man teman..

mungkin saya bisa sharing .....
kalo disini kita ada memo untuk pretest supervise...
saat di kantor pengambilan keputusan dilakukan oleh SOG (Senior Operation
Geologist) dan sebelum job tersebut dilakukan ada 3 team yg akan menentukan
suatu point untuk di test..
1.SOG --> Dengan mempertimbangkan logging job cost (Pretest dan fluid
analysis), efisiensi, pengalaman2 untuk reservoir2 yg probabilitynya rendah
serta kemungkinan2 akan terjadinya stuck di depan reservoir
depletion...intinya dari segi operation dan cost...
2. Asset team -> dengan data korelasi sumur2 samping untuk fluid status dan
pressure data
3. Petrophysics --> membuat rush petrophysical log berdasarkan run#1
(biasanya triple combo)

setelah mereka mengadakan diskusi...maka SOG yg akan memberikan final
decision untuk penentuan point tersebut termasuk request2 dari Asset untuk
important reservoir baik yg pressure test maupun fluid analysis..

kalo disini...tergantung fieldnya  ada beberapa field yg tidak membutuhkan
lagi pressure gradientnya dikarenakan sudah mengetahui fluid status itu
sendiri dan juga probability nya rendah karena kebanyakan shaly sand dan
kecenderungan yg tight formation...dll... jadi yg dicoba pressure test
saja...

dan ada juga field lain yg membutuhkan fluid analysis dikarenakan fieldnya
sudah mature dan adanya EOR jadi pingin memastikan fluid yg actual..

Mudah2an bermanfaat...

Ferdi R.
-Consultant OPG-



                                                                       
                      "Innaka, Riky"                                   
                      <[EMAIL PROTECTED]        To:       <[email protected]>
                      .com>                    cc:                     
                                               Subject:  RE: [iagi-net-l] 
Pressure data QC and Interpretation
                      28/04/2006 03:14                                 
                      PM                                               
                      Please respond to                                
                      iagi-net                                         
                                                                       
                                                                       




Tidak setuju (boleh nggak ya?)

MDT acquisition itu idealnya dilakukan oleh Reservoir Engineer dan di QC
dari kantor oleh Petrophysicist. InsyaAllah semua masalah data acquisition
related dengan pre-calibration tool dan acquisition itu jadi minim atau
tidak ada.

Nah Operation atau Wellsite Geologist bisa siap-siap untuk next well.


-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED]
[mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Friday, April 28, 2006 2:02 PM
To: [email protected]
Subject: RE: [iagi-net-l] Pressure data QC and Interpretation


MDT aquisition idealnya dilakukan oleh Asset / Reservoir Geologist (yang
punya reservoir) langsung di rigsite unit, sedangkan Wellsite Geologist
atau Operation Geologist hanya menemani untuk QC prosedur & mekanik.
Terutama untuk Development Field.




                      Arief Budiman

                      <[EMAIL PROTECTED]         To:
"'[email protected]'" <[email protected]>
                      a.com>                   cc:

                                               Subject: RE: [iagi-net-l]
Pressure data QC and
                      28/04/2006 12:05         Interpretation

                      PM

                      Please respond

                      to iagi-net






Mas Tony,
1) yg harus dilakukan adalah bahwa flushing flowline terhadap fluid dari
test sebelumnya benar2 bersih (=seluruh flow line terisi lumpur).  Nahwa
kemudian saat LFA ada berbagai jenis fluid, ya memang itu faktanya.  Kalau
kita samplingpun kita kadang mendapatkan multi fluid di dalamnya.

2) Untuk reservoir dari satu sumur yg terpisah secara vertikal, presure
gradien yg berbeda bisa :
- tidak berkomunikasi (bila fluid compositionnya sama),
- berkomunikasi (bila fluid compositionnya berbeda),
- berkomunikasi dan komposisinya sama tapi kedua reservoir tersebut pada
pressure transition zone (ada perubahan formation pressure regimenya yg
cepat per satuan interval kedalaman)

3) benar, pressure gradient bisa untuk mengukur ketebalan HC column




A R I E F   B U D I M A N
Pertamina - Eksplorasi Sumatra
Phone    : (021) 350 2150 ext.1782
Mobile   : 0813 1770 4257 / (021) 70 23 73 63


-----Original Message-----
From: tony soelistyo [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Thursday, April 27, 2006 8:56 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net-l] Pressure data QC and Interpretation

*Berikut beberapa point yang mungkin bisa bermanfaat berdasarkan apa yang
saya alami.*
**
Mas Shofi wrote :adakah pitfall
untuk
interpretasi dari LFA/OFA ini?
*ada, Mas. Data LFA/OFA itu seringkali juga tidak selalu memberikan
konfirmasi apakah fluidanya gas atau oil atau filtrate atau water. Pernah
mengalami P/O (pump out) lalu melihat LFA/OFA dan disana gas flag ada, oil
colouration ada tapi juga channel blue (airnya) ada atau resistivity sensor
curve-nya bergerak (artinya ada air)? Atau oil colourationnya rendah terus
padahal sudah memompa sekian puluh liter dalam sekian puluh menit (dalam
barangkali invasinya ya)? * *Biasanya lalu untuk reservoir yang kiritikal
(semuanya biasanya kritikal buat G&G...he5x) dilihat dari potential
volumenya, setelah OFA/LFA lalu diikuti dengan sampling. Saya tidak bilang
setiap LFA/OFA tidak bisa dipercaya lho, karena banyak kasus juga LFA/OFA
digabung dengan pretest gradient, log character memberikan data yang sudah
sangat cukup untuk mengetahui apa fulidanya dan berapa potential kolomnya.
Nah, untuk reservoir yang tipis (low P&P), disinilah LFA/OFA comes very
handy tapi di reservoir seperti ini pula yang paling sering terjadi
ambiguity...:-)*

apakah
kita bisa memberikan interpretasi bahwa zona gas tersebut dispisahkan oleh
permeability barrier and not communication with other sand body?
*menyambung komentarnya Mas Syaiful, rule of thumb saya : zona-zona yang
tidak segaris (diluar batas toleransi +/- psia) sudah pasti not in
communication, tapi bukan berarti zona yang segaris sudah pasti in
communication, they're maybe in communication in geology-time but not
necessarily in production time.* *tapi sekarang giliran saya yang bertanya
: adakah yang pernah mengalami zona-zona yang diinterpretasi
"not-incommunication" dari data pretests ternyata ketika diproduksi dan
diambil pretest datanya lagi dan mungkin juga data dari sumur-sumur
produksi berikutnya, ternyata menjadi "in-comunication" dalam masa produksi
?*

Mas Romdoni wrote : Just curious, Kalau sudah ada data fluid analysis,
untuk apa di gradient lagi yah mas?
*gradient tetap diperlukan karena: *
*1. kemungkinan terjadinya ambiguity dari analisa LFA/OFA * *2.
dipergunakan untuk mengestimasi tinggi kolom HC dan juga kontak* *malah
kalau pakai pakem alm. Unocal dalam explorasi (SX = Saturation
Exploration), kalau bisa di"gradient"-khan, seberapa kritikal LFA/OFA
dilakukan di zona tersebut (i.e. LFA/OFA hanya pada zona-zona tertentu
saja). * *Kalau reservoirnya tebal-tebal dan punya P&P yang bagus, mestinya
pretest gradient itu reliable lho.*

*salam,*
*tony (tadi pagi satu LRT kita kayanya, Mas Shofi)
*
On 4/27/06, Romdoni <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Pak shofi, sekedar sharing pengalaman.
> Untuk QC pressure, langkah awal, Kita bisa lihat dari PTA analysis nya
> (bentuk build up, kestabilan atau repeatabilitynya).  Sewaktu di oil
> company sebelumnya, saya menggunakan horner plot antara pressure vs
> derivative time(excel macro), biasanya dilakukan di lapangan. Kalau
> grafiknya cembung kebawah berarti data tersebut valid.  Tetapi saat
> ini setahu saya tidak digunakan lagi.
>
> Betul pak shofi, mobility bisa dijadikan acuan awal untuk memvalidasi
> PT.
> Dan pada umumya, secara statistic PT yang mempunyai mobility less than
> 1 dpt diinterpretasikan sebagai tight or super charge. (tumb of rule
> nya salah satu wireline service company).  Kecuali kita pakai XPT yang
> applicable untuk very low mobility.
>
> Untuk pretest top-down or btm-top, sebenarnya tidak ada perbedaan yang
> significant, Tapi effect yang berpengaruh dlm kedua strategy PT
> tersebut hanyalah kestabilan temperature dalam tool yang dapat
> mempengaruhi pembacaan Quartz gauge nya yang tentu saja berpengaruh
> dalam keakuratan PT valuenya.
> Jadi konsekuensinya, Kalau kita btm-top, karena RIH cepat, maka kita
> butuh waktu yang lebih lama di bottom (sebelum PT#1) agar temperature
> di gauge sudah stabil sebelum melakukan PT.
>
> Just curious, Kalau sudah ada data fluid analysis, untuk apa di
> gradient lagi yah mas?
> Bukankah gradient nya dilakukan untuk mengetahui fluidnya yang sudah
> diketahui dari LFA nya.  Karena pressure gradient sangat banyak
> keterbatasannya.
>
> Sekian
>
> -----Original Message-----
> From: Shofiyuddin [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> Sent: Thursday, April 27, 2006 6:45 AM
> To: [email protected]
> Cc: Shofiyuddin
> Subject: [iagi-net-l] Pressure data QC and Interpretation
>
> Barangkali ada yang mau share tentang QC pressure data dari RFT/MDT
> sebelum kita melakukan interpretasi seperti penarikan fluid gradien
> dan penentuan batas fluida (GWC/GOC/OWC). Untuk QC, selama ini saya
> paling banyak menggunakan data mobility, lebih tinggi harganya,
> validitas data semakin bagus, semakin rendah (semakin tighter
> formation) akan semakin tinggi ketidakpastiannya. Adakah faktor laen
> yang berpengaruh?
>
> Yang kedua, kalo kita melakukan pre-test data tidak top down, adakah
> koreksi yang harus dilakukan? misal pengambilan pre-test secara acak
> dan bottom to top? adakah equation yang memperhatikan efek histerisis?
>
> Untuk melakukan interpretasi seperti penentuan gradien, saya juga
> membandingkannya dengan data dari OFA/LFA dan PO sample. Kalo yang
> keluar adalah HC, saya berkeyakinan data itu valid dan bagus, adakah
> pitfall untuk interpretasi dari LFA/OFA ini? Nah kalao yang keluar itu
> filtrate, adakah cara yang harus dilakukan untuk mengetahui jenis HC
> atau formation fluid nya?
>
> Untuk interpretasi lanjut, seringkali kita menemukan zona zona gas
> atau oil yang tidak terletak dalam satu garis (different pressure
> regime), apakah kita bisa memberikan interpretasi bahwa zona gas
> tersebut dispisahkan oleh permeability barrier and not communication
> with other sand body?
>
> Pitfall apa sajakah yang diperlukan untuk interpretasi pre-test ini.
>
> Maaf kebanyakan nanya, soale lagi dikejar deadline ...
> thanks sebelumnya? kalo ada paper atau reference, bolehlah kirim lewat
> japri ....
>
>
> --
> Salam hangat
>
> Shofi
>
> ---------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit
> IAGI Website: http://iagi.or.id
>
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
>
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
>
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> ---------------------------------------------------------------------
>
>

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI
Website: http://iagi.or.id

Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)

Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti

IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------







---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI
Website: http://iagi.or.id

Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)

Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti

IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------




---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id

Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)

Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti

IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------




This e-mail (including any attached documents) is intended only for the
recipient(s) named above.  It may contain confidential or legally
privileged information and should not be copied or disclosed to, or
otherwise used by, any other person. If you are not a named recipient,
please contact the sender and delete the e-mail from your system.


---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id

Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)

Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti

IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke