------------------------
         
        KADES SEKITAR BLOK CEPU LEGA DIREKSI PERTAMINA DIGANTI
         
        Bojonegoro (ANTARA News) - Para kepala desa sekitar sumur Migas
Jambaran-Banyuurip, Kecamatan Ngasem dan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro,
Jatim, merasa lega dengan adanya penggantian jajaran Direksi Pertamina,
termasuk Direktur Utama, Widya Purnama.
        
        Alasannya, dengan adanya pergantian jajaran direksi Pertamina
tersebut, diharapkan nantinya bisa mempercepat proses penandatanganan
JOA (Joint Operating Agreement) sumur Migas Blok Cepu.
        
        "Saya pribadi lega adanya pergantian Direksi Pertamina, saya
kira kepala desa lain dan warga sekitar sumur migas ini pendapatnya sama
dengan saya, semoga JOA segera ditandatangani," kata Ketua Paguyuban
Kepala Desa Semar (Sumur Banyuurip), Rachmad Achsan, Rabu.
        
        Baik Rachmad Achsan maupun Ketua Komisi D DPRD Bojonegoro,
Syarif Usman, berharap dengan pergantian jajaran direksi Pertamina tidak
ada lagi kendala penyelesaian konflik masalah operator Blok Cepu,
sehingga JOA bisa segera ditandatangani.
        
        Sebab, lanjut Rachmad Achsan, juga Sukaran, Kades Mojodelik,
yang wilayahnya memiliki sumur minyak di Banyuurip, lambatnya proses JOA
karena adanya tarik-menarik masalah operator Blok Cepu, terutama
disebabkan ngototnya Direktur Pertamina, Widya Purnama, yang
meninginginkan Pertamina sebagai operator.
        
        Padahal, kata Rachmad Achsan, Sukaran, dan juga Suwarji, Kasun
(Kepala Dusun) Desa Gayam, Kecamatan Ngasem, seluruh 12 kepala desa dan
masyarakat sekitar wilayah sumur Migas Jambaran- Banyuurip umumnya
menolak Pertamina sebagai operator.
        
        "Yang diketahui masyarakat itu bukan soal nasionalisme, tetapi
masalah kebutuhan perut. Selama ini konsep CD (community development)
dari Exxon Mobil dan soal Amdal (analisa mengenai dampak lingkungan)
nya, sudah diketahui masyarakat dan jelas," kata Rachmad Achsan yang
dibenarkan Sukaran dan Suwarji.
        
        Menurut mereka, kalau nantinya operator Blok Cepu tetap
diberikan kepada Pertamina, baik kepala desa maupun masyarakat yang
mengerti duduk permasalahan soal migas di wilayahnya akan bersikap. Di
antaranya, seluruh kepala desa dan masyarakat akan bersama-sama
memblokir proses eksplorasi dan eksploitasi, selain tidak akan bersedia
menjual tanahnya.
        
        "Semeterpun warga tidak akan menjual kalau benar Pertamina
menjadi operator Blok Cepu," tegas Rachmad Achsan.
        
        Alasannya, selama eksplorasi sumur migas, warga tidak mengenal
Pertamina, dan pendekatan yang dilakukan Exxon Mobil cukup baik, mulai
pemberian bea siswa untuk anak didik berprestasi di 12 desa (per desa 30
anak), bantuan Posyandu, perbaikan jalan, pendirian sekolah komputer dan
bahasa Inggris, juga bantuan pembangunan mushola.
        
        "Selama ini kami tidak pernah melihat Pertamina menawarkan
program CD, sehingga kalau operatornya Pertamina jangan jangan yang
sudah dijalankan Exxon terhenti," ujar Rachmad Achsan.
        
        Di samping itu, kepercayaan terhadap Pertamina dinilai sudah
tidak ada lagi, terutama dengan munculnya kasus Lawe-lawe, dan
permasalahan kondisi masyarakat di Indramayu yang ada sumber migasnya.
        
        Di daerah Indramayu, kata Rachmad Achsan, di daerah sumber migas
yang dikelola Pertamina kondisi masyarakatnya miskin dan PAD (pendapatan
asli daerah) dari migas yang diterima Pemerintah Kabupaten Indramayu
hanya Rp25 miliar/tahun.
        
        Padahal daerah Indramayu yang migasnya dikelola Pertamina
produksinya mencapai 125 ribu barrel/hari, hampir sama dengan Bojonegoro
yang diperhitungkan akan mencapai 175 ribu barrel/hari. "Kalau dipegang
Pertamina kita ini tidak ingin di `Indramayukan`," kata Rachmad Achsan,
yang dibenarkan Suwarji, Sukaran, dan juga Syarif Usman. 
        
        "Seluruh pemilik tanah sudah sepakat, kalau Exxon Mobil jadi
operator maka proses pembebasan tanah, baik untuk disewa maupun dibeli,
nantinya akan berjalan lancar," kata Rachmad Achsan dan Sukaran. Exxon
Mobil sudah pernah melakukan pendataan masalah tanah yang nantinya akan
dibebaskan.
        
        Data pada 2002, tercatat tanah di 12 desa di Kecamatan Ngasem
dan Kalitidu yang akan dibebaskan mencapai 982,59 ha, tetapi karena ada
yang tidak mungkin dibebaskan seperti pemakaman umum, dan mushola,
luasnya menyusut menjadi 748 ha.
        
        Ke-12 desa yang telah didata tersebut Desa Mojodelik, Brabowan,
Gayam, Bandungrejo, Begadon, Ringging Tunggal, Bonorejo, Kecamatan
Ngasem, Desa Katur, Sumengko, Ngraho, Sudu dan Cengungklung, Kecamatan
Kalitidu.(*) 
        
        


---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI
Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1:
http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id) Komisi
Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id) Komisi Sertifikasi : M.
Suryowibowo(soeryo[at]bp.com) Komisi OTODA : Ridwan
Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi
Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------




---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id

Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)

IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina 
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke