Pak ISM,
 
Menurut pengalaman saya, rasanya kok tidak bisa kalau geologist (wellsite 
geologist) mesti disangkutkan (bertanggung jawab?) dengan musibah dalam 
pemboran (misalnya blowout). Geologist selalu bekerja dengan mudloggers di 
dalam mudlogging unit. Setiap ada tanda-2 yang mencurigakan (misalnya setelah 
terjadi perubahan kecepatan pemboran atau drilling break, yang kemungkinan 
pemboran masuk ke lapisan batu pasir atau gamping yang porous, lalu 
diikuti/terjadi volume lumpur bor di tangki aktif terus berkurang, atau 
bertambah, adanya peningkatan kandungan gas/ background gas dll) mereka SEGERA 
memberitahu driller, teknisi lumpur bor, dan kalau perlu langsung ke Drilling 
Supervisor atau Companyman (orang nomor satu di lokasi pemboran, yang sekaligus 
merupakan wakil/representative dari perusahaan minyak yang punya sumur, maka 
dipanggil Companyman). Selanjutnya urusan sepenuhnya menjadi tanggung-jawab 
Companyman.
 Kalau ada kejadian seperti di atas, walaupun tengah malam, dan hujan gerimis 
misalnya, Companyman (biasanya didampingi driller bahkan atasannya juga, 
mudloggers, geologist dan teknisi lumpur) akan naik ke atas lantai bor (rig 
floor) sambil membawa lampu senter, untuk melihat (dengan mata kepala sendiri) 
bagaimanakah keadaan lubang sumur. Misalnya, kalau dalam posisi pompa lumpur 
sudah dimatikan, tetapi ada aliran lumpur dari dalam sumur, ini sudah gawat. 
Artinya ada "kick". Gas atau formation fluid dari dasar sumur sudah keluar 
mendorong lumpur bor di dalam sumur.  Companyaman akan segera bertindak: 
Rangkaian blowout preventer (BOP)  segera ditutup (tidak boleh bocor lho!), 
tekanan sumur (annulus) segera dicatat, kedalaman (true vertical depth) sumur 
segera dihitung, berat lumpur pemboran diukur dengan teliti, tekanan pipa bor 
(standpipe pressure) juga segera dicatat. Semuanya dihitung dengan formula 
tertentu, sehingga diketahui berat lumpur yang akan dipergunakan untuk kill 
well.
Lalu mulailah pekerjaan "killing well", dengan memompakan secara perlahan-lahan 
lumpur dengan berat tertentu, guna mengatasi "kick". Kalau kondisi sumur sudah 
aman, beliau akan memberi nasehat-2/instruksi, lalu turun ke kantornya 
(biasanya terus telpon boss di kantor pusat/Jakarta), bikin kopi panas dan 
pahit, sambil meneruskan morning report..
Tentu saja wellsite geologist akan memberi masukan, misalnya kedalaman top-top 
formasi, jenis lithologi, kandungan hidrokarbon dll
 
Untuk BJP-1, terus terang saya dan banyak kawan belum tahu persis bagaimana sih 
kronologinya sampai terjadi musibah (biasanya kalau terjadi blowout semua crew 
akan diungsikan dan dikarantina). Jadi saya hanya menduga dan mendapat 
informasi dari milis ini.
Yang saya tidak mengerti, kemanakah menara bor (drilling rig)? Sebab kalau 
drilling rig sudah tidak ada dilokasi sumur, berarti kita sudah tidak bisa 
berbuat apa-2 lagi. 
Catatan: walaupun drilling rig masih berdiri di lokasi sumur tetapi kalau kelly 
(pipa segi-6 pemutar rangkaian pipa bor) sudah terlanjur dilepas (sedang cabut 
pipa bor misalnya), kalau ada kick, kita juga tidak bisa berbuat banyak. Maka 
dari itu, sekarang banyak drilling rig yang dilengkapi "top drive".  Walaupun 
sedang cabut-pasang pipa, kita bisa melakukan sirkulasi lumpur ke dalam lubang 
sumur, berkat fungsi top drive.
Kalau BJP-1 sebelumnya diawali dengan problem loss circulation (hilangnya 
lumpur bor ke dalam formasi), tentunya sudah dipompakan LCM (lost circulation 
material) lalu dilakukan cabut rangkaian pipa bor, tetapi mengalami stuck pipe, 
lalu rangkaian pipa diputus (di back-off), sebagian pipa bisa diangkat ke 
permukaan, sisanya tetap tertinggal di dalam sumur sebagai "fish", lalu sumur 
ditutup dengan semen. Mungkin ini sudah dianggap aman.
 
Ketika terjadi semburan (lumpur dan gas) bukan lewat lubang sumur (karena 
memang sudah disemen, dan sudah dikatakan bahwa sampai sekarang di sumur BJP-1 
aman, tidak ada semburan), kami menduga jangan-2 telah terjadi "underground 
blowout" di bawah sana.
Kalau open hole (lubang sumur yang tidak di-cover pipa casing dan disemen) 
terlalu panjang, lalu terjadi kick; untuk mengatasi kick dipergunakan lumpur 
dengan berat tertentu, tetapi formasi bagian atas tidak mampu menahan lumpur 
ini (kill mud), maka terjadilah underground blowout. Artinya kill mud dan 
formation fluid dari zona kick masuk melalui rekahan-2 yang lemah di sekitar 
sumur, lalu muncul ke permukaan. Hal ini bisa terjadi kalau ada ketidak-tepatan 
dalam casing design. Data geologis (kedalaman formasi-2) tentu sangat berguna 
untuk menentukan casing design sebuah sumur.
 
Majalah Tempo (edisi 26 Juni-2 Juli 2006) memuat "Kasus Lapindo" dalam kolom 
Ekonomi dan Bisnis. Di halaman 102 juga dimuat surat dari BPMIGAS - MedcoEnergi 
yang ditujukan kepada Lapindo Brantas Inc yang isinya 
diantaranya...mengingatkan Operator untuk menge-set casing 9-5/8" pada 
kedalaman 8500 ft (kedalaman BJP-1: 9000 ft?) untuk mengantisipasi kemungkinan 
problem sumur sebelum menembus formasi Kujung (bagian tulisan ini diwarnai 
dengan wrna kuning).
Harapan saya dan kawan-2 tentunya, semoga Tim independen bisa bekerja dengan 
baik dan profesional, bisa menemukan sumber penyebab musibah; dan musibah 
segera bisa diatasi sehingga penderitaan warga sekitar dan dampak yang sudah 
meluas segera berakhir.
 
Wassalam,
Sugeng
(geologist, yang sedang menjaga pemboran sumur, dan pernah menyaksikan blowout)
 
 

________________________________

From: liamsi [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Tue 4/07/2006 8:46 PM
To: [email protected]
Subject: [iagi-net-l] 6 Tersangka / Re: [iagi-net-l] Kalau ke pengadilan --> 
Re: [iagi-net-l] Gempa, Pemicu Banjir Lumpur Porong?



Polda Jatim telah menetapkan 6 tersangka dalam kasus lumpur , semuanya dari
Lapindo ( moga moga tidak merembet rembet yg lain ).Apa  Mungkin menyangkut
geologisnya /  wellsitenya. Kalau menyagkut geologisnya dan juga anggota
IAGI , apa perlu ada advokasi untuk masalah teknisnya ( pergeologian ),Yang
jelas ini betul betul musibah bagi si geologis apabila terseret seret
masalah ini, semoga tidak terjadi

ISM

----- Original Message -----
From: "R.P. Koesoemadinata" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Tuesday, July 04, 2006 5:15 PM
Subject: Re: [iagi-net-l] Kalau ke pengadilan --> Re: [iagi-net-l] Gempa,
Pemicu Banjir Lumpur Porong?


> Bakalan banyak juga yang dipanggil sebagai "saksi ahli"
>
> ----- Original Message -----
> From: "Iman Argakoesoemah" <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[email protected]>
> Sent: Tuesday, July 04, 2006 12:35 PM
> Subject: RE: [iagi-net-l] Kalau ke pengadilan --> Re: [iagi-net-l] Gempa,
> Pemicu Banjir Lumpur Porong?
>
>
> > Kalau itu sampai terjadi, IAGI akan dipanggil untuk dimintai pendapat
dan
> > dijadikan sebagai nara sumber yang bisa dianggap "netral". Masa harus
> > "orang asing". Kita harus bisa.
> >
> > Just a comment.
> >
> > Thanks. Iman
> >
> > -----Original Message-----
> > From: oki musakti [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> > Sent: Tuesday, July 04, 2006 11:58 AM
> > To: [email protected]
> > Subject: [iagi-net-l] Kalau ke pengadilan --> Re: [iagi-net-l] Gempa,
> > Pemicu Banjir Lumpur Porong?
> >
> >
> > Wah kalo nanti sampai ke pengadilan bakalan seru nih...
> >  Bayangkan akan saksi ahli (geologist tentunya) yang diajukan pembela
> > bilang bahwa bledug-an Porong ini sebagai fenomena alam biasa sedangkan
> > saksi  yang diajukan jaksa (geologist juga dong) menyatakan kalau
bencana
> > ini akibat kecerobohan terdakwa.
> >
> >  Terus bagaimana hakim yang saya yakin bukan geologist bisa memilih dan
> > memilah pendapat mana yang benar, lha wong diantara kita saja masih
belum
> > sepakat.....
> >
> >
> >
> >
> >
> >  --- Ariadi Subandrio
> > wrote:
> >
> >> Disampaikan oleh kepolisian daerah Jawa Timur
> >> (Sidoarjo) telah melanggar pasal 187/188 KUHP
> >> tentang kejahatan membahayakan keamanan umum dan
> >> ..........., dengan ancaman hukuman kurung 20 tahun.
> >> namun belum ditentukan person penanggung jawabnya.
> >> Whuik ngeri euy.... Duh, berate resiko .... ati2
> >> rek
> >>
> >> ar-
> >>
> >>
> >>
> >> liamsi
> > wrote:
> >> Di Radio Elsinta tadi diberitakan Polisi sudah
> >> menyimpulkan kasus Lumpur ini adalah sudah kasus
> >> Pidana ( artinya bukan lagi karena alam / gempa) dan
> >> juga disebutkan pasal pasalnya yang dilanggar serta
> >> siapa saja yang diduga terlibat , bahkan dinyatakan
> >> ancaman hukumannya bisa 20 thn,
> >> Rasanya ini merupakan Keprihatinan kita semua
> >> khususnya komunitas geologi , semoga cepat selesai
> >> dan tidak merambat kemana mana
> >> Mungkin Tahun 2006 bisa dijadikan "Tahun
> >> Keprihatinan Geologi" ,dilihat dari
> >> peristiwa peristiwa ditahun ini.
> >>
> >> ISM
> >> Subject: Re: [iagi-net-l] Gempa, Pemicu Banjir
> >> Lumpur Porong?
> >>
> >>
> >> Seandainya memang gempa adalah pemicunya, seharusnya
> >> tidak hanya Lapindo dan Porongnya saja yang
> >> mengalami kejadian ini.
> >>
> >> Salam
> >> -SS-
> >>
> >>
> >> On 6/29/06, [EMAIL PROTECTED] wrote:
> >> >
> >> Kalo mau dihubung-hubungkan dengan gempa..saya kok
> >> tetep kurang percaya, tapi kalo penjelasannya
> >> kembali ke "underground blow out" yang men-trigger
> >> terjadinya bencana..saya lebih percaya ke kesimpulan
> >> tersebut...
> >> >
> >> >
> >> > Regards,
> >> > YP
> >>
> >>
> >> ---------------------------------
> >> Yahoo! Messenger with Voice. Make PC-to-Phone Calls
> >> to the US (and 30+ countries) for 2ยข/min or less.
> >
> >
> > __________________________________________________
> > Do You Yahoo!?
> > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
> > http://mail.yahoo.com <http://mail.yahoo.com/> 
> >
> > ---------------------------------------------------------------------
> > ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
> > ----- Call For Papers until 26 May 2006
> > ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED]
> > ---------------------------------------------------------------------
> > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id <http://iagi.or.id/> 
> > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> > No. Rek: 123 0085005314
> > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> > Bank BCA KCP. Manara Mulia
> > No. Rekening: 255-1088580
> > A/n: Shinta Damayanti
> > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> > ---------------------------------------------------------------------
> >
> >
> >
> >
> > ---------------------------------
> > Sneak preview the  all-new Yahoo.com. It's not radically different. Just
> > radically better.
> >
> > ---------------------------------------------------------------------
> > -----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
> > -----  Call For Papers until 26 May 2006
> > -----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]
> > ---------------------------------------------------------------------
> > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id <http://iagi.or.id/> 
> > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> > No. Rek: 123 0085005314
> > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> > Bank BCA KCP. Manara Mulia
> > No. Rekening: 255-1088580
> > A/n: Shinta Damayanti
> > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> > ---------------------------------------------------------------------
> >
> >
>
>
> ---------------------------------------------------------------------
> -----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
> -----  Call For Papers until 26 May 2006
> -----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]
> ---------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id <http://iagi.or.id/> 
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> ---------------------------------------------------------------------
>
>


---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
-----  Call For Papers until 26 May 2006            
-----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]   
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id <http://iagi.or.id/> 
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------



Kirim email ke