Pak Shofi,

Untuk QC MDT pressure data bisa dilakukan sbb :
1) Lihat build-up curvenya, build-up yg cepat lebih meyakinkan validitasnya
(berhubungan dengan mobilitas), maaf di meja saya tidak ada pressure
chartnya jadi gak bisa kasih tau berapa psi/sc yg dianggap cepat itu
2) Nilai mobilitinya, lebih dari 1 umumnya valid. 
3) Waktu yg pendek untuk mencapai kestabilan pressure juga lebih meyakinkan
validitasnya, yg pasti kalau pressure naik terus secara perlahan dan
mendekati mud pressure artinya supercharge.  Tapi kalau pressure naik cepat
dan stabil pada nilai tinggi artinya high formation pressure
4) Hati2 pada pressure test bottom-up, karena menstabilkan temperatur ke
arah yg lebih rendah relatif membutuhkan waktu lebih lama dari sebaliknya.
Bandingkan Mud Pressure before dg after test untuk mengetahui apakah
temperatur alat sudah stabil.
5) Benar, kalau dari LFA sudah menunjukkan formation fluid, yg pasti tidak
terjadi supercharge
6) Kalau LFA menunjukkan (100%) mud filtrate, maka kita tidak bisa
mengetahui formation fluidnya
7) Kalau Pressure datanya valid, maka kalau 2 reservoir dengan komposisi
fluid yg sama memiliki pressure regime yg berbeda maka keduanya terpisah
oleh permeability barrier.  Hati2 dg komposisi fluid yg berbeda secara
vertikal, karena keduanya bisa memiliki pressure regime yg berbeda walaupun
connected.  Pressure regime diketahui dengan unit pressure dalam equivalent
density

Semoga bermanfaat.

 
 
A R I E F   B U D I M A N
Pertamina - Eksplorasi Sumatra
Phone    : (021) 350 2150 ext.1782
Mobile   : 0813 1770 4257 / (021) 70 23 73 63


-----Original Message-----
From: Shofiyuddin [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Thursday, April 27, 2006 6:45 AM
To: [email protected]
Cc: Shofiyuddin
Subject: [iagi-net-l] Pressure data QC and Interpretation

Barangkali ada yang mau share tentang QC pressure data dari RFT/MDT sebelum
kita melakukan interpretasi seperti penarikan fluid gradien dan penentuan
batas fluida (GWC/GOC/OWC). Untuk QC, selama ini saya paling banyak
menggunakan data mobility, lebih tinggi harganya, validitas data semakin
bagus, semakin rendah (semakin tighter formation) akan semakin tinggi
ketidakpastiannya. Adakah faktor laen yang berpengaruh?

Yang kedua, kalo kita melakukan pre-test data tidak top down, adakah koreksi
yang harus dilakukan? misal pengambilan pre-test secara acak dan bottom to
top? adakah equation yang memperhatikan efek histerisis?

Untuk melakukan interpretasi seperti penentuan gradien, saya juga
membandingkannya dengan data dari OFA/LFA dan PO sample. Kalo yang keluar
adalah HC, saya berkeyakinan data itu valid dan bagus, adakah pitfall untuk
interpretasi dari LFA/OFA ini? Nah kalao yang keluar itu filtrate, adakah
cara yang harus dilakukan untuk mengetahui jenis HC atau formation fluid
nya?

Untuk interpretasi lanjut, seringkali kita menemukan zona zona gas atau oil
yang tidak terletak dalam satu garis (different pressure regime), apakah
kita bisa memberikan interpretasi bahwa zona gas tersebut dispisahkan oleh
permeability barrier and not communication with other sand body?

Pitfall apa sajakah yang diperlukan untuk interpretasi pre-test ini.

Maaf kebanyakan nanya, soale lagi dikejar deadline ...
thanks sebelumnya? kalo ada paper atau reference, bolehlah kirim lewat japri
....


--
Salam hangat

Shofi

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id

Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)

Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti

IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke