Salam magmatologi
Ada 2 jenis bencana geologi skala besar yang sering menimbulkan korban
besar, yaitu gempa bumi dan letusan gunungapi. Sudah sejak ribuan tahun
manusia mencoba untuk mepredeksi kapan dan di mana bencana itu akan terjadi.
Usaha yang dilakukan mulai dari mempelajari gejala alamnya secara ilmiah,
juga gejala lain (misalnya tingkah laku binatang liar), dan juga secara
non-ilmiah (wangsit, paranormal, dsb). Semua usaha itu bersifat pendekatan,
kadang-kadang berhasil, kadang-kadang meleset. Sampai sekarang belum ada
seorangpun yang mampu meramal 100% baik secara ilmiah maupun non- ilmiah,
juga di negara maju dengan fasilitas melimpah sekalipun. Tugas kita sebagai
ilmuwan yaitu berusaha semampunya dengan sarana yang ada, dan secara terbuka
mengumumkan hasilnya kepada masarakat disertai dengan keterbatasan yang ada
SECARA JUJUR (jangan menyembunyikan kelemahan dari hasil penelitiannya), hal
ini akan secara tidak langsung mendidik masyarakat untuk menerima dengan
jernih.
Saya sendiri tidak apriori terhadap hasil pemikiran dan peringatan dari
sebagian individu secara metafisika (paranormal?), karena saya percaya ada
sebagian orang yang mempunyai kelebihan ini. Secara ilmiah, gempa atau
letusan gunungapi sebelum terjadi akan ada pengumpulan energi yang makin
meningkat secara internal, yang akan dilepaskan mendadak saat terjadi
letusan atau gempa besar. Nah saat terjadi penumpukan energi ini akan timbul
tegangan internal yang besar dan menimbulkan semacam gelombang sub-sonik di
sekitarnya. Orang-orang tertentu akan mampu menangkap gelombang ini, nah
tinggal orang tersebut terlatih apa tidak untuk menganalisis intensitas
getaran/ gelombang ini, kapan "dilepaskan" atau masih menunggu lagi?
Instrumen ilmiah juga sudah diciptakan, misalnya untuk mengukur deformasi
seperti di G Merapi, ataupun instrumen lain, atau juga secara petrologis
selalu menganalisis kimia batuan/ lava yang dekeluarkan oleh gunungapi,
karena ahli petrologi tahu bila kandungan SiO2 dari batuan meningkat,
magmanya makin mengental, dan kemungkinan tersumbatnya diatrema akan besar.
Begitu tersumbat, akan terjadi akumulasi tekanan gas maupun tekanan magma
dari bawah yang tak bisa mengalir kepermukaan, yang akan memicu terjadinya
ledakan.
Jadi menurut saya, karena menyangkut keselamatan jiwa banyak orang, tak ada
salahnya memakai semua pendekatan secara proposional adalah jalan terbaik.
Salam,
Yatno (YSY)
----- Original Message -----
From: "Iman Argakoesoemah" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Wednesday, April 19, 2006 5:28 PM
Subject: RE: [iagi-net-l] Kapan Merapi Meletus ?
Katanya 7 hari lagi ..... ?
-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Thursday, April 20, 2006 7:22 AM
To: [email protected]
Subject: [iagi-net-l] Kapan Merapi Meletus ?
Merapi bakalan meletus 10 - 14 hari mendatang demikian sendiko
pendito Raja NgaYogyokarto Hadiningrat,Sultan Hamengku Buono
Kaping sedoso (demikian di Detik .com.)Apa wedus gembelnya sudah pada lari
ya....
Ism
___________________________________________________________
indomail - Your everyday mail - http://indomail.indo.net.id
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
--
No virus found in this incoming message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.1.385 / Virus Database: 268.4.4/319 - Release Date: 4/19/2006
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------