Deep-water deposits (turbidite ?) di Bintuni dan Salawati adalah masing2 
sebagian dari facies Formasi Steenkool dan Klasaman (dua-duanya Pliosen). 
Uraian detail deep-water sedimentation Steenkool dibahas sendiri oleh Kuntadi 
et al. (2001) dan yang Klasaman Salawati saya tulis di forum yang sama (Satyana 
& Setiawan, 2001 - Deep-Water Seminar FOSI).
   
  Karena Lengguru di Leher Burung Papua dan Sorong Deformed Zones di selatan 
Pulau Batanta naik, maka ada space of accommodation yang tiba2 terbuka lebar di 
sisi2 yang frontal terhadap Lengguru dan Sorong Zone di Bintuni dan Salawati. 
Ke situlah sedimen post-inversion yang sebagian molassic ini diendapkan. Karena 
dalam space of accommodationnya > 200 m  dan jelas below wave base, juga ada 
gravity flow yang terlibat sebagai agen transportasi, maka Steenkool dan 
Klasaman berhak diberi nama deep-water deposits mengacu ke definisi Selley 
(1991) atau Serra (1989).
   
  Lalu, apakah mereka turbidit ? Belum tentu, harus kita periksa dulu agen2 
transportasi traction vs density currents vs suspension yang bekerja di situ, 
baru bisa kita tentukan bahwa mereka turbidit atau bukan. Deep-water deposits 
bukan seluruhnya turbidite. Deep-water deposition punya range yang besar, dan 
turbidit hanya mengisi sebagian daftar itu (ada avalanche, slide, slump, debris 
flow, pelagite, contourite, hemipelagite, nepheloid - yang merupakan produk 
ternary transportation antara gravity vs traction vs fludization.
   
  Mengacu ke Bell (1942) atau Kuenen dan Migliorini (1950) yang mempelopori 
soal turbidit, yah turbidit adalah endapan flysch (selang-seling pasir dan 
lempung) yang diendapkan di geosinklin. Paket sedimen punya abrupt base dan 
transitional top serta grain size cenderung fining upward. Ini akan lain sekali 
dengan struktur sedimen yang dipunyai sesama deep-water deposits dalam skala 
empat kategori dari Dott (1963) - tiga lainnya selain turbidit : rock fall, 
slump, mass flow.
   
  Coba kita perhatikan model2 deep-water sedimentology atau model submarine fan 
sejak dari Walker (1965) sampai Reading dan Richards (1994), semua dibangun 
dari tempat penelitian yang punya tubuh delta yang besar sebagai provenance. 
Kebetulan saja modelnya dibangun di situ, tetapi tak bisa sekaligus kita 
tafsirkan bahwa deep-sea turbidite mesti punya delta sebagai provenance di 
wilayah proximal / provenance-nya. Kalau di provenance ada carbonate bank yang 
terangkat, ya ia akan menghasilkan deep-water turbidite juga : calci-turbidite, 
seperti di seberang utara Tonasa platform misalnya.
   
  Kembali ke Salawati dan Bintuni, kalau ada turbidit di wilayah ini (kalau 
rockfall, slump dan massflow sudah terbukti ada); maka bisa dipastikan seperti 
yang dibilang Kuntadi : bukan tubuh delta provenance-nya. Steenkool di-feed 
oleh uplifted Kais carbonate di Lengguru High, sedangkan Klasaman di-feed oleh 
melange deformed zone di Sorong Fault, juga oleh uplifted Kais carbonate di 
Ayamaru Platform.
   
  Ada juga turbidit yang volkaniklastik, di Jawa banyak sekali contohnya, mulai 
dari Citarum di Bogor, Kerek di Jawa Tengah, Sambipitu di Gunung Kidul, 
Pucangan di Kendeng (yang banyak menghasilkan rembesan minyak/gas itu) adalah 
turbidit2 deposits yang tak di-feed oleh delta silisiklastik, tetapi oleh 
volcanic high.
   
  Model turbidit di Makassar Strait memang cocok sekali dengan banyak model 
submarine fan ideal seperti dari Normark (1970) atau Walker (1978), tetapi itu 
tak berarti endapan turbidit harus punya delta sebagai satu2nya source. Ada 
provenance, ada gravity flow, ada density current, ada traction current yang 
sejajar slope (yang akan menghasilkan current ripple atau cross bedding), dan 
ada suspension di distal, maka turbidit akan terjadi, serta harus di bawah 
storm wave base (agar tak ada perusakan oleh shallow marine process); maka 
jadilah turbidit.
   
  salam,
  awang

"Kuntadi, Nugrahanto" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  Kasus deep water turbidite di Bintuni dan Salawati basins saya belum
pernah ketemu deltaic associated nya euy..
Mungkin mas Awang bisa jelaskan lebih? 

-----Original Message-----
From: Deni Rahayu [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Friday, March 24, 2006 3:08 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net-l] asosiasi turbidit (laut dalam?) dengan delta

di dalam kondisi apapun (lingkungan pengendapan), yang penting ada slope
yang cukup untuk membuat arus turbidit pasti akan terjadi(gravity yang
lebih berperan), betulkan mas ????

DNR
ETTI

--- Andang Bachtiar wrote:

> Untuk lebih memudahkan diskusi, seharusnya Ferdi menyebutkan lebih 
> jelas "turbidit"nya tersebut adalah TURBIDIT LAUT DALAM
> (?) Bener nggak Fer?
> 
> Karena turbidit sendiri bisa terjadi di alluvial fan, di danau, di 
> braided stream, di meandering river, di delta, di barrier bar, di 
> offshore-bar complex, dan ultimately di slope / submarine fan seperti 
> yang dimaksudkan Ferdi.
> 
> 
> salam
> 
> adb
> exploration think tank indonesia
> 
> ----- Original Message -----
> From: "Ukat Sukanta" 
> To: 
> Sent: Friday, March 24, 2006 10:35 AM
> Subject: RE: [iagi-net-l] asosiasi turbidit dengan delta
> 
> 
> Ada, banyak. Endapan turbidite umumnya tidak selalu
> berhubungan/berasiasi dengan endapan delta didaerah
> proximalnya.
> 
> us
> 
> -----Original Message-----
> From: [EMAIL PROTECTED]
> [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> Sent: Friday, March 24, 2006 7:07 AM
> To: [email protected]
> Subject: [iagi-net-l] asosiasi turbidit dengan delta
> 
> Kalau say perhatikan umumnya endapan turbidit selalu
> berasosiasi dengan
> delta sebagai feeder sandnya yang kemudian
> diendapkan di slope sebelum
> akhirnya diendapkan sebagi endapan turbidit...
> Ada tidak kemungkinan lain bahwa ditemukan endapan
> turbidit yang tidak
> berasosiasi dengan delta sebagai feedernya..???
> 
> Regards
> 
> Kartiko-Samodro
> Telp : 3852
> 
> This e-mail (including any attached documents) is
> intended only for the
> recipient(s) named above. It may contain
> confidential or legally
> privileged information and should not be copied or
> disclosed to, or
> otherwise used by, any other person. If you are not
> a named recipient,
> please contact the sender and delete the e-mail from
> your system.
> 
> 
>
---------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to:
> iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to:
> iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> 
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> 
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> 
> IAGI-net Archive 1:
> http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2:
> http://groups.yahoo.com/group/iagi
>
---------------------------------------------------------------------
> 
> 
>
---------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to:
> iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to:
> iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> 
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> 
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> 
> IAGI-net Archive 1:
> http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2:
> http://groups.yahoo.com/group/iagi
>
---------------------------------------------------------------------
> 
> 
>
---------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to:
> iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to:
> iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> 
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> 
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> 
> IAGI-net Archive 1:
> http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2:
> http://groups.yahoo.com/group/iagi
>
---------------------------------------------------------------------
> 
> 


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id

Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)

Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti

IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------


---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id

Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)

Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti

IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------



                
---------------------------------
Yahoo! Messenger with Voice. Make PC-to-Phone Calls to the US (and 30+ 
countries) for 2ยข/min or less.

Kirim email ke