Ada yang menarik dari sebuah tabel : who controls the world's oil and gas reserves (source Credit Suisse) ? Dari data tabel tersebut top ranking dari 20-an pemegang proved reserve terbesar adalah perusahaan nasional (yang di dominasi negara-negara Timur Tengah, Venezuela, Rusia, Nigeria, dan Petronas). Baru peringkat berikutnya adalah internasional merger companies (ExxonMobil sebagai perusahaan terbesar menempati peringkat 14, disusul BP, Chevron, Shell, Total, ConocoPhillips, dan ENI).
Sepertinya ke depan, perusahaan nasional akan lebih memegang kendali terhadap reserve dan resource mereka sendiri. Tentunya diharapkan akan terdapat momentum penting bagi perusahaan nasional Indonesia untuk bisa memegang peranan lebih besar, dan seharusnya dengan imbalan peningkatan kesejahteraan rakyat. WW -----Original Message----- From: Rovicky Dwi Putrohari [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Wednesday, April 05, 2006 2:30 AM To: [email protected] Subject: Re: [iagi-net-l] ExxonMobil Terbesar di AS mas Bambang Pujas, Asset negara tentunya jauh lebih besar, namun kita berkumpul menjadi satu negara berbendera merahputih, tentunya berbeda dengan kita berkumpul dibawah naungan perusahaan. Dibawah naungan perusahaan kita ini "buruh", dibawah naungan negara kita ini "bangsa/warga". Nah sekarang kita tengok dari aspek kekuatan mengatur (mengontrol). Asset atau kekayaan negara Indonesia ini tentunya suangaaat buesar. Namun pemerintah Indonesia ini "miskin" dalam artian nilai uang yg dapat dipakai untuk "bermain-main" menjalankan ketatanegaraan yg sangat terbatas. Namun kekayaan negara Indonesia ini tersebar di jumlah penduduk yg 300juta. Dan sayangnya tersebar tidak merata ya. Nah, kalau saya bandingkan dengan negara serumpun Malesa (wedian knapa aku ini slalu nengok malesa sih :), maka Malesa ini pemerintahnya kaya, sehingga memiliki kekuatan untuk mengontrol (power to control). Sedangkan pemerintah Indonesia hanya memiliki sedikit uang utk dipakai "bermain-main". Perusahaan (entitas bisnis) memiliki kekayaan (uang) cukup besar, dan semuanya dibawah kontrol Board Directornya. Bahkan bisa saja disini lebih besar dari nilai yg dipakai pemerintahan Indonesia. Namun tetep saja asset totalnya jauuuh lebih kecil dari negara (karena negara memilki teritorial, sedangkan perusahaan tidak memiliki teritorial. Nah saya yakin suatu saat nanti entitas bisnis ini akan menembus batas-batas negara, sedemikian sehingga negara tidak memiliki kekuatan kontrol apapun terhadap anggota-anggotanya (rakyat dan penyelenggara negara). Bisa saja rakyat ini menjadi loyal ke perusahaan ketimbang loyal ke Negara. Sebenernya yg kita ributkan selama ini hanyalah "nafsu" untuk mengontrol dan mengatur jalannya kehidupan. Tidak dimilkinya kemampuan mengontrol diri sendiri ini yg disebut sebagai terjajah (tidak merdeka). Saya sendiri merasa di Indonesia ini kemampuan ilmiah akademis tidak memiliki kekuatan kontrol lagi, justru politisilah yg lebih banyak mengontrol. Segala sesuatu dipolitisir. Segalanya menjadi membuyat. rdp On 4/5/06, B. Pujasmadi < [EMAIL PROTECTED]> wrote: > Kalo pendapatan sebuah perusahaan lebih besar dari pendapatan negara, apa itu artinya? Negara salah urus, atau sumber daya yang lemah? Padahal aset negara kita mestinya jauh lebih besar dari asset perusahaan sekelas Exxon. > > BPJ > > Rovicky Dwi Putrohari <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Lah kalau budgetnya saja sudah berlipet-lipet dari APBN kita .... > makanya kita ndak ada apa-apanya dimata EXXON :( Mnurutku salah > satunya ya jangan sesekali memasukkan Exxon dalam percaturan politik > kenegaraan. Mboh gimana caranya ...... pokoke setiap entity bisnis > dihadapi dengan bisnis juga. Jangan sampai Politisi deal bisnis, wah > pasti ambyarr deh .... > > Tapi aku rasa suatu saat nanti yg disebut dengan "NEGARA" juga akan > hilang dengan sendirinya seperti hilangnya kerajaan dalam perjalanan > sejarah manusia. Jadi siapa nih yang harus dibelain kalau toh negara juga lenyap. > > RDP > "are we the Saudi's of geothermals ?" > *========================== > > PERINGKAT PERUSAHAAN > ExxonMobil Terbesar di AS* > --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi --------------------------------------------------------------------- --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi ---------------------------------------------------------------------

