FYI: Perkembangan analisa kami tentang Merapi, tadi malam dan minggu lalu, 27 April 2006.
Salam, Maryanto. -----Original Message----- From: Maryanto (Maryant) Sent: Friday, May 05, 2006 4:34 PM To: 'Subandriyo ([EMAIL PROTECTED])' Subject: RE: Merapi Yth: Bpk. Subandriyo, BPPTK Yogyakarta. Senanglah sudah banyak yang mau mengungsi. Juga kelihatannya persiapan dari BPPTK, serta Pemerintah amat bagus. Syukurlah, dengan banyaknya diskusi yang bisa lakukan dengan telpon/sms selama ini. Kondisi yang saya pantau adalah sudah ada titik api diam pada malam kemarin, juga arah sudah di ketahui : Selatan/Tenggara. Saya ikuti terus berita TV. Ada simulasi lava, lahar, wedhus gembel, kemungkinan dari BPPTK atau Pemantau Merapi dari UGM. Bagus dengan Prediksi HB X (gempa sekitar akhir minggu ini), juga Ibu Mega nyatakan 6-7 Mei. Pada tanggal tersebut, sebenarnya adalah di Minggu bulan mati. Kemungkinannya lebih kecil dari pada bulan purnama 9-18 Mei 2006. Berita ini akan membuat masyarakat mau pindah/ mengungsi. Semoga tak terlalu bosan di pengungsian. Ada tambahan penguat prediksi saya: a. Siklus Bulan. - 70 % gempa Merapi (dari 170 th yang bisa saya ketahui tanggal Kalender Komariahnya), maka gempa dimulai pada Minggu purnama/minggu bulan mati. Sedang hanya 30 % di mulai pada selain dua minggu itu (Minggu Lemah"). Data adalah Voight, 2000. Data dan analisanya bisa di lihat pada : http://www.geocities.com/maryanto7/REDI.Merapi.MYT.040506.xls Terutama pada file Voight.day. Data lainnya, memang banyak untuk analisa yang lain. - Gunung Talang juga mereda di minggu lemah sejak 2 Mei minggu ini. - Ini setelah sekitar 14 gunung aktif di Minggu Purnama 11-18 April, mereda di mingggu berikutnya dan relatif aktif di bulan mati 25/5-2/5. b. Siklus gempa Merapi sepertinya adalah : - 1-3 th, pelamparan 1-2 km - 5-7 th, pelamparan 3-4 km - 35 th pelamparan 3-10 km - 70 th, pelamparan 5-13 km. c. Walaupun siklus Bulan sepertinya kelihatan di tabel diatas, tetapi kami belum mendapatkan korelasi yang bagus antara siklus itu dengan data Bapak : Kegempaan harian th 1983-2003 untuk tektonik, volkanik, Low frequency, Multiphase, Guguran. Juga korelasi itu sulit saya temui pada grafik gempa tahun 1994 serta 2001. Mungkin management data itu di operasikan macem-macem, misal energi, jumlah lava, atau yang lain, akan lebih jelas korelasinya dengan kondisi gaya Bulan. Ini bisa di lihat di data harin 1983-2003, di: http://www.geocities.com/maryanto7/REDI.1983-2003.JPG http://www.geocities.com/maryanto7/REDI.1994.JPG http://www.geocities.com/maryanto7/REDI.2001.JPG Kesimpulan: - Minggu purnama minggu depan, 9-18 Mei, probabilitas meletusnya dua (2) kali lipat dari pada Minggu Lemah (2-9 Mei) kini. - Besarnya gempa bisa skala kecil ke besar siklus 1-3 th, 5-7 th, 35 th, atau 70 th. - Kalau skala besar, yang dikawatirkan adalah lava yang bisa menjalar hingga 13 km seperti th 1961, 1930, dll. - Usul agar di bebasakan dari keberadaan orang di daerah "forbiden zone", misal dengan peta th 1978 itu. - Selatan dan Tenggara puncak Merapi(termasuk Kaliurang) yang berada di Zona Bahaya I, perlu amat di perhatikan karena bisa saja arah lava ke Selatan dan Tenggara. - Daerah Lereng Barat, banyak endapan lahar, banyak daerah forbiden yang masih di tempati, perlu lebih diperhatikan. Semoga analisa ini berguna membantu Bapak dalam menyelamatkan orang. Salam, Maryanto. -----Original Message----- From: Maryanto (Maryant) Sent: Thursday, April 27, 2006 9:24 AM To: Subandriyo ([EMAIL PROTECTED]) Subject: Merapi Yth: Pak Subandriyo, BPPTK Jogya. Terimakasih atas pemberian data harian gempa Merapi 1983-2003. BPPTK Jogya, tentu amat sangat banyak menolong masyarakat. Baguslah, kalau sudah banyak yang mengungsi. Pemerintah sudah siap dengan termasuk beras. Ada tambahan analisa yang sebut pereode gempa Merapi 7 th, 35 th, 70 th. Forbiden Zone ada yang menempati ? Kita dalam pereode gempa besar ? Berikut, sumber info dan analisa kami: 1. Senin, 17 April 2006, Laporan Tim Rescue PKPU Jateng sebut: ...Siklus seismik gempa atau siklus vulkanik letusan Merapi yang rata−rata dalam siklus pendek 2−5 tahunan, siklus menengah 5−7 tahunan, dan siklus terpanjang pernah tercatat selama 71 tahun ketika jeda antara 1587 dan 1658. 2. Kompas, Minggu, 24 April 2006, Ketua Volkanologi Bandung sebut ada gempa besar siklus 30-40 th. Sudah sejak gempa besar 1961 (interval 45 th hingga kini), Merapi belum meletus besar lagi. Kini pada siklus gempa besar. Analisa: Kedua sumber perlihatkan siklus gempa besar sekitar 70 th (data 1 yang 71 th, mungkin malah exactly 70 th kalau dihitung dalam bulanan). Sumber 2 sebut 30-40 th, bisa saya artikan ditulis 35 +- 5 th, atau siklus separo 70 th. Apakah gempa 1994, yang lavanya hingga 6.5 km, itu tak termasuk gempa besar itu ? Kalau belum termasuk, dan memang nadanya, beliau artikan, kini Merapi dalam era gempa besar. Data Voight, 2000, sedang di olah, nadanya gempa besar pada sekitar zerocross sinusoidal kalender SALAM, th: 2000, 1965, 1930, 1895, ... 3. Detik.com sebut gempa th: 1954, 61, 69, 76, 94, '01. Analisa: durasi 7, 8 (dalam bulan ternyata hanya 7 th), 7, 18, 7 th. 4. Gunung Talang (Sumbar) mulai aktif lagi sejak Selasa 25 April. Analsia: Ini seperti dugaan kami, bahwa minggu purnama dan bulan mati, kegempaan tinggi, dan sedikit di minggu lain. Juga di minggu purnama lalu 11-18 April, sekitar 14 gunung di Indonesia lebih aktif. Data harian 1983-2003 sedang di olah. Belum temukan korelasi kegempaan dengan kondisi bulan. Data itu: tektonik, volkanik, multiphase, guguran. Mengapa ya ? Mungkin, perlu data energi yang korelasi dengan kapan meletusnya Merapi. Data tadi, bisa saja jumlah kejadiannya perhari sama, tapi energinya berbeda, besar-kecilnya. 5. Dengan peta zona bahaya 1978, terlihat banyak daaerah "forbiden zone" yang di huni. Daerah ini meliputi batas selatan: utara Plawangan-Turgo, Kinarjo (tempat mBah Marijan), timur: 4 Km timur puncak, utara: Kali Apu, barat: Pusung Malang, Jurangjero, Kemiren, Argomulyo. Sedangkan Ngepos, tempat pengamatan, adalah daerah bahaya I. Luas zone bahaya I ini 99.6 km2, lebar 3-4 km setelah luarnya forbiden zone. Lalu daerah bahaya II di sekitar 1 km lebar sungai. Nah artinya, lavanya bisa jauh. Makanya zone forbiden (setidaknya), perlu di bebaskan dari penghuni, bukan ? Bagaimana ini ? Bila boleh, kami senang kalau di kasih data kegempaan setelah 2002. Urun rembug ini, semoga tak malah membuat repot. Salam, Maryanto.

