Kalau mau sekalian menikmati jagung bakar dan belajar tentang merapi, bagus dari ketep Pak, Tapi kalau mau sekalian ketemu mbah maridjan dari lap bebeng/ kinahrejo.
Wassalam, tomo -----Original Message----- From: Amir Al Amin [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Wednesday, June 14, 2006 8:08 AM To: [email protected] Subject: [iagi-net-l] Menyambut liburan sekolah (Re: [iagi-net-l]Banjar Panji Mud-Extrusion: Objek wisata) Saya berencana membawa anak saya untuk melihat merapi dan mungkin mud extrusi, dalam liburan sekolah mendatang. Kalau merapi dari arah mana yang paling siip dan aman. Kemarin saya melihat dari arah arah deles, klaten (belakang pabrik gula), cukup bagus, namun kalau mendekat malahan tidak kelihatan, terhalang pepohonan. Bagaimana dari arah Selo, atau Kaliurang amankah? Bagi yang punya info mungkin dapat dibagi. Libur sudah dekat..libur sudah dekat....hore..hore..hore... On 6/14/06, wahyu budi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Semburan lumpur Banjar Panji ini mengingatkan pada Bledug Kuwu di > sebelah timur Purwodadi. Melihat perkembangannya saat ini, rasanya > tidak untuk menghentikan semburan lumpur itu. Biaya yang telah > dialokasinya untuk menghentikan semburan atau membersihkan lumpur, > sebaiknya dipergunakan untuk merelokasi warga. > > Saya setuju dengan Bung Ujay, sebaiknya lokasi disekitar semburan > segera dikosongkan saja dari pemukiman dan aktifitas lain, dan > kemudian kawasan itu dijadikan objek wisata alam "small catatrophism". > tentu akan sangat menarik. > > Salam > WBS > > > > > > --- Ujay <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > setahu saya saat ini sudah ada tim independen di lokasi yang > > melakukan penelitian, kemudian akan disusul oleh tim berikutnya dari > > institusi yang berbeda. Waktu bagi merteka adalah 2 minggu untuk > > menentukan/memberikan second opini ke BPMIGAS mengenai yang sedang > > terjadi di banjarpanji. > > > > kalo saya sih lebih baik saat ini dibebaskan dulu 80-100 ha > > disekitar 5 lokasi hotspring yang sudah terlanjur menjadi ajang > > lumpur panas, dibangun bendungan atau waduk untuk menghambat > > pergerakan lumpur tersebut lebih meluas. hal ini untuk melokalisasi > > bencana. baru kemudian diputuskan apakah akan mematikan lumpur > > tersebut ataukah didiamkan dan dijadikan objek wisata small > > catatrophism. > > > > udah ga tahan liat lumpur yang makin merajalela sambil kita belum > > tau gimana matiinnya.. mending warga sekitar direlokasi dikasih > > kompensasi atas tanah dan rumahnya sesuai dengan harga yang layak... > > at least dari musibah ini mereka jadi kaya mendadak... > > > > apa terlalu gila yah? > > > > > > rgds > > ujay > > > > --- Awang Harun Satyana <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > > Masalah penelitian untuk cost recovery ada saatnya nanti. Itu pun > > > dalam kewenangan BPMIGAS. Semua > > data > > > tentu akan diteliti. Yang sekarang lebih penting adalah memang > > > penelitian dari mana sumber lumpur > > di > > > permukaan itu. Sebab, ini akan menentukan tindakan selanjutnya > > > untuk mengatasinya. Kalau dari > > kemarin2 > > > sudah diketahui dengan pasti asal semburannya, > > tentu > > > relieve well telah dibor. Kalau kasusnya lain, dan ini mungkin > > > yang berlaku untuk Banjar Panji, tentu tak sesederhana itu. > > > > > > Semua tim bergerak, tim subsurface mencari asal sumber lumpur. Tim > > > surface menanggulangi semburan lumpur dengan menggali kali2 baru, > > > membendung, > > dll. > > > Untuk informasi saja, ini tak sesederhana blow out Randublatung > > > yang baru2 ini terjadi. > > > > > > Salam, > > > awang > > > > > > -----Original Message----- > > > From: heri ferius [mailto:[EMAIL PROTECTED] > > > Sent: Tuesday, June 13, 2006 4:20 PM > > > To: [email protected] > > > Subject: Re: [iagi-net-l] Informasinya benar > > (Banjar > > > Panji Mud-Extrusion) > > > > > > Catatan saya dari berberapa milis ini: > > > 1. Sayang sekali info FS dimana @ .....DD ?. > > > 2. Apakah di Banjar Panji adalah ekstrusi > > liquefied > > > clay yang berasal dari > > > Upper Kalibeng clay di kedalalaman 4000-6000 ft > > apa > > > sudah dicover oleh > > > casing ?. > > > 3. Dari hasil LOT di shoe casing terakhir dan perjalanan profil > > > MW versud depth menunjukkan tak perlu set casing baru di sekuen > > > bawahnya , sementara LOT hanya dilakuan beberapa feet dibawah FS, > > > bukan berarti aman sampai target. > > > 4. Sampai kedalaman 9000Ft, pihak Lapindo > > diingatkan > > > lagi untuk set casing > > > karena semua orang di lokasi sudah ketar-ketir apabila terjadi > > > semburan, blm ada proteksinya, lagi2, Lapindo menolaknya. > > > 5. Akhirnya di +/- 9200, terjadi loss total (indikasi telah masuk > > > formasi gas), tentu akan terjadi instabilitas lobang bor terutama > > > pada clay Kalibeng . > > > 6. Saat itupun sebenarnya keadaan masih bisa dikendalikan, > > > harusnya langsung dipompakan cement untuk plug sumur, lagi2 > > > Lapindo masih berpikir untuk menyelamatkan sumur yg sudah di bor. > > > 7. Apa di cement plug secara kontinue sampai > > kedalam > > > casing, sebelum di > > > Abandoned?. Bila tidak, tentu pressure dari bawah > > > sebagai pendorong bisa > > > connect dengan liquefied clay dr Kalibeng dan akan > > > menerus ke fracture2 yang > > > menerus sampai ke permukaan. > > > 8. Sekarang rig sudah keluar, yang bisa dilakukan > > > hanya meneliti ?, > > > sementara lumpur panas liquefied clay terus > > mengalir > > > dan dialirkan ke > > > ....????? > > > > > > Semoga diteliti seobjekif mungkin, apalagi > > > menyangkut cost recovery, kasihan > > > rakyat, korban gempa saja belum dapat ini itu. > > > > > > Salam > > > HF 1393 > > > > > > > > > ----- Original Message ----- > > > From: "Budi Brahmantyo" <[EMAIL PROTECTED]> > > > To: <[email protected]> > > > Sent: Tuesday, June 13, 2006 1:59 PM > > > Subject: RE: [iagi-net-l] Informasinya benar > > (Banjar > > > Panji Mud-Extrusion) > > > > > > > > > > Hm...setahu saya likuefaksi umumnya hanya > > terjadi > > > pada pasir yang jenuh > > > > air, tidak pada lumpur, dan biasanya hanya > > terjadi > > > saat digoncang gempa. > > > > Setelah goncangan hilang, ia akan kembali > > menjadi > > > pasir yang pasif. > > > > Lumpur panas yang terus mengalir karena > > > likuefaksi? Terlalu mencari > > > > alasan... > > > > > > > > BB > > > > > > > > > > > >> Informasinya belum tentu benar ? Tak ada yang > > > serakah. Media massa > > > >> memang sumber informasi, tetapi belum tentu > > > akurat. > > > >> > > > >> Kemarin sore, pukul 16.00, datang telepon dan > > sms > > > dari Metro TV untuk > > > >> mewawancarai saya di acara mereka pukul 18.00 > > > tentang semburan lumpur di > > > >> sumur Banjar Panji-1 Lapindo Brantas. Tetapi, > > > terpaksa saya tolak karena > > > >> pada saat yang sama tim BPMIGAS dan Lapindo > > mesti > > > ke Komisi VII DPR > > > >> untuk urusan yang sama. > > > >> > > > >> Apa yang tengah terjadi dengan semburan lumpur > > di > > > Banjar Panji-1 ? Tidak > > > >> ada yang bisa memastikan, sehingga > > penanganannya > > > pun tak semudah blow > > > >> out seperti yang pernah terjadi di beberapa > > sumur > > > (Randublatung, > > > >> Pasirjadi, Anggur, dll.). Mari kita lihat > > > faktanya dulu. > > > >> > > > >> Kita punya fakta-fakta : lumpur yang tersembur > > > adalah lumpur subsurface > > > >> (bukan lumpur pengeboran), analisis nannofosil > > di > > > lumpur menunjukkan > > > >> umur sekitar Pliosen - sama dengan kandungan > > > fosil di kedalaman > > > >> 2000-6000 ft di sumur tersebut, ppm cloride > > > sekitar 10.000, lumpur > > > >> mengandung material volkanik, di awal2 semburan > > > lumpur mengeluarkan gas > > > >> H2S, temperatur lumpur sekitar 40-50 deg C. > > Saat > > > kejadian gempa Yogya 27 > > > >> Mei 2006, dua stasiun BMG di Surabaya mencatat > > > goncangan di Surabaya > > > >> II-III MMI dengan momen magnitude 3-3.9 Mw > > (skala > > > Richter lebih kecil > > > >> sedikit); di stasiun Karangkates tercatat > > III-IV > > > MMI dengan magnitude > > > >> 4-4.9 Mw. Data seismik regional di wilayah ini > > > menunjukkan beberapa > > > >> gejala diapir. Ada lima titik semburan lumpur > > dan > > > === message truncated === > > > __________________________________________________ > Do You Yahoo!? > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around > http://mail.yahoo.com > > --------------------------------------------------------------------- > ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru > ----- Call For Papers until 26 May 2006 > ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED] > --------------------------------------------------------------------- > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > No. Rek: 123 0085005314 > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > Bank BCA KCP. Manara Mulia > No. Rekening: 255-1088580 > A/n: Shinta Damayanti > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > --------------------------------------------------------------------- > > -- *********************************** Amir Al Amin Operation/ Wellsite Geologist (62)811592902 amir13120[at]yahoo.com amir.al.amin[at]gmail.com ************************************ --------------------------------------------------------------------- ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru ----- Call For Papers until 26 May 2006 ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED] --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi --------------------------------------------------------------------- --------------------------------------------------------------------- ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru ----- Call For Papers until 26 May 2006 ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED] --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi ---------------------------------------------------------------------

