Nambahin dari yg saya tahu,
Di lapangan dengan depletion drive, mengalirnya HC (dalam hal ini dari sub
surface ke surface) di dominasi karena adanya perbedaan tekanan di sub surface
dan surface. Kandungan air selalu ada, cuma karena tidak adanya suplai yg
memadai (misalnya tidak adanya singkapan reservoir yg berhubungan dg suplai
air, baik laut atau sungai) maka tidak memberikan efek yg terlalu nyata. Tipe
ini biasa di temukan di deep section karena reservoirnya jarang tersingkap di
permukaan, apalagi terhubung dengan sungai/laut. Hal ini ditambah dengan
properti reservoirnya yg poor karena kompaksi (porositas maupun permeabilitas
relatif kecil). Lapangan ini dapat diproduksi sampai tingkat tekanan yg sangat
rendah, tanpa khawatir adanya water rise/breakthrough yg cepat, so drainage HC
lumayan bagus.
Di kasus water drive, kenapa sering di shallow section? itu karena letaknya
yg memungkinkan reservoirnya masih terhubung dengan sumber air (laut/sungai),
dalam bentuk singkapan sehingga suplai airnya cepat. Hal ini didukung kondisi
reservoir yg bagus porositas dan permeabilitasnya, bahkan kadang masih berupa
'loose sand', tanpa kompaksi sama sekali. Karena sifat air lebih mobile
(viskositasnya lebih kecil, dalam kasus lapangan minyak), maka air lebih cepat
sampai di depan sumur daripada minyak. Ini menyebabkan water breaktrough bisa
jadi mimpi buruk buat drainage HC di situ.
Ada tambahan?
Dodiono <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Dear all,
Wah beberapa hari ini lagi rame bicarain Ballooning effect. Tapi ga ada
salahnya saya mau tanya hal yang lain. Mudahan ada yang bersedia memberi
pencerahan. Setau saya ada 2 macam drive mechanism yang umum dikenal
yaitu Water Drive dan Depletion Drive. Di beberapa referensi yang saya
pernah baca disebutkan bahwa pada Depletion Drive, water production is
absent or negligible, apakah artinya secara natural reservoir jenis ini
tidak memiliki kandungan air? Lalu apakah ada hubungan antara jenis
drive mechanism tsb dengan depth, karena di field tempat saya bekerja
saya amati bahwa Water Drive itu selalu terjadi di shallow section,
sedang deeper sectionnya didominasi oleh Depletion Drive? Bagaimana pula
efektivitas pengurasan (drainage) kedua jenis drive mechanism ini
terhadap hidrokarbon yang ada didalamnya? Terakhir, adakah hubungan
drive mechanism ini dengan lingkungan pengendapan dimana batuan
reservoir tsb terbentuk?
Terima kasih untuk pencerahannya.
Dodiono
---------------------------------
Yahoo! Messenger with Voice. Make PC-to-Phone Calls to the US (and 30+
countries) for 2ยข/min or less.