Yg sering tampil kok Mbah Marijan saja.

Mbah Marijan memang harus ditampilkan karena itu mewakili realita masyarakat
sekitar merapi.  
Tapi volcanologistnya juga harus tampil dengan penjelasan yg lengkap dan
mudah difahami kalau perlu dengan audiovisual/model/simulasi pokoknya yg
mudah diterima dan difahami banyak orang.

Saya yakin di direktorat volkanologi banyak film tentang gunung api (moga2
ada yg khusus merapi), nah kalau ada berikan itu ke stasiun2 TV (kalau bisa
pada jam yg sama, dan pada prime time), rada maksa memang, tapi ini demi
kejelasan informasi.  Singkat saja 15 menit cukup saya rasa.

Mungkin Pak Mentri yg terkait (dalam hal Merapi : ESDM) dan Pak Mentri
Informasi beserta seluruh pemimpin TV perlu duduk bersama, untuk membuat
program penayangan bersama tentang ilmu pengetahuan yg terkait dg bencana
nasional (gunung meletus, banjir bandang, tsunami, dll).  Tayangan diprogram
sedemikian rupa sehingga masyarakat diberi bekal pengetahuan.  Baru setelah
itu masyarakat dapat menerima tayangan pemberitaaan kejadian2 tsb dg
pemahaman yg baik.

 
 
A R I E F   B U D I M A N
Pertamina - Eksplorasi Sumatra
Phone    : (021) 350 2150 ext.1782
Mobile   : 0813 1770 4257 / (021) 70 23 73 63


-----Original Message-----
From: Nataniel Mangiwa [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Thursday, May 11, 2006 7:11 PM
To: [email protected]
Subject: [iagi-net-l] Interactive Merapi

Rasanya masalah Merapi meletus, identifikasi+hazard-nya belum pernah
dibahas di Layar Kaca oleh ahli Volkanologi. Gemes saja kalau sampai
kecolongan lagi seperti masalah Tsunami Aceh.

Apa belum ada tawaran dari Media Televisi kepada IAGI atau Departemen
Volkanologi? Atau mungkin sistemnya harus mereka yang menawarkan atau
bisa dibalik (nara sumber yang menawarkan diri). Tapi menurut saya
akan sangat berarti kalau masalah Merapi bisa dikupas di TV oleh ahli
yang benar-benar berkompeten dibidangnya (volkanologist).

Apalagi berkaitan dengan himbauan Wapres yang meminta semua warga
mengungsi dalam 1-2 hari ke depan, sepertinya sekarang-sekarang ini
adalah Timing yang tepat untuk meng-'educate' masyarakat mengenai
masalah seputar Merapi..at least sudah ada kontribusi dari kaum ahli
dalam usaha mengurangi korban jiwa. Kenapa harus lewat TV, karena
'dugaan' saya media ini yang paling efektif sebagai sarana informatif
kepada masyarakat.

Salam Was-was,
Natan

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id

Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)

Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti

IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------


---------------------------------------------------------------------
-----                PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru                -----
-----             Call For Papers until 26 May 2006             -----
-----     Submit to: [EMAIL PROTECTED]    -----
---------------------------------------------------------------------

To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke