Ada beberapa teknik pemboran yang bisa dilakukan di situasi loss circulation ini. 1. Mud cap drilling, dimana drilling menggunakan air tawar (karena kasusnya di onshore) dan annulus diisi dengan mud. Sewaktu ada loss (sering total loss), fluid yang hilang adalah sebagaian besar air yang dipompa melalui pipa, sementara mud yang di annulus relatif gak begitu besar lossnya (bertindak sebagai cap saja). Kalo kemudian ada kick (karena sebagaian besar karbonate yang di drill selalu saja kick setelah loss), mud yang di annulus bertindak sebagai penjaga tekanan hidrostatik. Teknik ini biasanya menggunakan komponen seal BOP yang disebut sebagai RBOP (Rotary BOP). RBOP ini akan berguna untuk menahan tekanan kalo ada tekanan dari gas yang keluar dari formasi sampai berapa ratus psi (kalo gak salah 300 psi). Setelah tekanan mencapai ambang batas, kemudian gas dialirkan lewat choke manifold dan dibakar. Setelah gas habis terbakar, ngebor jalan lagi. Secara berseloroh saya menyebutnya sebagai flaring while drilling. 2. Yang kedua dengan menggunakan teknik UBD (Underbalance Drilling). Teknik ini mahal karena seperti memindahkan peralatan testing sewaktu drilling. Untuk offshore, teknik ini gak suitable karena masalah akomodasi. Sesuai dengan namanya, teknik dilakukan dengan situasi underbalance. Bagi geologist gak enak karena seluruh flow out mud ditutup dan dialirkan melalui sistem UBD dan kita mendapatkan sample dengan depth yang gak jelas.
Semoga membantu On 6/16/06, Romdoni <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Larinya sekarang di Monas yach heheee... Untuk zona yang loses (carbonate fracture atau very depleted reservoir), saya pernah mendengar istilah drilling with air atau "nitrogen foam", jadi mud nya diganti dengan nitrogen foam yang beratnya sangat ringan. Cara drilling seperti ini, kondisi underbalance drilling, pernah dilakukan disalah satu field di Aceh. Selain untuk mencegah terjadinya loses, tehnik ini juga untuk mempercepat ROP nya. Tentunya dengan mengisolasi zona yang high pressure terlebih dahulu dengan cara casing-cement sebelum memasuki zona ini. Tetapi kekurangannya, selain cost nya cukup besar dan resiko tinggi, juga cutting kurang representative untuk wellsite menganalisisnya. Salam Romdoni

