Teman2 IAGI sekalian, saya kira banyak kesalahan dalam pengertian penyebab gempa. Kalau disimak tulisan wartawan kompas sebenarnya sudah cukup jelas, tapi ternyata kawan2 geosains sendiri salah pengertian. Yang pertama saya tidak pernah mengatakan bahwa gempa tersebut gempa volkanik. Yang saya postulasikan adalah volkanik mentrigger pergerakan sesar opak (kalau memang ada sesarnya??). Dimana hal ini sangat mudah dijelaskan secara mekanik. Pergolakan Merapi akhir-2 ini menyebakan perubahan stress, fluid dan mungkin juga heatflow. Dimana variabel2 ini dapat sangat mempengaruhi strength batuan apalagi yang sedang dalam kritikal. Jangankan volcano, injeksi uap atau air bisa mengaktifkan sesimik fault (rekan2 dari CPI tahu hal ini ada). Saya kira teorinya sudah bertebaran di literatures sejak Hubbert and Rubey (1958), Sibson (1974) dan Terzagi (lupa tahunya) dengan konsep efektif stressnya. Nama populer konsepnya adalah slip Tendency.

Apabila sesar opak adalah sesar aktif yang tereaktifasi akibat gempa kemarin, bisa saja tektonik yang berkerja menyebabkan pada kondisi kritis tetapi belum nyebabkan failure saat ini (mungkin baru 5 atau 10 tahun lagi misalnya). Aktifitas Merapi akhir-2 ini merubah kondisi strength dari sesar tersebut dan EQ terjadi lebih awal. Saya kira hal ini sangat mungkin sekali secara teori, kenapa kita harus ruling hal ini. Ini tektonik juga tapi ditrigger oleh lokal kondisi. Tektonik akan selalu ada tidak pernah berhenti sejak paling tidak Oligosen disemua tempat dari sumatra sampai Papua.

Statemen Gempa mempengaruhi Merapi sudah jelas saya juga punya artikelnya dari Nature bahkan saya posted di lab kami di ITB sejak tahun lalu yang berkaitan dengan Aceh. Coba simak kasus Jogya mana sih yang duluan datang gempa atau aktifitas Merapi??? Sesudahnya Merapi akan aktif atau bahkan meletus karena adanya gempa bisa besar kemungkinannya karena memang banyak terjadi di AMerika Latin. Volcano trigger EQ (fault aktifitas juga pernah sipostulasikan dibeberapa tempat di Jepang). Sebagai scientist kita harus open minded kalau tidak sulit untuk kita maju, terutama para mahasiswa wacananya harus dibuak seluas mungkin. Hal ini tidak ada kaitannya dengan statement yang akan dibuat IAGI (sambil saya tidak mengerti kenapa IAGI harus buat??).

Apakah ini ynag terjadi dengan gempa Jogya? kita perlu melakukan penelitian dan sekarang kita punya bahan untuk diteliti bahkan bisa untuk level doktoral. Dua hal yang dapat dilakukan untuk mentest konsep ini: 1) melakukan Paleoseismologi kalau memang sesar aktifnya ada kita bisa menentukan interval gempa. Dimana jika gempa jogya out of sequence interval berarti konsep ini bisa benar. 2) melakukan numerical model untuk stress distribution yang disebakan oleh erupsi merapi sebelum gempa. Hasil ini dapat digunakan untuk mensimulasi konsep tersebut. Bukankah ini sebuah opportunity??? mungkin saja seseorang akan menjadi expert dan menemukan hal2 yang lain lagi. Bahkan hasil paleoseismology tersebut akan sangat berguna untuk penantaan ruang Bantul dan sekitarnya yang berkaitan dengan sesar aktif. Saya dan team kecil akan memetakan daerah gempa dan semoga dapat memberikan hal yang baru dan tidak lebih lagi membingungkan banyak orang.

Saya bukan politian dan juga bukan birokrat, jadi mohon maaf kalau statement dari akdemia/sceintist seperti saya justru malah membingungkan masyarakat menurut beberapa orang. Padasarnya penulisan IAGI tidak akan membingungkan kalau penyampainya dan penulisannya baik dan tanpa hiden agenda. IAGI adalah kumpulan para ahli geologi yang sudah sepantasnya mendiskusikan hal2 yang bersifat ilmiah dan berdiri di masyarakat sebagai narasumber bukan entertainer dll. Jika memang ada ketidakpastian bahkan salah (seperti interpretasi gerakan sesar dari focal mechanism) bahas secara internal dan berikan koreksinya. Akan lebih berbahaya kalau kita memberikan informasi yang kita sendiri tidak mengerti atawa memaksakan sesuatu yang belum tentu benar disini justru seharusnya peran IAGI.

Saya memang ketua komisi tektonik IAGI dari kepengurusan saat ini, tapi dalam kasus ini saya tidak memberikan pernyataan atas nama IAGI. lebih pada pribadi saya. Jadi mohon untuk tidak menyangkutkan apa yang saya tulis ini juga sebagai pernyataan dari komisi yang saya pimpin. Lain kali jika ingin mengadakan diskusi untuk porsi entertainment wartawan mungkin sebaiknya tidak terbuka....kali ya. Semoga penjelasan saya ini dapat lebih memperjelas kalau tidak lebih membingungkan dan mohon maaf apabila ada kata yang kurang tepat.

Salam,

Ben Sapiie
Assistant Professor in Structural Geology and Tectonics
KKGP - ITB





----- Original Message ----- From: "Andang Bachtiar" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Friday, June 02, 2006 7:59 AM
Subject: Re: [iagi-net-l] JAWABAN/PEDOMAN PRAKTIS-ILMIAH TENTANG GEMPA YOGJA - JATENG 27 MEI 2006


Mohon kawan-kawan geosains melihat kenyataan:
- walaupun orang awam kita anggap "tidak berkepentingan" mengetahui apa penyebab gempa, tetapi kenyataannya SELALU ADA PERTANYAAN dr mereka: apa penyebab gempa?? dan kita tidak bisa begitu saja menjawab: "maaf,... anda tidak berkepentingan dg penyebab gempa tersebut, serahkan kepada kami untuk mencarinya, dsb, dsb..." - jadi, harus ada jawaban (dalam rangka menenangkan dan memberikan dorongan semangat, mental kepoada mereka)
- saintis boleh berdebat dan tidak pasti,... masyarakat butuh kepastian
- perlu pengorganisasian (mental, ego, kelompok, gerakan bersama) untuk menceritakan ketidakpastian kepada masyarakat ... itulah yg perlu kita bahas..

adb

----- Original Message ----- From: <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Friday, June 02, 2006 7:51 AM
Subject: Re: [iagi-net-l] JAWABAN/PEDOMAN PRAKTIS-ILMIAH TENTANG GEMPA YOGJA - JATENG 27 MEI 2006


Setuju dengan Pak Koesoema, ini rasanya lebih taktis dan tidak menimbulkan polemik di masyarakat. Orang awam menurut saya tidak terlalu berkepentingan
mengetahui dengan detail apa penyebab gempa. Tapi semua orang, baik itu
orang awam maupun ilmuwan berkepentingan untuk mempunyai kesadaran dan
kewaspadaan terhadap bencana geologi, mengetahui bagaimana tindakan yang
dilakukan bila ada gempa atau gunung meletus, kalau bisa kapan kira-kira
kemungkinan terjadinya bencana tersebut.


cepi



|---------+---------------------------->
|         |           "R.P.            |
|         |           Koesoemadinata"  |
|         |           <[EMAIL PROTECTED]|
|         |           et.id>           |
|         |                            |
|         |           06/02/2006 06:34 |
|         |           AM               |
|         |           Please respond to|
|         |           iagi-net         |
|         |                            |
|---------+---------------------------->


 
>----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------|
 | |
 |       To:       <[email protected]> |
 |       cc: |
| Subject: Re: [iagi-net-l] JAWABAN/PEDOMAN PRAKTIS-ILMIAH TENTANG GEMPA YOGJA - JATENG 27 MEI 2006 |


 
>----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------|




Saya kira jawaban mengenai penyebab gempa Jogya serta hubungan dengan
Merapi
serta bagaimana peluang terjadinya gempa di masa akan datang tidak dapat
diselesaikan dengan perdebatan. Perdebatan hanya menghasilkan sejumlah
pendapat yang berbeda, yang sebenarnya hanya merupakan hypotheses saja yang

perlu dibuktikan. Yang dapat diselesaikan dalam perdebatan ini hanyalah
penelitian apa yang harus dilakukan, metodologi apa yang diperlukan serta
data apa yang diperlukan untuk pembuktian berbagai hypotheses itu.
Ingat waktunya terjadinya tsunami di Aceh, muncul dua hypotheses: adannya
submarine landslide dan adanya fault uplift.
Untuk menyelesaikan ini maka diperlukan suatu penelitian dengan suatu
research vessel yang memakan waktu berbulan-bulan yang akhirnya membuktikan

bahwa terjadi uplift dari suatu fault dengan net slip sebesar 40 kaki, dan
tidak terjadi longsoran.
Saya kira dalam poster itu tidak perlu disebutkan penyebab gempa itu serta
hubungannya dengan Merapi, tetapi cukup menyebutkan/mengingatkan bahwa
peluang terjadinya gempa sepanjang busur Sumatra Jawa Nusatenggara selalu
ada, dan masyarakat harus selalu waspada dan pemerintah setempat harus
mempunyai "contingency plan" bila terjadi.
IAGI dapat mengusulkan jenis research yang harus dilakukan untuk mengetahui

penyebab gempa Jogya serta hubungannya dengan Merapi, dan hasilnya nanti
dapat digunakan untuk antisipasi di masa depan,
Salam
RPK
----- Original Message -----
From: "Rovicky Dwi Putrohari" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Thursday, June 01, 2006 3:31 PM
Subject: Re: [iagi-net-l] JAWABAN/PEDOMAN PRAKTIS-ILMIAH TENTANG GEMPA
YOGJA - JATENG 27 MEI 2006


On 6/1/06, Awang Harun Satyana <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Dengan kata lain, diselesaikan dulu perdebatan2 itu sebelum
disebarluaskan ke
masyarakat. Penyebab utama akan menentukan tindakan2 selanjutnya.


Saya sependapat seandainya hal itu dikeluarkan oleh instansi resmi,
namun kalau atasnama pendapat pribadi ya ndak masalah. Karena sampai
kapanpun akan berketerusan.

USGS dengan "sigap" sudah membuat dan merelease montage tentang gempa
ini. Mereka hanya melihat dari jauh, sesuai dengan keterbatasan data
yg dimilkinya tentusaja. Perbedaan selalu saja akan muncul, bahkan
seperti yg saya lansir pertama kali bahwa antara USGS-BMG-EMSC
memiliki pendapat lokasi gempa yg berbeda, bahkan barusaja saya plot
punya UNOSAT lokasi titik gempa berbeda juga. Bhakan terlebih lagi
USGS sering merubah posisi (koordinati) ini beberapa kali. Artinya
kita sajikan pengetahuan kita hingga saat diterbitkan. seperti yg
selalu saya buat, terakhir, terbaik yg saya miliki hingga hari ini.

salam
rdp

---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
-----  Call For Papers until 26 May 2006             -----  Submit to:
[EMAIL PROTECTED]
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------



---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
-----  Call For Papers until 26 May 2006
-----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------





---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
-----  Call For Papers until 26 May 2006
-----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
----- Call For Papers until 26 May 2006 ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED] ---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------


--
Internal Virus Database is out-of-date.
Checked by AVG Anti-Virus.
Version: 7.0.308 / Virus Database: 266.5.7 - Release Date: 3/1/2005





---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
----- Call For Papers until 26 May 2006 ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED] ---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke