Setuju dengan Pak Koesoemadinata tentang materi kasus Cepu untuk bahan tesis atau disertasi. Saya pernah lontarkan ide untuk penulisan studi kasus ini di milis ini untuk sekolah bisnis MBA/MM. Kalau HBS bisa dan sangat produktif, kenapa kita tidak bisa. Penulisan kasus untuk bidang hukum juga akan menarik sekali apalagi erat kaitannya dengan banyak pertimbangan politis. Barangkali ini sangat baik untuk direalisasikan. Di bawah ini cut and paste email saya terdahulu:
Topik masalah Blok Cepu dan analisa Pak Koesoemadinata ini (dan sebelumnya hingga sekitar beberapa tahun yang lalu di IAGI-NET) menurut saya bagus untuk dibahas di sekolah bisnis sebagai bahan kajian bagi setiap kelompok mahasiswa S2 MBA/MM migas. Kenapa ? Karena kasus ini kasus yang riil dan menarik untuk melihat cara-cara memenangkan strategi korporasi untuk keuntungan bisnis jangka panjang. Dari mulai sistim PSC (termasuk cost recovery dan TAC), legal review of existing signed contract, merger and aquisition objectives, hingga sedikit aspek tentang politik dan ekonomi dalam negeri (termasuk DPR-Government-tehnical community involvement). Hasil kajian barangkali bisa dijadikan bahan perbaikan manajemen migas termasuk sistim PSC di negeri tercinta ini supaya hal-hal seperti ini tidak akan terulang kembali. Is that possible ? Any comments ? Thanks. Iman -----Original Message----- From: R.P. Koesoemadinata [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Wednesday, March 29, 2006 5:17 AM To: [email protected] Subject: Re: [iagi-net-l] Surat terbuka buat mas Rizal Mallarangeng Saya kira Rizal itu kurang mengerti mengenai masalah kontrak2 Perminyakan, saya tidak tahu kapan mulainya kontrak baru ini, mungkin juga bahkan th 2006 dalam bentuk JAC, sedangkan TAC-nya yg seharusnyaya berakhir 2010 telah dikembalikan pda ta 2004 atau 2005. Saya kira masalah ini cukup rumit, mungkin baik dipakai studi skripsi atau thesis doktor dari mahasiswa hukum. PLEASE DO NOT ATTACH FILE LARGER THAN 500 KB R.P.Koesoemadinata Jl. Sangkuriang G-1 Bandung 40135 Telp: 022-250-3995 Fax: 022-250-3995 (Please call before sending) e-mail: [EMAIL PROTECTED] ----- Original Message ----- From: "Rovicky Dwi Putrohari" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]> Sent: Tuesday, March 28, 2006 9:25 PM Subject: Re: [iagi-net-l] Surat terbuka buat mas Rizal Mallarangeng > Pak Koesoema setelah saya membaca ulang tulisan Rizal Malarangeng > tentang perlunya sesegera mungkin memproduksi/mendapat income dari > minyak cepu : > --- quote --- > Jika gagal, kita harus menunggu lagi hingga 2010, yaitu berakhirnya > masa kontrak Exxon, dan baru bisa menikmati hasil dari Blok Cepu > paling cepat pada 2012, itu pun jika kita mampu memenangkan perkara > ini di pengadilan arbitrase internasional. > ---- end quote > > Sepertinya pengertian Rizal-pun masih sama dengan saya bahwa kontrak > "TAC-plus" itu akan berakhir 2010. Jadi sepertinya bukan kontrak baru > yg dimulai tahun 2004. Kalau mulai 2004 kan berakhir tahun 2024 ? > (asumsi 20 tahun masa produksi). > Atau Rizal juga ndak tahu juga ya ? > > RDP > "aku kok ya masih mikiiir terus to ya ..." > > On 3/28/06, R.P. Koesoemadinata <[EMAIL PROTECTED]> wrote: >> Sdr. Rovicky mungkin tidak membaca e-mail saya. Seperti saya katakan pada >> waktu kontrak TAC ditanda-tangani di dalam kontrak dicantumkan peta dan >> koordinat2 daerah kerja. Disitu jelas dicantumkan bahwa lapangan2 tua >> Kawengan, Ledok dan Nglobo itu dikeluarkan (carved out) dari wilayah >> kerja >> TAC, dan dalam kontrak juga ditegaskan boleh melakukan explorasi. Kalau >> tidak boleh explorasi, ya apa yang akan diproduksikan?karena lapangan tua >> semuanya di-carved-out dan tetap dioperasikan oleh Pertamina. >> Secara teknis yuridis formil daerah TAC itu sudah dikembalikan oleh >> ExxonMobil ke Pertamina (mungkin tahun 2004?), dan kemudian ExxonMobil >> itu >> sepertinya farm-in di sebagian saja dari daerah ex-TAC, dan terjadi >> agreement dengan yang memfarm-outnya dalam bentuk yang disebut Joint >> Operation Agreement yang sebetulnya hampir sama dengani JOB, hanya saja >> kalau di JOB itu General Manager orang Pertamina, kalau di JOA ini >> General >> Managernya orang Exxon-Mobil. >> Jadi tidak ada transfer dari TAC ke PSC, TAC-nya dibubarkan dulu, >> dikembalikan ke Pertamina. Daerah ex-TAC itu kemudian diberikan ke PT >> Pertamina Cepu dalam bentuk PSC (split 85-15) kemudian sebagaian daerah >> di >> relinguish, dan sisanya yang oleh Pertamina di-farm-outkan ke Mobil dan >> perusahan Daerah dengan pembagian interest dari yg 15% itu 45 Pertamina >> Cepu, 45% ExxonMobil Cepu, dan 10% dicadangkan untuk perusahaan daerah >> Cukup lihay pemerintah itu, walaupun jelimet. >> RPK > > --------------------------------------------------------------------- > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > No. Rek: 123 0085005314 > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > > Bank BCA KCP. Manara Mulia > No. Rekening: 255-1088580 > A/n: Shinta Damayanti > > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > --------------------------------------------------------------------- > > --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi --------------------------------------------------------------------- --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi ---------------------------------------------------------------------

