Pak Udin, Pertanyaan2 yang menarik. Saya pikir hantaman meteorit tersebut tidak menggeser orbit Bumi sebab bidang orbit Bumi secara mekanika benda langit dijaga agar tetap di jalurnya oleh resultan gaya antara Matahari, Bumi sendiri, Bulan, Venus, Mars, dan gerak presisi serta nutasi Bumi. Presisi adalah gerak rotasi Bumi karena bidang ekuator dan sumbunya yang miring terhadap bidang orbit. Gerak ini seperti putaran gasing yang miring ketika mau berhenti. Gerakan ini membentuk lintasan kerucut dengan sudut puncak 23 deg dan periode 25.800 tahun (Milankovich cyle). Karena gerak presisi inilah Bumi tidak jatuh ke dalam gravitasi Matahari. Nutasi adalah gerak rotasi sumbu Bumi saat presisi, seperti gerak "mengangguk-angguk" dan bila digambarkan membentuk lintasan bergelombang. Daripada mengeluarkan Bumi dari orbitnya, benturan2 meteorit pada saat sejarah awal Bumi, diduga telah memiringkan poros dan bidang ekuator Bumi terhadap bidang orbitnya. Perubahan iklim jelas terjadi di batas Permian-Triassic tersebut sebab perubahan ini telah mengakibatkan 96 % spesies Bumi musnah, inilah mass extinction terbesar dalam sejarah Bumi. Tetapi, kepunahan ini bukan karena Bumi tergeser dari orbitnya. Laut terus menyusut di penghujung Paleozoic, areal laut semakin menyusut, akibatnya 83 % marine life punah. Lapisan-lapisan sedimen berumur Permian biasanya kaya akan hewan-hewan khas Paleozoic (di Indonesia, bisa dilihat di Pulau Misool atau Timor barat) seperti crinoids, solitary corals, brakiopoda, chepalopod, trilobit. Lapisan2 marin tepat sebelum Trias, terjadi penurunan kekayaan fosil yang signifikan, kebanyakan hanya gastropod dan bivalve. Chepalopod ada, tetapi sudah berevolusi menjadi amonit. Kepunahan masal selalu merupakan peristiwa yang kompleks yang bisa disebabkan banyak faktor yang berhubungan. Banyaknya volkanisme bisa menyebabkan kepunahan karena iklim bisa mendingin dan atmosfer penuh gas beracun. Turunnya muka laut juga akan menyusutkan lautan dan mengurangi variasi jenis spesies marin. Hal ini juga kemudian akan menyebabkan banyaknya CO2 yang semula tersimpan di sedimen bawah laut yang kaya karbon terlepas ke atmosfer. Meluasnya daratan akan menimbulkan iklim yang ekstrim, fauna dan flora belum tentu bisa beradaptasi terhadapnya. Rasio karbon-13 terhadap karbon-12 di atmosfer menurun secara drastis di ujung Permian dan mau masuk ke Triassic. Coba cek kalau punya kurvanya. Ini disebabkan terlepasnya CO2 dari sedimen2 organik kaya C-12 di bawah laut. Ini akan menyebabkan greenhouse warming dan kondisi anoxic di lautan karena kadar oksigen menurun. Informasi ini diperoleh dari isotop oksigen-18 dan karbon-13 yang diukur dari singkapan sekuen batuan Permo-Triassic. Tetapi, perubahan fluktuasi muka laut semacam di atas itu berlangsung gradual, bukan katastrofik. Hanya, ada perubahan katastrofik akibat benturan meteorit Permo-Triassic itu. Yaitu, volkanisma di periode ini yang tiba-tiba meningkat secara tajam. Dalam kaitan hantaman meteorit, mengapa volkanisme bisa meningkat ? Saya pernah mengulas hal ini di IAGI-net mungkin dua tahun yang lalu dan menyebutnya sebagai EFEK ANTIPODAL METEORITE COLLISION, mungkin ada yang masih ingat ? Efek antipodal benturan meteorit ini akan menjawab pertanyaan Pak Udin berikutnya. Meteorit Permian-Triassic sebesar itu, ketika menghantam Bumi tentu telah mengganggu seluruh bagian dalam Bumi termasuk mantel dan intinya. Gelombang kejut karena benturannya ini akan dipropagasi ke seluruh Globe, mengganggu mantle material di seluruh mantle dan outer core, kemudian propagasi berakhir di suatu titik yang posisinya persis di seberang titik benturan meteorit, inilah yang disebut titik ANTIPODE. Kalau benturan meteorit terjadi di Kutub Selatan, maka carilah antipode-nya di Kutub Utara - begitu sebagai contoh. Propagasi gelombang kejut benturan meteorit ini telah mengganggu mantle material, ia akan menggerakkan upwelling mantle plume. Dan, ke titik antipode-lah mantle plume akan mengarah. Akibatnya, di titik mantle plume akan terjadi volkanisme basa besar-besaran - inilah yang selama ini kita sebut sebagai Flood Basalt. Contoh yang paling terkenal adalah Deccan Trap di India. Lalu, apakah ada flood basalt skala besar saat terjadi benturan meteorit Permian-Triassic di wilayah Antarktika itu dan posisinya harus di titik antipodal-nya, yaitu di sekitar Arktika ? Saya barusan membongkar buku2 geologi untuk wilayah Eropa dan Asia Utara dan menemukan fakta yang mengejutkan. Buku sejarah geologi Dott and Batten (1971, 1976) : Evolution of the Earth (McGraw-Hill) - ini buku bagus karena sangat detail - menceritakan bahwa di periode Permian-Triassic di Siberia Utara (masuk ke Arctic circle) ditemukan plato lava basal yang sangat ekstensif. Aliran lava ini melalui retakan2 ekstensif. Sulit dimengerti saat itu, mengapa di lingkungan kontinen seperti Siberia-Arktika ditemukan plato basalt dalam skala yang sangat luas. Tetapi sudah diduga bahwa material magma basa ini langsung dibawa dari lower crust atau mantle melalui retakan2 di upper crust. Plato ini masih ditemukan sampai ke Norwegia. Buku yang lebih baru (Dixon et al. 2001, eds.) " Atlas of Life on Earth" -Barnes and Noble) menyebut plato basalt di Siberia Utara ini sebagai Siberian Traps, sebuah plato basalt yang terjadi di utara Pegunungan Ural. Pegunungan Ural adalah suture antara dua mikro-kontinen : Laurasia dan Angaraland. Saat ini, Siberian Traps bisa dilihat di sebelah barat Kazakhstan. Plato basalt selebar itu kalau dibandingkan dengan volkanisme normal, berarti 100 kalinya, tetapi terjadi dalam waktu yang sangat singkat. Apalagi penyebabnya kalau bukan suatu yang katastrofik ? Saya meyakini - setelah tahu ada penemuan kawah meteorit Permo-Triasik selebar hampir 500 km di Antarktika Timur - bahwa Siberian Basalt Traps adalah ANTIPODE dari Meteorit Wilkes di Antarktika yang menghantam Bumi di penghujung Permian. Volkanisme seiintensif itu tentu bertanggung jawab bagi perubahan iklim, pelepasan CO2 besar2an ke atmosfer, greenhouse effect, dan kepunahan masa di ujung Paleozoic. Benturan meteorit ini ada di jalur rifting Mesozoik Gondwanaland, dan diduga sebagai pemicunya, maka ia pun bertanggung jawab kepada distribusi lempeng2 di Bumi. salam, awang Salahuddin Husein <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Pak Awang, apakah tumbukan meteorit sebesar itu mampu menggeser posisi bumi dari garis orbitnya? Dan bila memang bisa, apakah bumi akan tetap berada pada garis orbit yang baru atau akan dapat kembali ke garis orbit semula? Sebab bila memang mampu menggeser, perubahan orbit ini menurut dugaan saya semakin memperkuat kemusnahan makhluk hidup yang gagal beradaptasi terhadap perbuahan iklim drastis.
Kemudian bagaimanakah mekanisme perubahan sirkulasi sel-sel astenosfer akibat tumbukan meteorit tersebut sehingga terbentuk konfigurasi lempeng-lempeng baru? salam, udin,- Awang Satyana wrote: > Berikut ada berita sains menarik, dikutip dari AFP dan Yahoo news. Sekelompok > ilmuwan baru saja mengumumkan penemuan mereka (2 Juni 2006). > > Sebuah kawah meteorit selebar hampir 500 km ditemukan di Antarktika sebelah > timur. Mereka memperkirakan ukuran meteorit ini 4-5 kali lebih besar daripada > meteorit pemusnah dinosaurus di K-T boundary. Berdasarkan dating, meteorit > ini membentur Bumi pada batas Paleozoikum-Mesozoikum, Perem-Trias. Ini adalah > periode kepunahan masal paling besar dalam sejarah Bumi. Meteorit ini juga > kemudian diduga telah mempengaruhi pemisahan Australia dari Gondwana pada > Yura-Kapur. > > --------------------------------------------------------------------- ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru ----- Call For Papers until 26 May 2006 ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED] --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi --------------------------------------------------------------------- __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com

