Sebaiknya, dicek dulu peta geologi Kuarter dan seismotektonik DKI Jakarta skala besar yang diterbitkan P3G Bandung. Dan, kalau memang ada patahan Ciputat-Kota, mengapa mesti segera menyebutnya sebagai patahan gempa ? Masyarakat kita sekarang ini sedang traumatik dengan masalah kebencanaan geologi sejak Tsunami Aceh Desember 2004. Dan mereka pun akan berpikir, jangan-jangan Jakarta benar2 akan diserang gempa besar. Kata seorang teman, dua DI di Indonesia sudah diporakporandakan gempa (Aceh dan Yogya), tinggal DKI-nya nih (!)
Sebaiknya, bijaklah kita mengeluarkan pendapat, jangan sensasional selagi kita belum tau duduk perkaranya dengan benar sebab seperti kata Bowo, berita2 sensasional (bad news)itu sangat disukai media (good news), tetapi itu akan menimbulkan keresahan kepada masyarakat. Coba diteliti dulu, apakah mata air panas itu memang keluar dari patahan Ciputat-Kota. Kita tahu memang mata air (panas) bisa sebagai penanda sesar. Bagaimana bisa langsung menghubungkannya ke patahan gempa ? Coba kita lihat, andai patahan ini benar ada dan disebutkan sebagai patahan gempa, maka penduduk Ciputat, Pondok Indah, Kebayoran Baru, Senayan, Slipi, Tomang, Grogol, Kota yang berada di atas patahan SBD-UTL ini bisa saja resah dan membayangkan kalau saja gempa datang, kerusakannya akan seperti di Jetis - Klaten yang duduk di atas Sesar Opak. Sejauh apa kemungkinannya ini patahan yang diaktifkan gempa ? Saya pikir sih kecil sekali. Pertama, Jakarta jauh dari pusat konvergensi lempeng di Samudra Hindia, 375 km jauhnya. Kejauhan ini tak akan menimbulkan gempa dangkal <60 km karena kompresi lempeng seperti terjadi kemarin di Yogya. Banyak konfigurasi batuan masif yang berada di selatan Jakarta sebelum ia meretakkan lempeng Eurasia di bawah Jakarta. Kalaupun ada pusat gempa di bawah Jakarta, ia akan dalam, paling tidak 300 km, sebab kemiringan Wadati-Benioff makin dalam makin ke utara Jawa. Gempa dalam tak akan menimbulkan goncangan besar. Apakah sesar Ciputat-Kota tersambung ke sesar lain yang punya pengalaman pernah digiatkan kembali oleh gempa (seperti sesar Cimandiri dan Baribis ?). Kalau sesar Cimandiri memang punya pengalaman digiatkan gempa2 di sekitar Sukabumi, sebab ia juga di ujung baratnya bisa berhubungan dengan pusat2 gempa di selatan Sunda. Apakah Ciputat-Kota menyambung ke Cimandiri ? Ada beberapa yang bilang begitu via batas antara Teluk Jakarta-Teluk Pelabuhanratu dan Banten Block, tetapi asumsinya lemah. Penelitian terakhir malah menyebutkan Cimandiri tersambung ke Baribis di timur-timurlaut, dan Baribis tersambung ke Citanduy-Kroya di Banyumas. Baribis tidak lewat Jakarta, ia masuk ke Pamanukan, dari Pamanukan ke utara Kep Seribu via NST (North Seribu Trough). Kalau saya, tak melihat Cimandiri-Baribis melintasi Jakarta via splay faults-nya. Artinya, kecil kemungkinan Ciputat-Kota dirambati gempa dari Cimandiri dan Baribis. Andai dirambati pun energinya akan jauh melemah karena selama perambatan itu melalui kerak2 masif yang bisa meredam propagasi energi. Justru Citanduy-Kroya yang harus diwaspadai sejak sekarang, ia adalah pasangan sesar Opak di batas barat indentasi Jawa Tengah. Kalau ada kerak overriding plate di selatan Nusa Kambangan yang sedang dalam stress tinggi dan siap pecah, gayanya bisa terpropagasi ke baratlaut via Citanduy-Kroya Fault yang dextral. Patahan Ciputat-Kota memang perlu diindahkan, tetapi jangan berlebihan. Kita lihat dulu dengan benar peta seismotektonik dan geologi Kuarter wilayah Jakarta, dan kumpulkan data histori gempa di Jakarta. Salam, awang -----Original Message----- From: Bowo Pangarso [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Friday, June 09, 2006 8:10 AM To: [email protected] Subject: Re: [iagi-net-l] mata air panas di gedung arsip nasional Jakarta Rekans, Sebelum memulai pembicaraan saintifik yang mendalam. Apa ya kira-kira jawaban praktis tetapi tetap valid yang bisa diberikan ke misalnya tetangga sebelah rumah kalau ada yang bertanya "bakalan ada gempa merusak kayak di yogya ngga ya di jakarta?, soalnya saya liat diberita ada air panas keluar pak di gd. Arsip Nasional", ya mirip kayak pertanyaannya pak Aziz, sebesar apa potensi gempa yang ada? Karena saya pikir saat ini masyarakat benar-benar perlu diedukasi (dan perasaan saya kok mengatakan ini salah satu bentuk bakti geologist ke masyarakat ya?), dan kelihatannya geologist kecepatan mengedukasinya kalah sama media massa....... soalnya berita di media itu selalu "bad news is good news".... lam salam, Bowo Pada tanggal 6/9/06, Yahdi Zaim <[EMAIL PROTECTED]> menulis: > > Ass.W.W., > Pak Aziz Rifai (AR) dan Rekans Yth., > Sebenarnya dalam Newsticker Metro TV nama Geologist-nya disebutkan, yaitu > Prof. Dr. SUPARKAH, mestinya yang benar adalah Prof.Dr. SUPARKA (tanpa > huruf > akhir H), suami ibu yang juga geologist, Prof.Dr. Emmy SUPARKA, Guru Besar > dan Dosen di Program Studi Teknik Geologi FIKTM - ITB, yang juga menjabat > sebagai Wakil Rektor Kemitraan dan Ketua Lembaga Penelitian dan > Pemberdayaan > Masyarakat (LPPM) - ITB. > Tentang mataair panas di Gedung Arsip Nasional Jakarta, rasanya saya juga > baru dengar. Bagaimana nih, Pak Lambok M. Hutasoit (GL-ITB)dan Pak > Abdurrahman Assegaf (GL-USAKTI) yang sering ngubek2 masalah air DKI ?. > > Wassalam, > > Yahdi Zaim, > Anggota KK Geologi dan Paleontologi > Program Studi Teknik Geologi > FIKTM - ITB > > > ----- Original Message ----- > From: "Aziz Rifai" <[EMAIL PROTECTED]> > To: <[email protected]> > Sent: Friday, June 09, 2006 6:49 AM > Subject: [iagi-net-l] mata air panas di gedung arsip nasional Jakarta > > > Semalam baca newsticker di metrotv, > Menurut Geolog LIPI (tidak disebutkan namanya), mata air panas tersebut > berasosiasi dengan patahan gempa, > Mungkin ada diantara iagi-netters yang tahu lebih banyak tentang mata > air panas tsb, mohon pencerahannya, > Apabila benar berhubungan dengan patahan gempa, sebesar apakah potensi > gempa yang ada? > > Terima kasih sebelumnya dan have a nice weekend > > Regards, > > > Aziz Rifai > > > > > > -- No virus found in this incoming message. Checked by AVG Free Edition. Version: 7.1.394 / Virus Database: 268.8.3/358 - Release Date: 6/7/2006 -- No virus found in this outgoing message. Checked by AVG Free Edition. Version: 7.1.394 / Virus Database: 268.8.3/359 - Release Date: 6/8/2006 --------------------------------------------------------------------- ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru ----- Call For Papers until 26 May 2006 ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED] --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi ---------------------------------------------------------------------

