Iya Abah, di sebuah kampung di Jakarta ada lomba menyetrika kemeja buat
bapak2 dan mereka ngga ada yang bisa nyeterika dengan rapih.
"Awang Harun Satyana" <[EMAIL PROTECTED]>
04/21/2006 10:54 AM
Please respond to iagi-net
To: <[email protected]>
cc:
Subject: RE: [iagi-net-l] Hari Kartini
Abah,
Ada yang masih tidur, ada yang layap-layap tertidur, ada yang baru bangun,
ada yang sudah lama bangun. Proporsinya mungkin Abah sendiri tahu.
Wanita (sarjana atau bukan) yang memilih menjalankan tugasnya di rumah
adalah melakukan tugas mulia. Tidak ada lelaki berkeluarga yang sukses
tanpa dukungan istrinya, sekecil apapun. Contoh sederhana saja, apakah
sang ayah bisa menjalankan kariernya dengan mulus sampai sukses bila
anak2nya terlantar tak ada yang mengurusi di rumah ? Maka keberhasilan
lelaki berkeluarga setengahnya dikontribusi oleh istrinya.
Berpendidikan tak identik harus bersekolah. "Menjadi apa diri kita
bergantung kepada apa yang kita baca setelah semua guru-guru kita selesai
mendidik kita. Maka, universitas yang paling besar adalah kumpulan
buku-buku" (Thomas Carlylee). Walaupun di rumah, ibu-ibu rumah tangga bisa
sepintar kaumnya yang pergi ke kantor atau bersekolah. Asal, mereka rajin
belajar sambil mengurus rumah tangga (tentu tantangannya lebih besar dan
lebih berat, maka saya sangat salut kepada ibu2 rumah tangga yang pintar).
Coba kita para lelaki tinggal di rumah seminggu saja dan lakukan A-Z
pekerjaan rumah tangga serta mengurus anak2, hm..sungguh tak mudah dan tak
ringan. Jadi, hormati dan hargailah para wanita yang memilih tinggal di
rumah agar karier suaminya sukses (sebab secara jujur itu belum tentu
keinginan mereka juga)
Salam,
awang
-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Friday, April 21, 2006 9:57 AM
To: [email protected]
Subject: RE: [iagi-net-l] Hari Kartini
Dulu, semasa masih sekolah menengah-kuliah, saya tulis besar2 di dinding
kamar saya, "doloris sopitam recreant vulnera viva animam" - luka duka
dan derita akan membangunkan kemampuan jiwa yang layap-layap tertidur.
>
> Salam,
> Awang
_________________________________________________________________________
Awang
Sekarang kalau Anda amati bangsa kita apakah dia masih layap layap apa
masih tidur juga ?????????????
Ngomomg - ngomong Hari Kartini , selalu ada pertanyaan dihati saya :
" Apakah wanita yang memilih menjadi ibu/isteri yang menjalankan
tugas-nya dirumah belum atau tidak sesuai dengan semangat Kartini?".
Tah , kumaha pendapat Parvita dan Kartini IAGI lainnya ?
Si - Abah
>
> -----Original Message-----
> From: Nataniel Mangiwa [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> Sent: Thursday, April 20, 2006 1:36 PM
> To: [email protected]
> Cc: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: Re: [iagi-net-l] Hari Kartini
>
> ini ngutip dari mana Pak Awang? atau berdasarkan pelajaran hidup ;)
>
> "Tidak akan ada kepintaran kalau tidak ada kebodohan"
>
> just curious..
>
> On 4/20/06, Awang Satyana <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>> "Tidak akan ada kepintaran kalau tidak ada kebodohan" (orang harus
>> menyadari dulu kebodohannya sebelum ia berusaha untuk menjadi pintar).
>>
>> Ingat hari Ibu Kartini, ingat kumpulan surat-suratnya kepada
>> teman-teman Belandanya yang kemudian dibukukan berjudul "Door
>> Duisternis tot Licht". Buku ini suka diterjemahkan sebagai "Habis Gelap
>> Terbitlah Terang". Saya pikir, yang lebih cocok mewakili pemikiran2
>> Kartini adalah kalau diterjemahkan "Karena Kegelapan Terbitlah Terang"
>> atau "Oleh Kegelapan Terbitlah Terang". Ini bukan hanya secara leksikal
>> bahasa Belanda lebih mengena, tetapi juga secara maknawi lebih pas.
>>
>> Kartini mengeluh dalam surat2nya (semoga banyak perempuan Indonesia
>> telah membacanya) tentang sistem (saat itu) yang membendung agar
>> perempuan Indonesia tidak menjadi pintar - hanya cukup di dapur dan
>> melayani suami serta anak2nya. Maka, tak heran kalau kebodohan
>> (kegelapan akan ilmu pengetahuan) melanda mereka (bagaimana bisa
>> menjadi pintar kalau membaca pun tidak bisa ?).
>>
>> Menyadari bahwa banyak kaumnya yang masih ada di dalam kegelapan,
>> Kartini berani menentang zamannya dengan mendirikan sekolah buat
>> kaumnya walaupun tak lama umurnya (karena terhalang "tugas klasik" pula
>> sebagai perempuan bersuami). Baguslah ada penerus2nya sehingga
>> perempuan2 Indonesia pun pada saat itu mulai banyak yang sepintar
>> Kartini.
>>
>> Maka, tepatlah kalau Abendanon, teman senior Kartini, memberikan judul
>> "Door Duisternis tot Licht" - oleh kegelapan kebodohan terbitlah
>> terang kepintaran.
>>
>> Dalam dunia geologi, semoga makin banyak geologist wanita Indonesia
>> yang cemerlang, yang berani mengemukakan pendapatnya, yang banyak
>> menulis paper. Buat rekan2 saya, geologist wanita Indonesia, selamat
>> hari Ibu Kartini, semoga bisa menangkap semangatnya !
>>
>> salam,
>> awang
>
> ---------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
>
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
>
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
>
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> ---------------------------------------------------------------------
>
>
> --
> No virus found in this incoming message.
> Checked by AVG Free Edition.
> Version: 7.1.385 / Virus Database: 268.4.4/319 - Release Date: 4/19/2006
>
>
> --
> No virus found in this outgoing message.
> Checked by AVG Free Edition.
> Version: 7.1.385 / Virus Database: 268.4.4/319 - Release Date: 4/19/2006
>
>
> ---------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
>
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
>
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
>
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> ---------------------------------------------------------------------
>
>
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
--
No virus found in this incoming message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.1.385 / Virus Database: 268.4.4/320 - Release Date: 4/20/2006
--
No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.1.385 / Virus Database: 268.4.4/320 - Release Date: 4/20/2006
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------