Robby,
Biodegradasi sedikit banyak sudah dibahas kok, tetapi memang tidak dari awal.
Spilled oils jelas akan terpengaruh evaporasi dan biodegradasi karena
tersingkap ke udara dan air. Soal biodegradasi, memang semakin dekat ke
permukaan semakin besar peluang terbiodegrasi selama ada interface antara
reservoir dengan meteoric water dan temperatur lebih kecil dari 80 deg C.
Meteoric water akan membawa oksigen dan mengandung bakteri (aerob bacteria).
Bakteri aerob pemakan minyak banyak yang tak hidup di temperatur lebih tinggi
dari 80 deg C. Jadi, spilled oils kebanyakan terbiodegradasi, tetapi tidak
selalu.
Berapa persen yang terbiodegradasi ? Bisa dilakukan dengan plotting
temperatur reservoir. Sekali sudah diketahui bahwa minyak di suatu lapangan
sudah terbiodegradasi, maka berapa luas dampaknya bisa dilakukan dengan
plotting temperatur reservoir dan areal closure, serta dikontrol hubungannya
kepada apakah bagian lapangan itu punya jalan ke interface reservoir-meteoric
water. Berapa luas bagian reservoir yang temperaturnya lebih rendah dari 80 deg
dan seberapa terbuka reservoir2 itu ke interface tadi. Itu akan menghasilkan
angka persentase biodegradasi. Lebih bagus lagi kalau ada cek dengan melihat
properties geokimia produced oils di reservoir2 yang telah dipetakan
terbiodegrdasi. Sederhana saja, lihat API, S, dan fraksi saturatnya berapa.
Kalau API sudah <20, S > 1 %, saturat <30 % maka ia biodegraded.
Pada lapangan-lapangan atau struktur2 penemuan dangkal, lebih baik dilakukan
analisis biodegradasi lebih detail.
salam,
awang
[EMAIL PROTECTED] wrote:
Pak, Awang, kayaknya ada hal yg belum dibahas berkaitan dgn oil/gas
seepages ini. Biodegradasi. Bagaimana dengan biodegradasinya? Semakin
dekat dengan permukaan, kemungkinan terkena proses ini semakin besar. Lalu
berapa persen maximun minyak terbiodegradasikan dari volume totalnya?
mohon pencerahan.
regards,
roby nurzaman
---------------------------------
Blab-away for as little as 1ยข/min. Make PC-to-Phone Calls using Yahoo!
Messenger with Voice.