Sepertinya magma Merapi membeku membentuk plug-lava (sumbat lava) di
puncak/kepundan. Kemudian karena adanya tekanan gas di bawahnya akan
terjadi terobosan gas melalui rekah yang ada (pada lava), mengikis
sebagian lava dan terlontarlah hasil kikisan sebagai "guguran lava"

bpriadi


> Pak vicky,
>   saya kurang 'ngeh' sama yang namanya "guguran lava"..
>   yang saya tangkap maksudnya seperti piroklastik falls karena ada kata
> guguran.. atau lebih ke lava flow ? (saya rasa sih tidak..) mungkin
> diantara keduanya ya? tapi saya salut akan kegigihan rekan-rekan jogja
> (ugm, upn, dsb) yang selalu kekeuh dengan mengindonesiakan
> istilah-istilah keteknikan yang oleh orang lain cenderung diadopsi
> langsung dari bahasa inggris..  walaupun bagi saya (dan rekan-rekan
> yang tidak terbiasa) sering jadi harus di interpretasikan lagi dari
> kalimat-kalimatnya.. sayangnya untuk "guguran lava" ini saya tidak
> dapat men'detemine' artinya pak..  mohon pencerahan...
>
>   hatur nuhun,
>   have a nice, long, weekend...
>
>   heru
>   "First they ignore you, then they laugh at you, then they fight you,
> then you win." (Mahatma Gandhi op cit Robbie Williams, 2006)
>
>
>
> Rovicky Dwi Putrohari <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>   Ada Guguran Lava, Merapi Ditutup untuk Pendakian
>
> Magelang (11/04/2006) - Gunung Merapi yang terletak di wilayah
> Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Kabupaten Magelang,
> Jawa Tengah, sejak Senin (10/4) dinyatakan ditutup untuk pendakian dari
> segala arah. Masyarakat dan penambang pasir dilarang beraktivitas dalam
> radius tujuh kilometer dari Gunung Merapi.
>
> Hal ini menyusul ditemukannya guguran lava baru di sekitar Pasar Bubar
> hingga ke Puncak Gunung Merapi. Aktivitas Gunung Merapi hingga saat ini
> masih dalam status waspada.
>
> Peringatan ini secara resmi disebarluaskan Badan Penelitian dan
> Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) DI Yogyakarta lewat radio
> komunikasi ke masing-masing pos pengamatan Gunung Merapi, Minggu lalu.
> Salah satunya, berita itu disampaikan ke Pos Pengamatan Gunung Merapi
> Babadan di Desa Krinjing, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang.
>
> Lava baru
>
> Ketika dikonfirmasi, Kepala Seksi Gunung Merapi BPPTK Subandrio pun
> membenarkan adanya peringatan tersebut. "Tepatnya sejak hari Jumat
> kemarin Merapi sudah ditutup untuk pendakian. Pada hari Jumat itu, saat
> saya mendaki ke puncak Merapi, ditemukan ada guguran lava baru di
> sekitar Pasar Bubar," ujar Subandrio.
>
> Ditemukannya guguran tersebut, menurut dia, perlu diwaspadai karena bisa
> mengancam keselamatan para pendaki. "Dikhawatirkan guguran lava ini akan
> menimpa para pendaki. Karena itu, untuk sekarang ini Merapi ditutup
> untuk pendakian," katanya.
>
> Berdasarkan peringatan yang disampaikan lewat radio komunikasi dan
> dibacakan oleh pengamat Geologi BPPTK DI Yogyakarta, Dewi Sri Sayuti,
> segala aktivitas warga dan penambangan pasir dalam radius tujuh
> kilometer dari Gunung Merapi harus dihentikan.
>
> Selain itu, bagi wisatawan dan pendaki dilarang melakukan pendakian dari
> segala arah. Hal itu dikarenakan sejumlah jalur pendakian di
> Gunung Merapi merupakan jalur aliran lava.
>
> Dewi Sri Sayuti melaporkan, berdasarkan pengamatan seismik, aktivitas
> kegempaan di Gunung Merapi juga meningkat dari 91 kali menjadi 96
> kali. Beberapa di antaranya pada hari Minggu tercatat terjadi 85 kali
> gempa permukaan, 6 kali gempa vulkanik dangkal, dan 5 kali terjadi gempa
> akibat guguran.
>
> Sedangkan pengamatan secara visual masih sulit dilakukan. Hal ini
> dikarenakan curah hujan di sekitar Gunung Merapi yang masih tinggi
> sehingga gunung ini selalu diselimuti kabut tebal.
>
> "Kalau dilihat dari jumlah kegempaan permukaan itu, memang cukup
> tinggi sehingga harus tetap waspada. Namun, masalahnya sampai sekarang
> kabut di Merapi itu sangat tebal sehingga sulit untuk dilakukan
> pengamatan visual," kata Subandrio menambahkan. (Sumber: Kompas)
>
> --------------------------------------------------------------------- To
> unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
>
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
>
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
>
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> ---------------------------------------------------------------------
>
>
>
>
> ---------------------------------
> Yahoo! Messenger with Voice. PC-to-Phone calls for ridiculously low
> rates.




---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id

Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)

Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti

IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke