Perkembangan Merapi dari koran KR jogeja. http://www.kedaulatan-rakyat.com/article.php?sid=52110 rdp
Wednesday, 26 April 2006, Berita Utama (Hlm Luar) Empat Skenario 'Gaya Erupsi' Merapi MENYIMAK perkembangan Gunung Merapi terakhir, membawa konsekuensi kesiagaan semua pihak, baik masyarakat maupun pemerintah. Desakan magma yang terus menerus ke arah puncak, menimbulkan berbagai kemungkinan terjadinya erupsi. Gempa-gempa permukaan yang ditangkap sensor di permukaan puncak, menunjukkan desakan magma tersebut terus terjadi. Namun demikian, magma tersebut belum dapat keluar karena masih tertahan. Menurut Kepala Pusat Studi Bencana Alam (PSBA) UGM, Dr Sunarto MS, meningkatnya gempa permukaan multi phase (MP), seperti dicatat Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) hingga sempat melebihi 200 kali, menunjukkan pergerakan magma yang terus mengarah puncak. Terhadap pergerakan tersebut, pihaknya melihat ada beberapa kemungkinan erupsi yang bisa terjadi di Gunung Merapi. Skenario pertama, jelas Sunarto, terjadi akibat desakan magma ke permukaan puncak membuat Geger Boyo runtuh, sehingga potensi 10 juta kubik kubah lava meluncur ke arah Selatan. Runtuhnya kubah lava ini menimbulkan awan panas (wedhus gembel) yang berbahaya karena suhunya sangat tinggi, ditambah material debu dan pasir. Kejadian wedhus gembel seperti ini, menurut Sunarto juga terjadi pada tahun 1994. Namun demikian, diharapkan runtuhnya kubah ini tidak menuju ke pemukiman penduduk. Daerah yang lebih aman bagi meluncurnya wedhus gembel jalur tradisi, seperti ke Barat Daya. Skenario kedua, munculnya titik api merah diam. Kemunculan titik api ini karena Geger Boyo rekah dan membuat celah untuk keluarnya gas dan lava cair. Guguran lava pijar yang muncul ini diharapkan ke arah Barat Daya, seperti yang terjadi sebelumnya. Jika ini yang terjadi, maka Gunung Merapi bisa lebih aman. Bahkan menciptakan keindahan bagi yang melihatnya. Dengan pancaran lava pijar dari puncak yang meluncur ke lereng, sangat indah untuk dilihat. Sedangkan skenario ketiga, menurut Sunarto, tekanan gas di kantong magma sangat tinggi. Tekanan tersebut terus meningkat seiring dengan terus terjadinya suplai dari dapur magma. Namun suplai ini tersumbat di kepundan. Jika ini terjadi, memang berpotensi terjadinya letusan besar. Desakan magma tersebut bisa meruntuhkan endapan kubah dan bagian puncak lainnya. Sedangkan skenario keempat adalah magma yang mendesak tersebut tidak bisa keluar dari permukaan puncak. Berbeda dengan skenario tiga, akibat tidak bisa keluar, maka magma karena gaya beratnya kembali turun menuju dapur magma. Namun demikian, dengan turun kembalinya magma tersebut bisa menjadi bom waktu di kemudian hari. Menurut Sunarto, tipe Gunung Merapi ini ternyata memiliki dua dapur magma, dalam dan dangkal. Ketika magma kembali turun, maka bisa masuk lagi ke dapur magma dangkal. Meski demikian, tambah Sunarto, diharapkan skenario erupsi yang akan terjadi, tidak membawa korban, karena meluncur ke daerah yang tidak banyak penduduknya. Namun jika ke arah pemukiman, masyarakat telah siaga sehingga bisa menghindari bahaya tersebut. Kegiatan vulkanik di Gunung Merapi ini harus terus dipantau secara berkelanjutan dengan semua alat atau instrumen yang ada. Dari sejarah erupsi gunung ini baik yang terkumpul melalui data geologis, data tertulis maupun data rekaman besaran fisis saat ini memang harus terus dianalisis. Selain itu, untuk kepentingan ke depan, peta topografi, peta geologi, peta kawasan rawan bencana Gunung Merapi, harus selalu diperbarui sesuai dengan dampak aktivitas vulkanik saat ini yang banyak mengubah morfologi bagian atas puncak Gunung Merapi. (Tim KR)-z.hari buruh -- "uniformity does not necessarily signify connectivity" --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi ---------------------------------------------------------------------

