Kalau kita mengingat kembali pelajaran di SD, selalu disebutkan bahwa Buton merupakan penghasil aspal alam. Secara geologis ini dimungkinkan terbentuknya karena surface exposure dari reservoir dalam jangka waktu lama yang menyebabkan fraksi ringan-nya menguap dan hanya menyisakan fraksi berat yang bercampur dengan pasir, dan ini yang ditambang sebagai komoditas serta dikenal sebagai "Butas" (Buton-Aspal).
Kembali ke konteks tar-sand tersebut, terutama mengingat bahwa umur formasinya yang sudah "lanjut", apakah ini berarti bahwa prospectivity dari liquid hydrocarbon juga sudah "berlalu"? Mungkin ini seperti menyikapi keberadaan seepage di surface ya. Bagi yang optimis akan bilang "oh, itu petroleum system-nya terbukti ada", sementara yang pesimis akan bilang "oh, cari tempat lain aja, itu artinya sudah ada seal failure". Mungkin ada yang punya pendapat lain? Bambang ---------------------------------------------------------------------- This e-mail, including any attached files, may contain confidential and privileged information for the sole use of the intended recipient. Any review, use, distribution, or disclosure by others is strictly prohibited. If you are not the intended recipient (or authorized to receive information for the intended recipient), please contact the sender by reply e-mail and delete all copies of this message.

