wah Cak Ar koq past tense melulu..gimana Panitia? eh perlu juga nich denger suara Pak Ketum salam geologi shb ==
Ariadi Subandrio <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Broers, IAGI adalah milik rakyat Indonesia, IAGI bukanlah milik segelintir golongan "orang2 sukses", seperti yang tersinyalir. IAGI berkali-kali diajak kerjasama oleh institusi lain baik yang formal (pemerintahan) mau pun non formal (NGO/publik) dan IAGI juga memberikan pendapat ilmiah pada berbagai institusi pemegang otoritas. Beberapa yang bisa diutarakan dari ketidak eksklusifan IAGI bersama masyarakat a.l : KLH tidak hanya sekali-dua kali meminta pendapat IAGI, data kebumian dari IAGI, dll. (kasus Buyat, Informasi Aceh, dsb). Dalam kasus Buyat ini Puslabfor Polri pun pernah mengakui banyak mendapat pemahaman dari IAGI, dll, dll. Dengan disponsori Ditjen GSDM IAGI juga pernah memberikan masukan kepada kabupaten Lebak dalam kaitan dengan otonomi daerah sebagai model percontoan tata ruang. Bermodalkan kocek yang cekak IAGI juga melakukan sosialisasi geologi (georesources, hazard potential, gunungapi dll) kepada berbagai Pecinta Alam di 6 daerah di Indonesia secara gratis. Kepada para guru2 SMU seJawa Timur (hanya bisa ditampung 50an guru) juga dilakukan hal yang sama... free, bahkan pada saat Annual Convention IAGI di Surabaya 2002 para guru ini juga kita reward sebagai tamu kehormatan. Selain membicarakan Plume Tectonics seperti yang pernah disampaikan geologist muda Ade Kadarusman dalam key note, IAGI juga menyampaikan pesan "introversi-nya kaum geolog" dengan "Katak Dalam Tempurung"-nya kang Rovicky DP. Selain itu, bersama masyarakat peduli Timor, IAGI berulangkali memberikan bantuan advokasi & masukan tentang potensi resources kawasan Timor. Bersama masyarakat & para industriawan peduli Aceh IAGI juga memberikan sumbangan data informasi bawah permukaan Aceh&NAD yang dimanfaatkan oleh banyak kalangan nasional & internasional. IAGI berulang kali memberikan masukan tentang potensi Tata Ruang, Resources, Energi kepada DPR-RI, IAGI tak kurang sedikit memberikan masukan kepada Gubernur Jawa Timur mengenai berbagai masalah kebencanaan & potensi bahaya, IAGI juga mensosialisasikan Geologi kepada para wartawan melalui kursus & fieldtrip. IAGI berkolaborasi dengan HAGI melakukan sosialisasi potensi gempa dan kebencanaan nasional sudah melebihi 8 daerah yang dikunjungi, dengan antusiasme publik yang besar. Mungkin agak berlebihan "defense" yang disampaikan ini, namun jika masih mau, akan berpanjang lagi deretan yang menunjukkan bahwa IAGI bukanlah milik atau dinikmati oleh segelintir orang2 sukses, berduit, perusahaan, pejabat dll, dsb. dan yang lain sekedar liwat saja..... . Satu hal lagi yang penting, bahwa IAGI sudah menyampaikan kepada Presiden RI dengan tembusan ke Ketua MPR, DPR dll secara resmi tentang gagasan perlunya Badan Geologi Nasional (BGN) dibentuk di Indonesia dengan Misi Utama yang disampaikan oleh IAGI : "BAHWA PEMETAAN GEOLOGI DI INDONESIA BELUM SELESAI". Tentang PIT, melakukan persiapannya memerlukan waktu yang cukup panjang dan lama. Menentukan kota penyelenggaraan & Tema juga bukan sesuatu yang seketika dapat diputuskan dan diubah-ubah. AD/ART IAGI menugaskan kepada pengurus pusat IAGI untuk melakukan Rakernas setiap tahun. Biasanya PP membuat rakernas pada saat penyelenggaraan PIT, nah bersamaan dengan momen PIT itulah PP bisa melakukan beberapa acara yang "non-ilmiah" dengan membuat seminar2 kecil atau luncheon talk dengan membahas issue-issue Geologi aktual, baik nasional mau pun internasional. Bisa juga membuat acara2 gratis untuk profesi non geologi, bisa membuat pengajaran bagi para guru, bagi para pegawai pemerintah daerah dsb, dsb. Bahkan dalam beberapa tahun terakhir ini, IAGI sudah mewadahi beyond geology dengan forum diskusi Unconventional Geology. Kalau tahun ini, kita menilai bahwa IAGI akan dapat lebih menggigit bila membahas hal2 sehari2 spt; bencana gempa, longsor dll dsb. ..... ya silahkan Panitia PIT dan panitia rakernas mengakomodasi issue-issue tersebut dalam aneka wadah yang tersedia... lam-salam, ar- (Divisi Sumberdaya Manusia PP-IAGI 2005-2008...... heri ferius wrote: Saya mungkin masih anggota IAGI, itupun karena didaftarkan oleh...., dan sampai saat ini belum pernah ikut iuran, sudah ngak terima kartu anggota baru lagi sejak th2000 an, mungkin IAGI ngak bikin baru atau salah alamat ?, ngak tahulah kalau dibayarin terus, tapi rasanya tidak mungkin lah.. Maaf, karena awan dengan kegiatan IAGI, tapi yang ketangkap dari info2 dan email di IAGI, sepertinya sama saja dengan assosiasi2 lainnya, hanya milik atau dinikmati oleh segelintir orang2 sukses, berduit, perusahaan, pejabat dll, dsb. Selain dari itu, yang lain mungkin hanya sekedar liwet. Sudah saat nya IAGI mikir dan kalau dapat saling membantu tentang masa depan geologist yang kurang mampu / tidak sukses, bukan jadi barrier, malah banyak geologist yang banting stir ke bidang lain, hanya sekedar menutupi kehidupan primer, karena mungkin dulu salah jurusan, tapi terpaksa tamat PT sebagai geologist dalam rangka menyenangkan hati ortu. Bila perlu IAGI dan atau anggota2 dapat memberi jalan keluarnya bagi masyarakat geologi dimana saja berada. Kalau itu masuk agenda saluto buat IAGI. Saya sendiri di Riau malah hanya sekedar tahu akan ada PIT IAGI di PKU (ngak / belum aktif aja, kok protes..) Begitu juga, mengapa kita lebih mudah dapat data dari BULE, dari pada bangsa sendiri, mungkin jawabannya ada pada diri masing2. Seperti: ngak PD, takut bersaing, ABS, dll, dsb. Coba saja di Indonesia untuk bertanya gaji saja, katanya tidak ettis, padahal maksud bertanya untuk menawarkan gaji yang lebih tinggi..... PIT IAGI akan lebih menggigit bila membahas hal2 sehari2 spt; bencana gempa, longsor dll dsb. Kalau perlu ganti topik dan lokasi agar lebih update dan akan dikenal masyarakat.. Jangan hanya perusahaan2, institusi aja, sekedar bikin buku warna-warni. Sementara yang diluar garis lingkaran ngapain aja .... Sekedar pemikiran dan semoga berkenan walaupun dari sisi negatif. Salam Heri Ferius 1393 ----- Original Message ----- From: "mohammad syaiful" To: Sent: Wednesday, June 28, 2006 5:20 PM Subject: Re: [iagi-net-l] PIT IAGI 2006 : Apakah perlu ditunda/dibatalkan ? > mengapa pit iagi digambarkan sbg sosok yg mewah dan jauh di langit, lepas > dari bumi alias masyarakat? > apakah dg pit iagi, dapat diartikan kita tidak memedulikan gempa yogya dan > bencana lainnya? > apakah dg pit iagi, kita dikarikaturkan sbg sedang bermewah-mewah? > > kalo perlu, pit iagi bisa dilaksanakan tanpa dasi; bisa dilakukan tanpa > makan prasmanan (bisa nasi bungkus aja bung). > > memang kita adalah gerombolan geologist, yg bebas berinterpretasi. namun > menurut saya, tidaklah perlu interpretasi yg terlalu jauh. > > inilah jawaban saya, spontan (cuma dipikir sebentar, he..he..), atas wacana > mas budi prasetyo. > > semoga berkenan. > > salam, > syaiful > *anggota iagi > > > On 6/28/06, Budi Satrio wrote: >> >> Kawans, >> Apakah perlu PIT IAGI 2006 di Pekanbaru di tunda/batalkan ? >> Setelah letusan Merapi, Gempa Jogja dan semburan lumpur liar di Jatim yang >> telah membumikan geologi ke masyarakat dan memberikan dampak bencana ke >> rakyat banyak, serta memberikan dataran tantangan pekerjaan rumah yang >> luas >> kepada para ahli geologi >> Apakah kita akan membawa geologi ke awang-awang lagi dengan menyempitkan >> diri presentasi berbagai makalah di hotel dengan baju bersih berdasi serta >> makan siang prasmanan ? >> Apakah perlu PIT IAGI 2006 di Pekanbaru ditunda/dibatalkan ? >> Sekedar pemikiran dan semoga berkenan dengan tulisan ini. >> >> Budi Satrio >> >> > > > -- > Mohammad Syaiful - Explorationist > Mobile: 62-812-9372808 > Email: [EMAIL PROTECTED] > > Exploration Think Tank Indonesia (ETTI) > Head Office: > Jl. Tebet Barat Dalam III No.2-B Jakarta 12810 Indonesia > Phone: 62-21-8356276 Fax: 62-21-83784140 > Email: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED] > --------------------------------- Do you Yahoo!? Get on board. You're invited to try the new Yahoo! Mail Beta. Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com

