Cerita ini masih sama dengan cerita "kesukaan" kita menjual bahan mentah dan enggak mau memrosesnya terlebih dulu yah Pak. Lebih enak ambil kemudian jual daripada diolah dulu, kemudian baru dijual. Padahal kalo diolah lebih dulu kan katanya menambah nilai jual dan menambah lapangan pekerjaan karena nanti muncul pabrik-pabrik perantara sama jalur distribusinya.
Minarwan On 3/29/06, ismail <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Dalam skala yang lebih kecil dan dg teknologi yang relatif sederhana pun > seperti Kokas Batubara ternyata juga masih harus impor, padahal permintaan > dalam negeri cukup banyak untuk industri pengecoran logam. dengan harga > batubara yang melambung maka harga kokas impor bisa mencapai 4000 an per Kg > nya,( paling harga batubara mentahnya 400 Rp) padahal proses batubara > menjadi kokas cukup dg teknologi sedrhana saja, memang dibutuhkan batubara > yang relatif kualitas tinggi , namun bukan berarti tidak ada didalam negeri > ( lha semuanya di ekspor , mungkin cari praktisnya saja , toh sudah laku > keras tidak perlu repot memrosesnya)-- Blog at http://decartenz.blogspot.com Help GeoTUTOR at http://www.geotutor.tk Jiwa Merdeka at http://jiwamerdeka.blogspot.com --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi ---------------------------------------------------------------------

