betul sekali..tapi pengurus (ketuanya) kan dipilih ... volunter atau tidak.. nggak relevan dikaitkan dgn tugas..tapi salut deh dgn terbentuknya task force 'semburan' kemarin.. sgm --
Hasan Sidi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Mungkin lebih tepat kalau disebut rasul, alias raja usul :-) Saya justru melihat banyak sekali yang bicara (memberikan usulan) di milist ini untuk IAGI, dari A sampai Z. Yang kurang mungkin action-nya; membantu para pengurus yang notabene volunteer. Saya pikir sudah banyak kemajuan yang dicapai IAGI dalam 5-10 tahun belakangan ini, lebih membumi. Dengan bantuan nyata para netters, mungkin bisa lebih maju lagi. FHS > -----Original Message----- > From: Shofiyuddin [mailto:[EMAIL PROTECTED] > Sent: Tuesday, June 20, 2006 9:59 AM > To: [email protected] > Subject: Re: [iagi-net-l] Geologist masih "setengah dewa" > > saya pikir terlalu berlebihan lah disebut setengah dewa, > mungkin banyak geologist yang mengabdi dirinya untuk > masyarakat tapi gak bisa "terlihat" > oleh kita yang hidup serba keenakan, dapat email gratis, gaji > gede dan dapat fasilitas laen. > > Saya pikir IAGI sudah mencoba berbagai langkah untuk lebih > memasyarakatkan geologi ke tengah masyarakat, cuma mungkin > hasilnya belum maksimal. Saya dengar khabar sekarang banyak > sms dari masyarakat awam yang masuk ke eks ketua IAGI yang > bertanya sekitar gempa yogya dan khabarnya di response dengan baik. > > maaf kalo gak berkenan .... > > > On 6/20/06, Iman Argakoesoemah > wrote: > > > > Memang betul, sejak dulu Geologist dianggap "setengah dewa". Kalau > > ngga percaya, coba tanya Iwan Fals. Bahkan katanya ada sejarah > > mengatakan bahwa geologist dianggap sebagai "pujangga" > bahkan disebut sebagai "filsuf" > > segala. > > > > Thanks. Iman > > > > -----Original Message----- > > From: Rovicky Dwi Putrohari [mailto:[EMAIL PROTECTED] > > Sent: Tuesday, June 20, 2006 5:12 AM > > To: [email protected] > > Subject: [iagi-net-l] Re: Pengamat Perminyakan dan Lumpur Panas. > > > > > > Tentunya bukan asal berani, banyak yang tahu justru tidak punya > > keberanian memberitahukan atau berani berbicara. > > > > Seperti yg sering disinggung pak Kusuma, kalau dokter sudah angkat > > tangan, ya tentunya pengobatan alternatif tentu akan > mengambil posisi > > untuk mengisinya. Kalau yg lebih tahu justru diem tidak berkomentar > > tentunya yg kurang tahu atau bahkab yg tidak tahu menjadi > komentator. > > Apalagi untuk urusan media yg mnurutku bukan mencari > kebenaran tetapi > > sekedar bisnis mencari berita, hal-hal sepeti ini langsung saja > > disamber. > > > > Saya ngga ngerti juga kenapa geologist sejak dulu sering dianggap > > hidup didunia dewa diawang2. Mungkin krn sulit bahasanya, enggannya > > berbicara, atau ada hal lain .... Secara positip barangkali karena > > kehati-hatian ya? > > > > Salam > > Rdp > > > --------------------------------------------------------------------- ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru ----- Call For Papers until 26 May 2006 ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED] --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi --------------------------------------------------------------------- Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com

