Saya kira istilah hazard dan disaster itu sudah diselesaikan dan jelas:
"hazard"= bahaya ("rawan bencana")
"disaster" = bencana
Ingat "lampu hazard", yang menunjukkan kemungkinan terjadinya tabrakan (bencana)
RPK

----- Original Message ----- From: "Wayan Ismara Heru Young" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Friday, June 30, 2006 11:23 AM
Subject: Re: [iagi-net-l] Sudah Benarkah penyebutan istilah "bencana geologi" ? - RE: [iagi-net-l] Gempa 5.5 SR Menggoyang Menado



benar sekali pak!!

dan kalau tidak salah itu juga yang membedakan antara Hazard dan Disaster (yg dlm bhs indonesia, dua2nya jadi Bencana)... Seingat saya dari MK Mitigasi Bencana Alam Geologi, disaster itu berhubungan dengan jumlah kehilangan, baik itu jiwa maupun harta... sedangkan Hazard itu tidak berhubungan dengan kehilangan tadi... CMIIW..

jadi misalnya ada gempa 9 skala richter di tengah2 hutan atau gurun, yang jauh dari masyarakat dan permukiman, bisa dikatakan sebagai GEOLOGICAL HAZARD, sedangkan jika gempa berkekuatan sama terjadi di kota besar yang padat tentu ini akan menjadi suatu GEOLOGICAL DISASTER...

sedangkan di bahasa indonesia tidak ada kata khusu seperti hazard dan disaster ini, sehingga dua2nya terpaksa diterjemahkan menjadi BENCANA...


 salam,
 .heru.




liamsi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Sebetulnya peristiwa Meletusnya Gn Api , Gempa bumi sampai Banjir itu kan
peristiwa alam biasa bukan suatun bencana , karena peristiwa tsb merugikan
manusia makanya disebut bencana,
Gimana biar tidak dirugikan , ya menghindarlah/menjauhlah  dari peristiwa
peristiwa tsb , jangan tinggal dekat dekat gn berapi, jangan tinggal
didaerah aliran sungai, jangan ganggu sungai sungai tsb dg penebangan
penebangan, jangan tinggal dekat pantai ,dst, dst.( dapat dimitigasikan )
Jadi tidak ada Bencana Alam yang ada Bencana Manusia.( Peristiwa  Alam
memang begitu )

Ism

To:
Sent: Friday, June 30, 2006 8:25 AM
Subject: Re: [iagi-net-l] sudah benarkah penyebutan istilah "bencana
geologi" ? - RE: [iagi-net-l] Gempa 5.5 SR Menggoyang Menado


Tidak ada itu bencana, yang ada itu adalah ujian dari alam. Setiap ujian
itu tentu ada yang lulus, tetapi juga ada ada yang gagal gitu. Lihat itu
banjir di mana-mana, dari dulu banjir itu sudah ada, tetapi masyarakat itu tidak lulus-lulus itu ujian. Setiap kali banjir itu datang, masyarakat itu
menyesal telah menebangi hutan itu (tidak pernah menanam tetapi  maunya
panen terus gitu), tetapi setelah selesai banjir itu masyarakat itu
kembali
menebangi hutan lainnya, kemudian banjir itu datang lagi tahun berikutnya.
Demikian itu seterusnya, karena masyarakat itu tidak lulus lulus itu
ujian,
her terusss gitu, ha ha.

On 6/30/06, Pangestu, Sonny T  wrote:
>
> gempabumi itu bukan bencana.
> gempabumi itu adalah salah 1 fenomena alam di planet bumi,
>
> bencana adalah apabila kita merasa dirugikan atau merasa disakiti
> (mungkin sampai tewas),
> bencana terjadi karena kesalahan kita sendiri dan karena kita tidak
> mengerti atau tidak mau mengerti alam planet bumi,
> bencana bukan oleh fenomena alam planet bumi.
> salah 1 percontoh gempabumi di manado ini tidak ada bencana, juga yg di
> tengah samudera atlantik tadi.
>
> seandainya tidak ada orang di sana, seandainya kita tidak merasa
> dirugikan atau disakiti, maka itu hanya fenomena alam.
> malahan bisa mendatangkan manfaat bagi kita.
> kita bisa menonton erupsi gunungapi dan kita bisa menikmati totonan
> meluncurnya awan panas.
> kita bisa mengundang wisatawan dan mengalirlah dolar ke daerah itu.
>
> bila kita mau mengerti alam planet bumi dan mau hidup dalam harmoni
> dengan alam planet bumi insya Allah kita tidak menyebabkan diri kita
> dalam bencana.
>
> alam , termasuk bumi ini, rasanya tidak pernah membunuh dan merugikan
> kita.
> adakah orang yang tewas akibat gempabumi ?
> masih ingatkah kita ttg tewasnya penggali pasir akibat tertimbun
> longsoran lereng terjal yg dibuat oleh dirinya.
> seandainya kita menyadari :
> - tidak memotong lereng menjadi lebih terjal hingga menyebabkan
> longsoran.
> - tidak membiarkan saudara kita membangun tempat tinggalnya di daerah
> tempat air akan mengalir seperti di tepi sungai ciliwung kampung > melayu,
> dataran banjir sungai asam-asam, sungai kintap, sungai satui.
> - menyadari bgmn membangun rumah yg sesuai utk daerah yg berpotensi
> dilanda goncangan gempabumi.
> - tidak bermukim di kaki lereng terjal.
> - menyusun tata ruang berpangkal geologi
>
> saya juga tidak menyetujui penyebutan istilah bencana geologi.
> kalo ini dibiarkan maka saya akan sangat menyesalinya.
> geologi bukanlah penyebab bencana.
> kebodohan, ketidaktauan dan ketidakmauan kitalah yg menyebabkan kita
> atau menempatkan diri kita dalam bahaya.
>
> seandainya setiap insan geologi indonesia mengetuk hati orang-orang > yang
> ada di dekatnya membangkitan kesadaran utk mau memahami bumi dan alam
> ini, dan melakukannya terus menerus tanpa pamrih harta.
> ke mana pun kita berpijak dan berbuat, di situlah kita perlu memahami
> lebih dahulu keadaannya.
> maka itu sudah merupakan sumbangan yg lebih bermanfaat dibandingkan
> harus mengatasi bencana yang sudah terjadi.
>
> semoga.
>
> (sonny)
>
>
> -----Original Message-----
> From: Subiyantoro, Gantok (gantoks) [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> Sent: 06 Juni 2006 15:57
> To: [email protected]
> Subject: RE: [iagi-net-l] Gempa 5.5 SR Menggoyang Menado
>
> Mana orang yang paling kaya, yang paling pinter, yang paling kuat, yang
> paling sakti, yang paling berkuasa yang dapat menghilangkan bencana > alam
> ini.
> Kita hanya bisa mempelajari proses dan jejak-jejak bencana yang telah
> terjadi, tapi tidak bisa menentukan betuk, besar dan waktu kapan > bencana > akan terjadi, suatu tantangan yang sulit dijawab mungkin tidak > terjawab.
>
> Benar kata Wati, tsunami di Aceh dan gempa di Yogya hanyalah test case,
> tidak sadar bahwa kita menuju yang maha dahsyat.
> Saya hanya berlindung kepada Allah swt.
>
> -----Original Message-----
> From: Dr. Premonowati [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> Sent: Tuesday, June 06, 2006 2:33 PM
> To: [email protected]
> Subject: [iagi-net-l] Gempa 5.5 SR Menggoyang Menado
>
> Ini baru fase awal kita...pemanasan untuk menuju yang lebih dahsyat..
> Salam
>
> Awang Harun Satyana  wrote:
> Nah, maka dalam 10 hari terakhir ini lengkaplah Indonesia dikurung
> oleh gempa : di selatan ada gempa Yogya, di barat ada gempa Padang, di
> utara ada gempa Menado, di timur ada gempa Wamena. Pertanda apa ini ?
> Seperti kata Pak Yatno, silakan menafsirkannya secara kerohanian atau
> secara sains, mana yang lebih suka, setiap orang tentu berbeda-beda.
>
> Yang jelas, kalau Indonesia dikurung oleh jalur-jalur subduksi lempeng,
> ya memang gempa sudah risikonya. Tapi jangan lupa, negri kita pun kaya
> akan energi dan mineral juga karena dikurung oleh jalur2 subduksi itu.
>
> Yang lebih penting, kita - bangsa Indonesia harus sangat earthquake
> alert, waspada gempa. Mulai sekarang, coba kita amati rumah kita > masing2
> ke sisi mana kita sebaiknya segera lari atau bersembunyi bila gempa
> tiba-tiba datang.
>
> We are sleeping with earthquake !
>
> Salam,
> awang
>
> --
> No virus found in this outgoing message.
> Checked by AVG Free Edition.
> Version: 7.1.394 / Virus Database: 268.8.2/356 - Release Date: 6/5/2006
>
>
>
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around
> http://mail.yahoo.com
>
>
> ---------------------------------------------------------------------
> -----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
> -----  Call For Papers until 26 May 2006
> -----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]
> ---------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> ---------------------------------------------------------------------
>
> ---------------------------------------------------------------------
> -----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
> -----  Call For Papers until 26 May 2006
> -----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]
> ---------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> ---------------------------------------------------------------------
>
>



---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
-----  Call For Papers until 26 May 2006
-----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------




---------------------------------
Sneak preview the all-new Yahoo.com. It's not radically different. Just radically better.


---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
----- Call For Papers until 26 May 2006 ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED] ---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke