Wonosari berdiri di atas gamping Miosen Wonosari. Bantul berdiri di atas 
piroklastik Kuarter Merapi yang belum terkonsolidasi dengan baik. Kulonprogo 
berdiri di atas gamping Miosen Sentolo (eq. Wonosari). Kerusakan di Wonosari 
dan Kulonprogo tak separah di Bantul. Saya pikir malahan gelombang gempa 
teramplifikasi di sedimen lunak yang belum terkonsolidasi dengan baik. 
Sebaliknya, batuan keras ala gamping Miosen akan meredamnya. 

Tetapi, reaktivasi utama memang melalui retakan di batuan (sesar) dibandingkan 
di masif batuannya. Harian "Kedaulatan Rakyat" tanggal 14 Juni 2006 menurunkan 
berita yang sebenarnya kalau kita baca menunjukkan bagaimana reaktivasi Sesar 
Opak terjadi saat gempa 27 Mei 2006 itu (Terima kasih kepada Pak Budianto Toha 
UGM yang telah meninggalkan koran "KR" ini di meja saya). Slip reaktivasi ini 
telah membuka retakan baru. Ini terjadi di Dusun Nglepen Sengir, Desa 
Sumberharjo, Prambanan. Selain merobohkan banyak rumah, tanah yang mereka 
tinggali pun tergeser secara ekstrem. Tanah yang semula rata, teretakkan dan 
kini menjadi jurang.

Tanah yang semula rata teretakkan menganga sepanjang 300 meter menyerupai 
sungai, dalam 7 meter, lebar 12 meter. Retakan ini menelan beberapa rumah, 
sepeda motor, dan harta benda lainnya. Takut karena amblas, terutama pada saat 
musim hujan, 28 KK yang tinggal di sekitar retakan ini telah direlokasi ke 
tempat yang lebih aman. 

Bagaimana slip reaktivasi bekerja, bisa dilihat di rumah milik seorang warga 
bernama Rubingan. Bangunan rumahnya terbelah menjadi dua, bagian dapur berada 
di sisi utara jurang, sedangkan teras rumah ada di sisi selatan jurang. Jarak 
semula dapur dan teras adalah 6 meter, kini 12 meter. Retakan tanah ini terjadi 
hanya beberapa menit setelah gempa utama menggoncang wilayah Yogyakarta dan 
sekitarnya.

Coba kita rekonstruksi kinematika retakan Prambanan ini. Dapur di sisi utara 
jurang, teras di sisi selatan jurang : berarti arah retakan barat-timut. 
Retakan membuka, sepanjang 300 meter, lebar maksimal 12 meter, dalam 7 meter. 
Asumsi kita : terjadi reaktivasi Sesar Opak sebab Prambanan ada di jalur Sesar 
Opak. Maka retakan di Nglepen ini adalah sistem extension fracture (Tension T 
fracture dalam terminologi Riedel shear). Karena arah  retakan yang B-T, maka 
Sesar Opak harusnya teraktifkan sebagai dextral strike-slip fault. 

Sejajarkan PDZ (principal displacement zone) dextral strain ellipsoid dengan 
jalur utama Sesar Opak, maka kinematika retakan/jurang Ngelepen ini akan muncul 
sebagai extension fracture-nya.

Tetapi, ini baru satu retakan ekstrem yang dilaporkan, harus ada sekian set of 
fractures yang lain sebelum kita menyimpulkan the nature of reactivation on 
Opak Fault pada gempa Yogya 27 Mei 2006.

Data lain, focal mechanism gempa tersebut adalah jelas strike-slip fault dan 
episentrumnya ada di mulut Sesar Opak, maka tak mengherankan kalau sesar ini 
tereaktivasi. Catatan lain, sesar2 lain yang strike-slip dan sejajar dengan 
Opak di wilayah ini akan tereaktivasi pula sejauh propagasi gelombang gempa 
dari sumber utama masih menyentuhnya.

Salam,
awang

-----Original Message-----
From: Rovicky Dwi Putrohari [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Friday, June 16, 2006 3:44 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net-l] Apakah setiap pergerakan sesar selalu mengakibatkan 
gempa ?

Efek merusak atau tidaknya tentunya juga sangat tergantung dari lithology
permukaannya biasanya disebut percepatan tanah. Atau ngga begitu ngerti apa
arti fisis percepatan tanah ini, Pak Leo mungkin lebih tahu jawabnya
daripada rumput bergoyang :).

Kalau anda coba tengok peta kerusakannya di
http://rovicky.blogspot.com/2006/06/peta-kerusakan-gempa-jogja-27-mei-2006.html

Tempat-tempat yg mengalami kerusakan terutama disebelah barat dari lokasi
gempa ini atau sebelah barat dari patahan opak.
Mengapa ?
Selain daerah kerusakan ini lebih padat penduduk dibandingkan sebelah timur
yg berupa pegunungan selatan, Klau anda lihat dipeta tersebut bangunan
(perkampungan di Tinggian Wonosari relatip tidak rusak) daerah ini
dibawahnya terususun oleh batuan lunak yg akan meredam energi gempa artinya
terjadi percepatan gelombang di daerah Bantul. Bayangkan kalau energi
diserap disini artinya banyak energinya yg dilepaskan dalam menggetarkan
daerah ini. Bagian timur dari daerah ini berupa perbukitan terdiri atas
batuan keras. Dengan demikian energi gelombang akan melewatinya dan
percepatan gelombangnya relatif lebih kecil dan daya rusaknya juga lebih
kecil. Namun gelombang gempa ini menjalar jauh kearah timur. Bahkan menurut
laporan USGS getaran ini dirasakan hingga di daerah Bali.

Gempa Jogja kemarin juga lebih dirasakan ke timur ketimbang ke barat.

rdp

On 6/16/06, [EMAIL PROTECTED] <
[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Diskusi sebelumnnya dengan Pak Awang..
> -----------------------------------------------------
>
> Awang Harun Satyana
> Fri, 09 Jun 2006 01:24:27 -0700
>
>
> Efek merusak karena sesar bergerak. Sesar Opak semula ia normal fault
> dengan
> blok turun Bantul dan blok naik Wonosari (lihat lembar peta Yogyakarta
> susunan
> Pak Wartono UGM dkk., dan lembar Surakarta susunan Pak Budianto Toha
> dkk.).
>
> Saat gempa Yogya terjadi, focal mechanism di episentrum menunjukkan
> mekanisme
> strike-slip. Ia teraktifkan ulang sebagai sesar mendatar yang bergerak
> dari
>
> Jetis-ujung Klaten. Gerakannya ini yang merusak. Andai sesar Opak B-T saya
> pikir ia tak akan teraktifkan sebagai strike-slip, mungkin malah sesar
> naik,
> bergantung kepada vector slip rupture gempa. Begitu pun untuk sesar naik
> dan
> normal, jelas strike sesar akan berpengaruh ke mekanisme dan hasil
> reaktivasinya. Untuk selatan Jawa, saya pikir semua sesar yang
> utara-selatan/BD-TL/BL-tenggara harus lebih diwaspadai.
>
> Salam,
> awang
>
> -----Original Message-----
> From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> Sent: Friday, June 09, 2006 3:06 PM
> To: [email protected]
> Subject: [iagi-net-l] Hubungan sesar dengan kerusakan akibat gempa
>
> Kalau kita punya sesar, apakah jenis sesar dan orientasi strikenya bisa
> menyebabkan perbedaan efek kerusakan yang berbeda ..?
> mis : kalau kasus jogya ada sesar mendatar yang kebetulan (agak)  tegak
> lurus Ne-SW dengan kompresi utama (dari selatan ) maka menyebabkan
> kerusakan yang besar.
> Bagaimana misalnya sesar mendatar tapi strikenya sejajar dengan arah
> compresi sekarang ( sesar tua misalnya) , apa akan memberikan tingkat
> kerusakan yang sama...?
> misalnya di sumatera..apakah kalau ada gaya dari barat akan memberikan
> efek
> yang sama bila gayanya dari utara mengingat strike dari faults sumatera
> berarah NW-SE.
> Apa memang yang  harus lebih diwaspadai adalah sesar - sesar geser yang
> tegak lurus dengan arah kompresi /subduksi...?
>
> Lalu bagaimana dengan sesar naik / turun dan berbagai orientasi strikenya
> terhadap gaya kompresi utama yang berlaku, dalam memberikan efek
> kerusakan...?
>
>
> Regards
>
> Kartiko-Samodro
> Telp : 3852
>
>
>
>
>                       "Rovicky Dwi
>                       Putrohari"               To:       HAGI-Net <
> [EMAIL PROTECTED]>, [email protected]
>                       <[EMAIL PROTECTED]        cc:
>                       m>                       Subject:  [iagi-net-l]
> Apakah setiap pergerakan sesar selalu mengakibatkan gempa ?
>
>                       16/06/2006 12:18
>                       PM
>                       Please respond to
>                       iagi-net
>
>
>
>
>
>
> Ada yg tahu jawabnya ?
>
> Kalau saya perhatikan patahan-patahan yang suangat buanyak di setiap
> melihat outcrop. Sepertinya semua daerah ada patahannya. Namun tidak
> semua tempat ada catatan gempanya. Mungkin terjadinya sudah masa lalu
> sehingga tidak ada dalam catatan sejarah manusia. Atau memang
> reaktivasi sesar tidak harus dikuti munculnya gempa.
>
> Pada umumnya sesar-sesar yg dijumpai di lapangan (outcrop) maupun
> penampang seismic memilki dimensi "slip" (pergeseran semu) dalam
> hitungan sekian hingga puluhan meter.  Padahal perhitungan sementara
> yg dilakukan Irwan untuk gempa jogja berkekuatan 6.4 MW di Bantul
> kemarin memperlihatkan kemungkinan lateral displacement maksimum hanya
> 10cm dan slip 60 cm saja.
> http://www.seis.nagoya-u.ac.jp/STUDENT/irwan/jogjaeq/jogjaeq.html
>
> RDP
>
> ---------------------------------------------------------------------
> -----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
> -----  Call For Papers until 26 May 2006
> -----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]
> ---------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> ---------------------------------------------------------------------
>
>
>
>
>
> ---------------------------------------------------------------------
> -----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
> -----  Call For Papers until 26 May 2006
> -----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]
> ---------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> ---------------------------------------------------------------------
>
>


-- 
How to win the game without breaking the rule --> make the new one !

-- 
No virus found in this incoming message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.1.394 / Virus Database: 268.9.0/366 - Release Date: 6/15/2006
 

-- 
No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.1.394 / Virus Database: 268.9.1/369 - Release Date: 6/19/2006
 

---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
-----  Call For Papers until 26 May 2006
-----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke