kalau minat sih pasti banyak.
namun kalau mau bersungguh-sungguh sebaiknya pikir2 dulu.
salah 1 masalahnya adalah landasan peraturan per-uu-annya belum jelas.
peraturan / per-uu-an yang ada sekarang pun belum bisa memberikan
kepastian hukum.
sehingga tidak menarik iklimnya untuk menanamkan modal bagi kegiatan
explorasi mencari sumberdaya batubara dan mengembangkannya.
MKI mungkin bisa menghubungi & berbicara asosiasi pertambangan batubara
indonesia.
batubara jumlahnya banyak, produksi indonesia sudah lebih dari 130 jt
ton setahun.
kalo merasa berkekurangan mestinya kita melihat peta permasalahnya.
listrik di jepang hongkong taiwan dll sudah lama pada pake batubara dari
kita.
dilakukan secara bisnis profesional dan berkepastian hukum.
hal ini yg langka di indonesia.

kalo kita jajak untuk jual batubara ke pln atau ip.
pasti kita geleng2 kepala melihat prosedur yg gak karuan dan meng-ada2.
betul2 khas & hanya ada di indonesia
sangat kontras dgn pasar di jepang dan manca negara lainnya.
yang bikin indonesia berkekurangan batubara sebetulnya kita sendiri
padahal barangnya banyak.
kami di lapangan hanya bisa senyum2 nontonin orang pada bicara sana sini
tapi kopong tidak tahu di mana bumi dipijak.

stp

-----Original Message-----
From: Ismail Zaini [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: 24 Mei 2006 8:28
To: [email protected]
Subject: [iagi-net-l] Listrik Maning

hari hari ini menurut media listrik di Jawa ini tekor gara gara
terhentinya pasokan gas ke 2 pembangkit besar ( muara tawar dan priuk)
sehingga si empunya setrum rugi lebih 8 milyar per hari ( kalau 1 SD
dibangun dg 1 milyar , berarti  satu hari dari kerugian tsb bisa untuk
bangun 8 SD) dan krisis ini akan memakan waktu 2 mingguan , demikian
media , dari Trijaya FM juga memberitakan kabarnya krisis ini cuma gara
gara jangkar yang nyangkut pipa gas ( mbuh endi sing bener).
Beberapa waktu lalu dicanangkan untuk mengoptimalkan pemakaian gas untuk
mengurangi BBM , ternyata la kok malah sering kekurangan suplai, saking
"bingung" nya mungkin terus ada pembangunan cash program ( diluar dari
rencana) untuk membangun dari batubara gede gedean ( 10.0000 MW) , lha
kalau beberapa tahun kemudian terjadi kelangkaan yang sama dg gas tadi
ya, opo ora rugi maning...Kayaknya semuanya itu problemnya di sisi
hulunya ( suplai ) yang menyangkut "management" energi primernya, sampai
kapan kejadian ini akan berlanjut  ? ( setiap saat deg degan terus
kawatir ada "penggelapan" , dan sudah berulang ulang dg frekfensi yang
semakin tinggi kayaknya ) Kalau ada yang berminat dg perbatubaraan ,
Masyarakat Kelistrikan Indonesia akan menyelenggaraan seminar ttg segala
permasalahan perbatubaraan dalam 
rangka cash program 10.000 MW   tgl. 30 Mei  ( hub sekretraiat MKI Telp:

5253787)

Liamsi 


---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
-----  Call For Papers until 26 May 2006             
-----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]    
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI
Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara
Mulia No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
-----  Call For Papers until 26 May 2006
-----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke