Uppss... Sori, ternyata sumur nya memang belum di semen tho, ternyata P&A nya sesudah kejadian.
Salam Reki On 7/5/06, reki indrawan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Pak Awang, Kalau memang Lumpur ini berasal dari Lumpur Pliosen yang relative shallow dan mempunyai kenampakan di seismic seperti tertarik/tertekuk ke segala arah (collapse structure?), apakah pada waktu drilling interval ini sudah di casing & cementing dan apakah ada indikasi overpressure pada area/interval ini? selain seperti indikasi bahwa hanya ada clay pada cutting dan bukan limestone pada interval sembulan yang kemungkinan adalah mud volcano. Jadi pengen tau apakah cement yang dipompa untuk killing well itu bisa membuat formation diatasnya yang punya pressure lebih kecil dari density cement akan fract (differential pressure). Sehingga mungkin apabila ini adalah underground blow out, differential pressure yang cukup besar antara cement yang digunakan untuk killing well dengan formation pressure di open hole akan memicu terjadinya fract pada formasi. Atau apakah cement yang dipompa untuk killing well tidak cukup kuat untuk menahan overpressure dari formasi. Kalau benar lumpur itu berasal dari Lumpur Pliosen seperti yang Pak Awang duga, kemungkinan adalah akibat differential pressure, apalagi ditambah banyaknya sesar di daerah tersebut. Salam Reki On 7/4/06, Awang Harun Satyana <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Saya belum melihat gambar di Majalah Tempo terbaru tersebut, tetapi > kalau soal apakah di bawah Banjar Panji-1 ada gunung lumpur (mud volcano), > berdasarkan data regional maka indikasinya cukup kuat. Data seismik Banjar > Panji tak terlalu baik kualitasnya karena tutupan endapan volkanik di > permukaan. > > Lapindo dalam usulannya mengidentifikasi dua sembulan (diharapkan > karbonat) : (1) sembulan dangkal berumur Pliosen (2) sembulan dalam berumur > Miosen Awal yang setara dengan Kujung (dan sudah ditembus sumur Porong). > Berdasarkan kesetaraan regional agak aneh tiba2 ada sembulan terumbu Pliosen > di wilayah selatan Jawa Timur seperti Banjar Panji. Kalau itu sumur di > sekitar wilayah Tuban atau offshore sekitar Pangkah, saya tak akan heran > sebab paling tidak itu terumbu Paciran. Saat diskusi pengusulan sumur ini > dua tahun yang lalu, saya meminta kepada kawan2 Lapindo untuk mempelajari > sedimentasi regional Pliosen Blok Brantas yang mungkin bisa mendukung/atau > malahan melemahkan distribusi terumbu Pliosen ini. > > Tetapi, terumbu Pliosen itu hanya objektif kedua. Objektif utamanya > adalah terumbu Kujung I/Prupuh yang nyata ditunjukkan oleh data seismik > kurang bagus sekalipun. Usulan Banjar Panji mempunyai nilai eksplorasi > tinggi, lebih-lebih lagi penemuan di isolated reef Kujung di onshore Jawa > dan Selat Madura sudah banyak terjadi. Sumur disetujui untuk dibor. > > Walaupun sempat maju-mundur pelaksanaannya, sumur Banjar Panji-1 > akhirnya dibor. Saya berharap sumur ini berhasil sebab akan membuka banyak > peluang baru eksplorasi karbonat Kujung di batas selatan Cekungan Jawa > Timur. Lalu, timbullah bencana itu dan terus terjadi sampai sekarang... > > Bencana semburan lumpur Banjar Panji, apapun penyebabnya, membuat saya > memandang lain struktur amblesan Porong. Tak pernah dikemukakan orang2 > sebelumnya (baik oleh Huffco Brantas sejak zaman Peter Willumsen, maupun > oleh Lapindo pada zaman Arse Kusumastuti dan Agung Darmoyo sekarang, atau > oleh studi2 dari pihak luar di sini ITB, Lemigas, dll.) bahwa Porong ambles > karena proses cratering mud volcano ! Porong selama ini hanya disebut > collapse karena tektonik, subsidence. > > Data seismik (reprocessed) Porong dengan kuat menunjukkan beberapa > horizon seismik Pliosen yang tertarik/tertekuk dari segala arah ke bawah, > ditutupi lapisan2 Plistosen dan Holosen yang datar, dan di pusat tekukan ada > zone free of reflector yang menyerupai feeder pipe mud volcano berdiri > vertikal dari top of Kujung ke atas ke pusat tekukan reflector Pliosen. > Dianalogikan dengan mud volcano di South Caspian Basin (Stewart & Davies, > 2006 : Structure and emplacement of mud volcano systems in the South Caspian > Basin, AAPG Bull, v. 90, n. 5, p. 771-786), struktur amblesan Porong sangat > khas sebagai : "a single mud volcano bicone at a shallow structural level". > Feeder pipe lumpurnya berasal dari clay di atas top Kujung. > > Apakah Banjar Panji telah menembus mud volcano ? Mungkin saja. Sembulan > dangkal Pliosen itu bukan sembulan terumbu, tetapi sembulan cone (bicone) > gunung lumpur. Tak ada karbonat dangkal di cuttings, yang ada adalah clay di > kedalaman prognosis sembulan terumbu dangkal tersebut. Setelah kejadian ini > ada beberapa level yang mencurigakan sebagai shale diapirs yang membentuk > "stack of mud volcano bicone" (tumpukan kerucut2 gununglumpur). > > Ada beberapa sesar yang melalui kompleks Banjar Panji, wajar saja suatu > struktur tersesarkan itu - malahan ini jenis perangkap utama di banyak > tempat. Bagaimana kalau itu benar gunung lumpur, lalu dipotong2 sesar, dan > kestabilan materinya terganggu hentakan berulang yang kuat (strong cyclic > loads), lalu tak ada pipa selubung penahan di situ, lalu ada komunikasi > pressure tinggi ke rendah atau sebaliknya, apakah sediment failures akan > terjadi ? Apakah sebenarnya erupsi gunung lumpurlah yang tengah terjadi saat > ini di Banjar Panji ?. Untuk mengatakannya YA/TIDAK tidaklah mudah, dan > mencari tahu apa penyebabya adalah tidak semudah yang dipikirkan. > > Kita lihat saja bagaimana Banjar Panji ini, sementara penduduk sekitar > harus dievakuasi dan banjir lumpur dikendalikan, pekerjaan dengan snubbing > unit dan relieve well yang akan dibor semoga efektif. Semoga benar ini hanya > underground blowout bukan erupsi gununglumpur. Tetapi pada kedua kasus, > amblesan harus diantisipasi. > > Bu Yuriza, ada Kujung reef di bawah Banjar Panji itu, tetapi mud volcano > Pliosen juga bukan suatu hal yang mustahil. > > Pak Rovicky, tak ada yang bisa memastikan kalau semburan lumpur Banjar > Panji adalah ulah manusia, gempa pun tak bisa dikesampingkan, itu fakta yang > terjadi pada saat yang bersamaan. Gunung Semeru pun diaktifkan gempa Yogya > tepat dua hari sesudah gempa menggoncang Yogya (lihat liputan satelit > terbaru NASA atas gunungapi ini pada periode2 sebelum dan sesudah gempa > Yogya). Maka, tak ada yang bisa menjamin ekstruksi lumpur Banjar Panji akan > sebentar saja. > > Salam, > awang > > > -----Original Message----- > From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] > Sent: Tuesday, July 04, 2006 1:10 PM > To: [email protected] > Subject: Re: [iagi-net-l] Gempa, Pemicu Banjir Lumpur Porong? > > Saya tetap nggak ngerti darimana datangnya lumpur sebanyak itu. > Taroklah underground blowout yang keluar masak lumpur tujuh keliling > gitu, > dulu pernah ada underground blowout disini sehingga perlu enam well > untuk > menutup blukutuk blukutuknya, tapi yang keluar ya blukutk blukutuk tadi > ( > gas di laut) bukan lumpur sak danau begitu, dan makin deras lagi ...... > Menurut deskripsinya pak Andang dan kang Awang lumpur datang dari > formasi > shale diatas Kujung ( Kalibeng Clay yang colapse grain to grain forcenya > sehingga bisa ngalir). Menurut wawancara pak Adang kalau saya nggak > salah > mengamati colapsenya itu yang dispekulasikan sebabnya -> karena > underground blowout itu atau karena gempa. > Pakai logika kasar aja, apakah tidak berlebihan untuk mengasumsikan > bahwa > underground blowout saja cukup untuk 'meruntuh'kan clay segitu banyak > ?. > Mestinya kalau benar lumpur itu berasal dari Kalibeng Clay yang 'runtuh' > maka force yang membuat grain to grain bearing hilang/rontok mestinya > besar > sekali ( gempa lebih tepat). > Satu lagi yang saya tidak habis pikir adalah laporan Kasus Lapindo di > Tempo > paling baru ( hal 106 2 Juli 2006), pada gambar ilustrasi terlihat bahwa > lumpur berasal dari suatu lapisan kayak gunung berusia pliosen (shale > diapir ?). Terlihat juga di gambar ini bahwa sumur BP-1 berhenti di > formasi > kayak gunung ini ( bukan di Kujung). > Apakah sekali lagi Tempo membuat suatu ilustasi yagn salah ?, apakah > sipemasok ilustrasi yang salah atau memang bahwa ternyata BP-1 belum > sampai kujung malah salah menginterpretasikan mud diapir sebagai Kujung > ?. > Kalau memakai seismik 2d hal ini mungkin saja terjadi karena baik > carbonate > build up maupun shale diapir mirip mirip aja.. > Kalau benar ternyata BP-1 menusuk shale diapir atau underground > blowoutnya > membuat berbagai patahan yagn connect ke shale dipair wah ini mah tidak > bakal terhentikan, bayangkan saja kalau si mud diapir itu mempunya > tinggi > maksimum 300 m dan luas 10 km persegi, ya akan menenggelamkan daerah > seluas > 500 km persegi dengan kedalaman 3 meter baru dia berhenti bukan ?. > > salam > y > > > --------------------------------------------------------------------- > ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru > ----- Call For Papers until 26 May 2006 > ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED] > --------------------------------------------------------------------- > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > No. Rek: 123 0085005314 > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > Bank BCA KCP. Manara Mulia > No. Rekening: 255-1088580 > A/n: Shinta Damayanti > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > --------------------------------------------------------------------- > > > -- > No virus found in this incoming message. > Checked by AVG Free Edition. > Version: 7.1.394 / Virus Database: 268.9.8/381 - Release Date: 7/3/2006 > > > -- > No virus found in this outgoing message. > Checked by AVG Free Edition. > Version: 7.1.394 / Virus Database: 268.9.8/381 - Release Date: 7/3/2006 > > > --------------------------------------------------------------------- > ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru > ----- Call For Papers until 26 May 2006 > ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED] > --------------------------------------------------------------------- > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > No. Rek: 123 0085005314 > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > Bank BCA KCP. Manara Mulia > No. Rekening: 255-1088580 > A/n: Shinta Damayanti > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > --------------------------------------------------------------------- > >

