Nah, untuk light oil (API > 40 deg API), formasi dengan permeabilitas sekecil 5 
mD pun mampu mengalirkan minyak. Terima kasih Pak Yanto untuk kontribusinya.
   
  salam,
  awang

Yanto Salim <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  Pak Awang,



Memang Kais Carbonate agak specific, catatan kami yang ada (original
field condition) menunjukkan bahwa: 

* ada field yang average permeabilitynya 18 mD flowing oil 34.3
deg. API

* ada field yang average permeabilitynya 24.6 mD flowing oil
25.7 deg. API.

* Ada field yang average permeabilitynya 37.7 mD flowing 36.5
deg API.

* Ada field yang average permeabilitynya 5 mD flowing 43.5 deg.
API.



Salam



Yanto Salim



-----Original Message-----
From: Awang Harun Satyana [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Friday, April 07, 2006 9:24 AM
To: [email protected]
Subject: RE: [iagi-net-l] Shale-Gas Play : Exploring and Producing Gas
from Source Rocks



Mas Bambang,



Hal lain yang harus dipikirkan tentang shale-gas play ini adalah apakah
ia gas-prone atau oil-prone, saya pikir brown-shale di CSB sangat
lakustrin (tipe kerogen I) dan sangat oil-prone, jelas akan lebih sulit
untuk ekspulsinya dibanding gas (terhubung ke permeability cut off). Di
samping itu, brown shale adalah dominantly spent source rocks, SR yang
sudah menggenerasikan banyak hidrokarbon. Kandidat baik untuk shale-gas
pay adalah generating SR atau potential SR. Untuk play ini, kalau ada
shale di Petani malah bisa lebih baik dari Brown shale kelihatannya.



Statistik minimum permeability untuk flowing oil ada, tetapi serabutan,
di Salawati, 20-30 mD masih bagus untuk flowing oil di Kais carbonates,
tetapi light oil (volatile). Oil yang medium gravity 30an API mungkin
sulit melewatinya (Pak Yanto Salim PetroChina Kepala Burung mungkin bisa
klarifikasi ?)



Salam,

Awang



-----Original Message-----

From: Bambang Murti [mailto:[EMAIL PROTECTED] 

Sent: Friday, April 07, 2006 8:15 AM

To: [email protected]; [EMAIL PROTECTED]

Subject: [iagi-net-l] Shale-Gas Play : Exploring and Producing Gas from
Source Rocks



Konsep yang menarik pak Awang. Untuk fluida gas, rasanya sah-sah saja,

ini mengingat relative permeability-nya dan tentu saja viscosity-nya,

jadi, ada fracture dikit aja, brulll, gas-nya bisa keluar, nasib baik

kalau ikutan kondensat-nya. CBM juga mempergunakan prinsip yang sama.

Gas tidak dijumpai dalam fraksi bebas tetapi terikat dalam struktur

molekular-nya, itu yang menyebabkan kenapa sumur-sumur gas di CBM

diperlukan dalam jumlah yang banyak.

Kalau untuk fluida yang relative permeability-nya lebih rendah dan

viscosity-nya lebih tinggi, mungkin ceritanya sedikit berbeda.

Barangkali pak Awang punya statistik, minimum permeability yang bisa

mengalirkan minyak. Barangkali ada KPS yang sudah melakukan hal

tersebut? Yang penting ada good shows, lithology terserah. Bisa-bisa

chimney, kalau size-nya besar, bisa menjadi exploration/exploitation

target juga.

Bisa-bisa si "Brown Shale" di CSB bisa menjadi target yang menarik tuh.

Bambang

-----Original Message-----

From: Awang Satyana [mailto:[EMAIL PROTECTED] 

Sent: Thursday, April 06, 2006 12:46 PM

To: [email protected]; [EMAIL PROTECTED]

Subject: [iagi-net-l] Shale-Gas Play : Exploring and Producing Gas from

Source Rocks



Belakangan, konsep eksplorasi dan memproduksi gas dari serpih yang

berkualitas sebagai batuan induk ramai dikerjakan perusahaan2 pemain gas

di wilayah midcontinent US. Tak perlu lagi mencari reservoir

batupasir/karbonat/basement yang berindikasi mengandung gas, cari saja

langsung batuan induknya (serpih) bor, retakkan (fract), dan produksikan

gasnya. 



Metode ini sebenarnya sudah terbukti sejak 1998, saat gas

diproduksikan dari Barnett shale (berumur Karbon) di cekungan Fort Worth

north-central Texas. Pekerjaan2 tujuh tahun terakhir menunjukkan bahwa

potensinya terus mengembang, bahkan ada yang memprediksikan bahwa gas

produksi gas dari Barnett shale bisa melampaui produksi gas dari

lapangan gas terbesar di US, Hugoton Field. Sebanyak 1 TCFG telah

diproduksikan dari Barnett shale ini sampai akhir 2005 kemarin ("AAPG

Explorer" edisi Februari 2006). Devon Energy, pemain gas terbesar di US

midcontinent telah mengebor sebanyak 2000 sumur produksi untuk menguras

gas di Barnett shale.



Apakah hanya di Fort Worth Basin ? Tidak, belakangan ditemukan pula

shale-gas play di Fayetteville shale di Arkoma Basin (Arkansas-Oklahoma)

yang seumur dengan Barnett shale. Sebanyak 80 sumur telah dibor

operator2 gas di wilayah ini dan umumnya menemukan gas. Tebal shale

bervariasi dari 50-75 ft di Arkansas, 300 ft di bagian timur Arkoma,

sampai melebihi 1000 ft di wilayah Mississippi Embayment. 



Apa syarat-syarat utama play ini ? Shale harus punya kualitas source

rock yang baik, gas-generative capacity yang baik, harus matang,

fracturability yang tinggi-bedded (agar mudah di-frac), horizontal

drilling. Maka evaluasi geologi-geokimia yang baik, teknik horizontal

drilling dengan geo-steering yang baik, dan production dengan frac

technology adalah mutlak diperlukan.



Frac technology dalam hal ini sama saja dengan meniru proses alamiah

ekspulsi gas dari shale yang memang melalui microfracturing di fissile

zones serpih kaya organik tersebut. Maka semakin fissile shale itu

semakin baik.



Kalau suatu saat ditemukan shale dengan log GR off-scale dan high

resistive, jangan dilewatkan, itu berpotensi shale-gas play. Tak perlu

reservoir, tak perlu perangkap, hanya perlu shale yang kaya organik,

matang, bor horizontal dan frac !



salam,

awang





---------------------------------

Talk is cheap. Use Yahoo! Messenger to make PC-to-Phone calls. Great

rates starting at 1¢/min.

----------------------------------------------------------------------

This e-mail, including any attached files, may contain confidential and
privileged information for the sole use of the intended recipient. Any
review, use, distribution, or disclosure by others is strictly
prohibited. If you are not the intended recipient (or authorized to
receive information for the intended recipient), please contact the
sender by reply e-mail and delete all copies of this message.



---------------------------------------------------------------------

To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id

To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id

Visit IAGI Website: http://iagi.or.id



Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:

Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta

No. Rek: 123 0085005314

Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)



Bank BCA KCP. Manara Mulia

No. Rekening: 255-1088580

A/n: Shinta Damayanti



IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/

IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi

---------------------------------------------------------------------





-- 

No virus found in this incoming message.

Checked by AVG Free Edition.

Version: 7.1.385 / Virus Database: 268.3.5/303 - Release Date: 4/6/2006





-- 

No virus found in this outgoing message.

Checked by AVG Free Edition.

Version: 7.1.385 / Virus Database: 268.3.5/303 - Release Date: 4/6/2006





---------------------------------------------------------------------

To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id

To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id

Visit IAGI Website: http://iagi.or.id



Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:

Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta

No. Rek: 123 0085005314

Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)



Bank BCA KCP. Manara Mulia

No. Rekening: 255-1088580

A/n: Shinta Damayanti



IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/

IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi

---------------------------------------------------------------------







                
---------------------------------
Love cheap thrills? Enjoy PC-to-Phone  calls to 30+ countries for just 2¢/min 
with Yahoo! Messenger with Voice.

Kirim email ke