On 6/29/06, Ben Sapiie <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Abah, nuhun atas nasihatnya...
Hanya saya mempunyai kecenderungan menempatkan sisi scientific belakangan
kalau memang sudah dievaluasi dengan seksama dan keluar dgn sebuah
penjelasan yang konsisten kalau memang porsinya untuk masyarakat. Kalau
kita diskusi disini semua bisa sembarang dan jeplak juga nggak maslah toh
untuk konsumsi kita. Hanya maksud saya masukan2 yang ada di diskusi disini
akan sangat baik dipakai sebagai data serta evaluasi gratis dari para
profesional. Jadi sebaiknya ditindak lanjuti dan dibuat semacam ringkasan
yang dapat mengarahkan pendapat-2 lebih tajam. Bahkan mungkin bisa dijadikan
lahan thesis S2 dan S3.
Konfidensial itu sering merupakan "attribute" dari sebuah data penting
yg memiliki aspek kritis. Dalam hal ini misalnya data daily well
report, data well profile, geological data dll. Namun membuat data ini
terbuka saya rasa masih hanya "mimpi".
Lebih mudah dapet info dari temen BULE
Kalau anda sering berkutet dengan "scouting data" tentunya anda akan
tahu bagaimana info-info kecil yg penting ini berseliweran. Buat
geologist newventures, informasi-informasi ini mirip data satu
outcrop, yang hanya dijumpai "sepitil-sepitil", dikit-dikit saja dan
sering tidak lengkap. Namun yg mengherankan adalah, saya lebih mudah
mendapatkan data-data ini dari BULE ketimbang dari temen-temen
sebangsa. Ntah apa sebabnya. Ini tidak hanya soal BPJ-1 saja looh.
Seringkali temen bule saya mendapatkan datanya juga tidak sembarangan,
data itu sangat valid, walopun tidak lengkap. Misalnya saya hanya
pingin tahu koordinat sumur, maka data lat long dengan mudah
diperoleh, wlopun tidak tahu sistem spheroidnya, saya hanya
mengasumsikan saja. Bagi kawan sebangsa seingkali "takut-takut"
memberikan karena data koordinat ini sangat rahasia (confidensial).
Juga misalnya saya tanya, berapa rata-rata porositas batugamping
Kujung yg porous. Maka dengan mudah dia memberikan angka-angka yg
setelah saya dapetin data dasarnya, ya memang cukup valid untuk
kebutuhan "scouting" new ventures activities.
Bukan data mentah (raw data).
Kecenderungan yg sering saya lihat dari data yg saya inginkan adalah,
para bule ini berbagi informasi, tetapi tidak berbagi data mentah
(mungkin kadang-kala juga iya ya). Nah ini yang sangat penting. Kalau
berbai informasi, JANGAN DATA MENTAH. Berbagi informasi tetapi tidak
berbagi data mentah. Ini bisa lewat imil maupun telepon. Misalnya
berapa maksimum Leak Of Test di sumur BD-1 ? Berapa maksimum presssure
di sumur Porong-1 ? Aku yakin banyak yg heran kalau sumur porong-1 di
formasi Kujung memilki tekanan formasi sebesar 15.7 ppg.
Ini jelas over pressure kan ? Gamping kok overpressure ?
Tapi kenapa bisa lost dengan MW 15 ppg ?
Setelah diperhatikan ternyata lost terjadi kalau sumur dipompa,
artinya ada penambahan tekanan (tek pompa) selain tekanan
hidrostatisnya sebesar MW yg 15 ppg. Ini cirikhas di carbonate yg
banyak fracturenya.
Mengapa susah mendapat dari teman sebangsa ?
Wah aku ndak tahu. Temen-temen sebangsa ini sepertinya lebih pandai
menjaga informasi supaya tidak keluar. Namun kepandaian ini seringkali
menjadikan mereka enggan berbagi pengalaman dan pengetahuan (lack of
sharing info). Tidak mudah memang untuk berbagi informasi ini.
Temen-temen bule berbagi hanya informasi 'olahan' bukan 'mentahan'.
Semakin kritikal, informasi harus semakin terbuka.
Ada filosofi data terbuka yg kadang terasa aneh seperti kalimat
diatas. Bagaimana logikanya ?
Kalau kita perhatikan, sebenernya semakin sebuah data itu memilki
aspek kritis seharusnya semakin terbuka. Mengapa ? data yg terbuka
akan di kontrol oleh banyak pihak, sehingga data ini tidak akan
dipalsukan siapa saja. Setiap orang akan memulai dari data yg selalu
konstant dan sama, artinya otentikasi akan terjaga dengan sendirinya.
Misalnya data log restivitas. Bagaimana kalau datanya "dimain-mainkan"
sehingga sumurnya kelihatan ada minyaknya ?
Nantinya ... Salah satu nilai yg penting dari data adalah otentikasi
dan originalitas.
Teknik digital sering menjadikan manipulasi dapat dengan mudah dikuak
.... namun juga dengan teknik digital manipulasi data dilakukan
hef e nais dey
rdp
---------------------------------------------------------------------
----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
----- Call For Papers until 26 May 2006
----- Submit to: [EMAIL PROTECTED]
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------