Saya pikir email ini sudah masuk milis, ternyata baru diskusi pribadi, sekarang saya cc-kan ke milis IAGI-net.
Konferensi mahasiswa semacam ini menjiplak Victorian Universities Earth and Environmental Sciences Conference. ISSN kumpulan abstrak mereka adalah 0729 011X. Penerbit kumpulan abstrak ini adalah Geological Society of Australia, dan sepertinya ISSN itu digunakan juga untuk abstrak konferensi GSA yang lain. Usulan membuat konferensi semacam ini bukan hanya karena asumsi setiap produk luar negeri selalu lebih baik, tapi konferensi ilmiah mahasiswa semacam ini menurut saya bermanfaat, malah lebih bermanfaat daripada sebuah seminar yang presenternya bukan mahasiswa. Biaya mengorganisasi seminar sendiri biasanya mahal, saya tahu karena saya pernah menjadi ketua panitia seminar nasional Lustrum sebuah HMTG, kemudian beberapa tahun kemudian ada mahasiswa yang bercerita betapa sulitnya mengorganisasi seminar nasional yang besar karena persoalan biaya. Beruntung sekali saat kami membuat seminar itu teman-teman panitia yang lain sangat kompak dalam mencari biaya penyelenggaraan, ditambah lagi waktu itu bantuan dari "jaringan alumni" cukup baik sehingga semua bisa terlaksana dengan lancar. Seandainya biaya seminar bisa ditekanpun, tentu tetap berbeda karena presenternya mahasiswa tadi. Bisa atau tidaknya konferensi semacam ini diselenggarakan sebenarnya bukan tergantung pada IAGI saja, tetapi juga mahasiswa yang menjadi penyelenggara. Justru mahasiswalah yang perlu mengambil inisiatif lebih dulu. Kesadaran mahasiswa untuk mau mengganti seminar nasional dengan konferensi ilmiah seperti ini sangat penting, kecuali jika mahasiswa lewat HMTG masing-masing pengen "show off" karena "sukses" mengundang menteri atau dirjen atau artis. Bapak/Ibu dosen juga mempunyai peran penting, karena beliau-beliau-lah yang akan "memaksa" mahasiswa mereka menulis abstrak dan mempresentasikan proyek mereka di konferensi ini. Jika Forhimagi sendiri sudah memiliki acara seperti ini, saya pikir ini bisa dikembangkan menjadi konferensi ilmiah tahunan (kalau memang ingin membuat konferensi lingkup nasional). Tapi seperti yang saya katakan di email sebelumnya, acara ini jadi tumpang tindih dengan Student Session-nya PIT IAGI atau IPA. Coba kita bandingkan abstrak VUEESC dengan abstrak atau bahkan paper mahasiswa kita yang dituliskan ke karya ilmiah Forhimagi. Yang satu diakui sebagai abstrak konferensi ilmiah GSA, dosen-dosen mereka kadang ikutan kecipratan nama (karena ikut membaca dan mengoreksi abstrak itu), kemudian bisa dibaca orang di seluruh dunia (karena kebetulan menggunakan bahasa Inggris dan oleh karena itu bisa dicari melalui Georef, malah bisa dijadikan referensi-secara teoritis; bagi yang punya akses ke Georef sih), karya rekan-rekan Forhimagi hanya diketahui oleh kalangan terbatas. Padahal karya tulisnya bahkan berupa paper, yang sudah di-review oleh ilmuwan yang lebih senior juga (cuma berbeda bahasanya saja). Mungkin ada yang mencibir VUEESC dengan mengatakan "cuman begitu saja jadi karya ilmiah mahasiswa yang diterbitkan Geological Society of Australia", sedangkan presentasi ilmiah mahasiswa kita sendiri yang lebih lengkap pake full paper segala mungkin "belum pantas" dijadikan acuan. Lah terus kapan lagi kita membantu mahasiswa kita dan kapan kita baru mulai mempromosikan hasil karya mereka? Ringkasnya, 300 kata + presentasi 15 menit, jadi deh karya ilmiah mahasiswa. Mengapa kita mempersulit diri sendiri? Apakah kesulitan-kesulitan ini membuat kita lebih produktif menulis? Salam Minarwan On 4/25/06, Andri Syafriya <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Ya that's a good idea, dulu hal yang seperti ini yang sangat > ditunggu-tunggu sewaktu saya jadi mahasiswa dan pasti sangat membuka > wawasan para mahasiswa. Semoga ide Bapak bisa di follow-up oleh IAGI. > > Andri > > -----Original Message----- > From: Minarwan [mailto:[EMAIL PROTECTED] > Sent: 25 April 2006 14:52 > > Mas Andri, > > Terima kasih banyak untuk informasi ini. Topik ini memang tidak pernah > didiskusikan jadi tidak ada kata terlambat, justru Mas Andri-lah orang > pertama yang menanggapinya. > > Jika konferensi mahasiswa geologi tingkat nasional seperti yang Mas > Andri ceritakan memang bisa dilaksanakan, maka tentu akan lebih baik > lagi. Cuma nanti kalau sudah level nasional, mungkin akan lebih mudah > diorganisasi langsung oleh Panitia PIT IAGI. Malah lebih enak karena > mahasiswa tinggal kirim abstrak saja, biaya pelaksanaan, pengeditan > makalah dll ditanggung oleh panitian PIT. > > Apa yang saya ceritakan pada email pertama sebenarnya lebih ditekankan > pada kesederhanaan pengorganisasian acara konferensi, tanpa melibatkan > dana yang banyak (tapi ini relatif sih), kemudahan penulisan makalah > (bukan makalah tapi cuma abstrak), mungkin "medan laga" yang lebih > dikenal karena cuma level regional, isi dan cara presentasi yang oke, > ajang latihan mahasiswa mengorganisasi konferensi ilmiah sendiri, > serta yang lebih penting lagi, nilai prosiding/kumpulan abstrak yang > lebih tinggi dan diakui "keilmiahannya". > > Salam > Min > > On 4/25/06, Andri Syafriya <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > Sekedar info walaupun agak terlambat, pada tahun 2000 dalam Pertemuan > > Tahunan FORHIMAGI (Forum Himpunan Mahasiswa Geologi Indonesia) di > > Bandung pernah diadakan session presentasi makalah/karya ilmiah. > > Pertemuan ini sendiri merupakan lanjutan dari pertemuan di Medan dan > > Makasar pada tahun seblumnya. Acara ini diikuti seluruh universitas > > swasta/negeri yang mempunyai jurusan geologi di seluruh Indonesia > tidak > > hanya regional, dimana teman2 dari Geologi UNHAS Makasar, dan ITM > Medan > > sangat antusias datang walaupun harus menyeberang pulau dan perjalanan > > berhari-hari dengan kapal laut. > > > > Untuk acara tersebut juga dibuat Proceeding yang lengkap (tidak hanya > > abstrack) walaupun dari sisi editing dan lainnya sangat sederhana dan > > banyak kekurangannya karena memang baru edisi pertama. Masing2 > > perwakilan universitas punya presenter yang membawakan berbagai macam > > topic dan menarik. Kita juga melakukan penjurian untuk memilih yang > > terbaik dari sisi tulisan dan presentasi. Juri2nya antara lain Bapak > Rab > > Soekamto (P3G), Djedi S. Widarto (LIPI), Untung Sudarsono (GTL) dan > staf > > dosen Geologi. Yang terbaik pada waktu itu adalah wakil dari UGM > dengan > > tema Geoinformatika & Penginderaan Jauh. > > > > Untuk masalah dana pada saat itu kita mendapat sponsor dari beberapa > > perusahaan, walaupun kurang tidak terlalu significant. Untuk dukungan > > dari IAGI sendiri waktu itu memang terasa kurang. Sekarang saya tidak > > tahu persis apakah kegiatan ini masih berjalan atau tidak. > > > > Regards, > > > > Andri > > -- Blog at http://decartenz.blogspot.com Help GeoTUTOR at http://www.geotutor.tk Jiwa Merdeka at http://jiwamerdeka.blogspot.com --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi ---------------------------------------------------------------------

