Terimakasih atas infonya, Pak Natan & Pak Andang. Sepertinya kemungkinan no.
4 dan no. 2 yang berlaku di cekungan tempat saya bekerja (Balingian).

salam,
tony


On 5/16/06, Andang Bachtiar <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Tekanan sub-normal pada suatu cekungan sedimen (secara geologi) dapat
diakibatkan oleh:

1. Perbedaan "rate of compaction" dari suatu lapisan yang cukup signifikan
"delta compaction-nya" dibandingkan dengan enclosing lithologi, seperti
misalnya pada kasus "water-filled" limestone yang di-"enclosed" oleh
perselingan lempung-pasir. Pada saat sand-shale sectionnya mengalami
kompaksi, fluida yang ada di dalamnya cenderung mengalami kompresi juga
(apalagi jika sistimnya tertutup) sehingga pressure-nya meningkat sesuai
dengan pertambahan kedalaman; sementara itu karena kompaksi pada
limestone-nya lebih kecil daripada sand-shale section (akibat perbedaan
rigiditas batuan) maka kompresi yang dialami oleh fluida dalam limestone
akan lebih kecil dibandingkan dengan kompresi fluida dalam sand-shale
section. Dengan demikian tekanan yang ditimbulkan oleh fluida dalam
limestone akan lebih kecil dibandingkan dengan tekanan pada sand-shale
section pada kedalaman yang sama (beban hidrostatik pressure-nya diabsorb
oleh rigiditas matriks batuan dalam limestone). Dengan demikian maka
terjadi
sub-normal pressure di limestone tersebut.

2.Adanya anomali "connate-water" di dalam suatu lapisan, dimana
lapisan-lapisan diatas dan di bawahnya pada umumnya mempunyai connate
water
asal "marine" (ppm NaCl > 20K) sementara itu di dalam lapisan termaksud
connate waternya adalah asal "fresh-meteoric" (endapan
fluvial-terrestrial)
(ppm NaCl<1K). Dengan demikian gradient hidrostatik normal untuk
lapisan-lapisan pengungkungnya akan lebih besar daripada gradient
hidrostatik di dalam lapisan fresh-water tersebut, yang pada akhirnya
mengakibatkan sub-normal pressure condition. Prinsip dasarnya adalah:
P=rho.g.h, dimana g (gravitasi) dan h(kedalaman) sama, dan rho-nya berbeda
(antara saline water dan fresh water)

3. Un-equlibrium condition pada proses tektonik penurunan cekungan yang
mendadak (tentunya dalam skala waktu geologi) dimana rate of subsidence
lebih cepat dari rate of basin filling (stratigraphic term-na:
Transgression). Pada kondisi menuju equilibrium tersebut, lapisan-lapisan
yang semula punya hidrostatik pressure normal di kedalaman asal akan
menjadi
sub-normal di kedalaman baru (yang jauh lebih dalam dari kedalaman asal).

4. Mekanisme "seal breaching" atau "unroofing" seperti disebutkan brur
Natan
terlampir.


Salam

Andang Bachtiar
Exploration Think Tank Indonesia


----- Original Message -----
From: "Nataniel Mangiwa" <[EMAIL PROTECTED]>ale
To: <[email protected]>
Sent: Tuesday, May 16, 2006 7:26 PM
Subject: Re: [iagi-net-l] AADP (Ada Apa Dengan Pressure)


Kalau mengacu ke rumus simple P = VT (untuk sistem
tertutup),sepertinya mungkin saja.

Kalau dilihat penentu P hanya ada 2, V dan T. T cenderung bisa
diyakini akan selalu mengikuti Gradien Geothermal (end of
discussion!).
Tetapi untuk V,saya pikir masih mungkin untuk mengecil-berkurang yang
akibatnya akan mengecilkan nilai P dari formasi.

V 'dugaan' saya bisa berkurang karena ada yang bocor dan kebocoran ini
paling mungkin terjadi di tutupnya (sealnya). Karena masalah fault
sebagai seal dari reservoir masih bisa 2 sifat: bisa saja leak bisa
juga seal. Jadi kalau ada leak di fault tersebut yah tentu saja akan
mengurangi V dari suatu reservoir. Dan kalau keadaan ini dikembalikan
lagi ke rumus simple P = VT, maka otomatis P-nya akan tidak
hydrostatic lagi.

Salam,
Natan

On 5/16/06, tony soelistyo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Rekan-rekan,
>
> mohon pencerahannya untuk fenomena tekanan formasi seperti yang saya
> ilustrasikan sebagai berikut :
> di suatu cekungan, satu/beberapa formasi yang diketahui pada kedalaman
> mereka ditemukan seharusnya memiliki tekanan abnormal (i.e.
> over-pressure).
> Namun ternyata ketika diukur tekanannya adalah lebih kecil dari yang
> diperkirakan bahkan beberapa lebih kecil dari tekanan hidrostatik
normal.
> Maka selain kemungkinan reservoir tersebut berhubungan dengan reservoir
di
> tempat lain yang pernah/sedang berproduksi, apakah ada mekanisme
> natural yang menyebabkan reservoir-reservoir ini bisa memiliki tekanan
> yang
> bahkan lebih rendah dari hidrostatik tanpa adanya campur tangan manusia
> (i.e.
> produksi) ?
>
> salam,
> tony


---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
-----  Call For Papers until 26 May 2006
-----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------


Kirim email ke