>
  Sof dan Rekans
  Dalam berbagai kesempatan saya selalu mengatakan bahwa dlam hal
  sdm sektor hulu migas saya tidak melihat "keprihatinan" yang disampai-
  kan oleh e-mail tsb.

  Apa lagi kalau mau dihubungkan dengan apa yang yerjadi disumur Banjarpanji
  -1.

  Tentunya telah terjadi "human-error" dalam perencanaan ataupun operasi
  sumur ini, akan tetapi ini TIDAK cukup pantas untuk mem"blame" bahwa
  ini diakibatkan oleh kekurang- mampuan sdm.

  Sebagai seorang yang telah lama didalam industri sektor hulu migas,
  kita sma sama mengetahui bahwa dalam operasi seperti ini akan selalu
  terdapat hal yang "uncertain",dan mengakibatkan adanya suatu resiko
  operasi. Hal mana mengakibatkan adanya beberapa opsi untuk pelaksanaan
  - operasionalnya.

  "Tim Independent" ?
  Apa sih sebenarnya yang disebut tim indipendent itu ?
  Menurut saya ini adalah suatu ephoria demokrasi untuk meningkatkan "trust"
  dari masyarakat , maka HARUS lah dilakukan oleh suatu tim seperti ini.

  Dalam kasus Banjarpanji ini ,kan jelas dalam kontak siapa operatornya,
  kepada siapa dia bertanggung jawab.
  Dalam hal teknis juga dapat dijelaskan faktor faktor yang menyebabkan
  terjadinya (beberapa opsi) , tentunya akan dapat ditentukan disiplin
  ilmu apa yang harus berperan.
  Dalam hal kerusakan lingkungan , juga jelas diatur dalam UU-nya , jadi
  hal itu dapat diselesaikan sesuai kaidah hukum. Wong aturan-nya sudah
  ada , jadi tak perlu-lah Meneg LH marah marah dan ngancam-ngancam.

  Yang harus ditentukan adalah siapa dan apa kriteria seseorang yang
  dapat dipercaya untuk menjadi "KOMANDAN" dalam menangani kejadian ini.
  Beri dia otoritas , personalia2 yang mumpuni , suruh bikin perencanaan
  yang matang . And` then "Just Do It".

  Saya cenderung untuk menunjuk seorang profesional manager yang ada di-
  BPMIGAS untuk menjadi komandan, dengan demikian BPMIGAS dapat membuktikan
  dirinya sebagai institus terpercaya dalam mengelola SDA Migas.

  Melihat kejadiannya , kita jangan mimpi akan dapat menyelesaikan dalam
' waktu singkat dan sambil memarahi , menuduh , menghukum Lapindo Brantas
  dan BPMIGAS.



  Saya kira agak sulit sekarang Yangkung, karena Presiden IAGI sekarang
> dari BP Migas.  IAGI juga harus membuat semacam "Tim Independen", dan
> meneliti semua data.  Saya pribadi turut prihatin, ditengah polemik
> kemampuan profesional nasional menangani explorasi migas.
> SR, iagisek.
>
> -----Original Message-----
> From: basuki puspoputro [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> Sent: 14 Juni 2006 9:55
> To: [email protected]
> Subject: Re: [iagi-net-l]Banjar Panji Mud-Extrusion: Objek wisata
>
> Rekans,
>
>   Maaf kalau saya salah, apakah benar IAGI belum mengeluarkan press
> release tentang erupsi lumpur ini ya? Kalau sudah ya sukur, kalau belum
> sebaiknya segera mengeluarkan statement karena publik iAGI dianggap
> independent, tidak memihak. Memang sudah banyak perorangan dan institusi
> yang mengeluarkan keterangan, tetapi yang paling relevant adalah
> IAGI/HAGI lha wong ini cerita tentang diapir, penampang seismik, sesar,
> gempa, design pemboran, kick dan lain lagi. Peringatan Pak Awang tentang
> bahayanya dekat-dekat mud flow juga perlu dipublikasikan. Bagaimana
> Pengurus?
>
>   Yangkung
>
> Awang Satyana <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>   Tetapi, harus hati2 menjadikan wilayah "small catastrophism" seperti
> ini untuk objek geo-wisata. Bercermin ke Bledug Kuwu, tanahnya sangat
> labil dan siap mengisap siapa saja kalau tak hati-hati memilih jalan.
> Coba kita lihat di Bledug Kuwu, di situ ada kerangka2 sapi yang dulunya
> mendekat ke Bledug Kuwu untuk mencecap air asinnya dan tenggelam lalu
> terapung lagi setelah sekian lama sebagai kerangka. Teman saya, seorang
> expat berbadan tinggi besar, melesak kakinya ketika salah memilih jalan
> mau melihat Bledug Kuwu dari dekat. Kalau kelak struktur permukaan
> Banjar Panji collaps, mau tak mau ia bisa jadi rawa.
>
> salam,
> awang
>
> wahyu budi wrote:
> Semburan lumpur Banjar Panji ini mengingatkan pada
> Bledug Kuwu di sebelah timur Purwodadi. Melihat
> perkembangannya saat ini, rasanya tidak untuk
> menghentikan semburan lumpur itu. Biaya yang telah
> dialokasinya untuk menghentikan semburan atau
> membersihkan lumpur, sebaiknya dipergunakan untuk
> merelokasi warga.
>
> Saya setuju dengan Bung Ujay, sebaiknya lokasi
> disekitar semburan segera dikosongkan saja dari
> pemukiman dan aktifitas lain, dan kemudian kawasan itu
> dijadikan objek wisata alam "small catatrophism".
> tentu akan sangat menarik.
>
> Salam
> WBS
>
>
>
>
>
> --- Ujay wrote:
>
>> setahu saya saat ini sudah ada tim independen di
>> lokasi yang melakukan penelitian, kemudian akan
>> disusul oleh tim berikutnya dari institusi yang
>> berbeda. Waktu bagi merteka adalah 2 minggu untuk
>> menentukan/memberikan second opini ke BPMIGAS
>> mengenai
>> yang sedang terjadi di banjarpanji.
>>
>> kalo saya sih lebih baik saat ini dibebaskan dulu
>> 80-100 ha disekitar 5 lokasi hotspring yang sudah
>> terlanjur menjadi ajang lumpur panas, dibangun
>> bendungan atau waduk untuk menghambat pergerakan
>> lumpur tersebut lebih meluas. hal ini untuk
>> melokalisasi bencana. baru kemudian diputuskan
>> apakah
>> akan mematikan lumpur tersebut ataukah didiamkan dan
>> dijadikan objek wisata small catatrophism.
>>
>> udah ga tahan liat lumpur yang makin merajalela
>> sambil
>> kita belum tau gimana matiinnya.. mending warga
>> sekitar direlokasi dikasih kompensasi atas tanah dan
>> rumahnya sesuai dengan harga yang layak... at least
>> dari musibah ini mereka jadi kaya mendadak...
>>
>> apa terlalu gila yah?
>>
>>
>> rgds
>> ujay
>>
>
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
> http://mail.yahoo.com
>
>  Send instant messages to your online friends
> http://uk.messenger.yahoo.com
>
>
>
> ---------------------------------------------------------------------
> -----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
> -----  Call For Papers until 26 May 2006
> -----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]
> ---------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> ---------------------------------------------------------------------
>
>



---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
-----  Call For Papers until 26 May 2006             
-----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]    
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke