Mas Shofi,

Seberapa tebal mud cap di anulus? Sepanjang anulus; f/ top to bottom? 
 
 
A R I E F   B U D I M A N
Pertamina - Eksplorasi Sumatra
Phone    : (021) 350 2150 ext.1782
Mobile   : 0813 1770 4257 / (021) 70 23 73 63


-----Original Message-----
From: Shofiyuddin [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Friday, June 16, 2006 6:23 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net-l] Mengebor karbonat

Ada beberapa teknik pemboran yang bisa dilakukan di situasi loss circulation
ini.
1. Mud cap drilling, dimana drilling menggunakan air tawar (karena kasusnya
di onshore) dan annulus diisi dengan mud. Sewaktu ada loss (sering total
loss), fluid yang hilang adalah sebagaian besar air yang dipompa melalui
pipa, sementara mud yang di annulus relatif gak begitu besar lossnya
(bertindak sebagai cap saja). Kalo kemudian ada kick (karena sebagaian besar
karbonate yang di drill selalu saja kick setelah loss), mud yang di annulus
bertindak sebagai penjaga tekanan hidrostatik. Teknik ini biasanya
menggunakan komponen seal BOP yang disebut sebagai RBOP (Rotary BOP). RBOP
ini akan berguna untuk menahan tekanan kalo ada tekanan dari gas yang keluar
dari formasi sampai berapa ratus psi (kalo gak salah 300 psi). Setelah
tekanan mencapai ambang batas, kemudian gas dialirkan lewat choke manifold
dan dibakar. Setelah gas habis terbakar, ngebor jalan lagi. Secara
berseloroh saya menyebutnya sebagai flaring while drilling.
2. Yang kedua dengan menggunakan teknik UBD (Underbalance Drilling). Teknik
ini mahal karena seperti memindahkan peralatan testing sewaktu drilling.
Untuk offshore, teknik ini gak suitable karena masalah akomodasi. Sesuai
dengan namanya, teknik dilakukan dengan situasi underbalance. Bagi geologist
gak enak karena seluruh flow out mud ditutup dan dialirkan melalui sistem
UBD dan kita mendapatkan sample dengan depth yang gak jelas.

Semoga membantu



On 6/16/06, Romdoni <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Larinya sekarang di Monas yach heheee...
> Untuk zona yang loses (carbonate fracture atau very depleted reservoir),
> saya pernah mendengar istilah drilling with air atau "nitrogen foam",
> jadi mud nya diganti dengan nitrogen foam yang beratnya sangat ringan.
> Cara drilling seperti ini, kondisi underbalance drilling, pernah
> dilakukan disalah satu field di Aceh. Selain untuk mencegah terjadinya
> loses, tehnik ini juga untuk mempercepat ROP nya.
> Tentunya dengan mengisolasi zona yang high pressure terlebih dahulu
> dengan cara casing-cement sebelum memasuki zona ini.
> Tetapi kekurangannya, selain cost nya cukup besar dan resiko tinggi,
> juga cutting kurang representative untuk wellsite menganalisisnya.
>
> Salam
> Romdoni
>

---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
-----  Call For Papers until 26 May 2006
-----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke