pssst ..... gimana stuju ndak ? Duh, Airlangga ini ... udah mulai gaining attaention pulak kamu, Ga ? eh IAGI berani ndak bilang ke Prez SBY ? Sehabis nyeleseiin PeeR dulu di BPJ-1 kali ya ...
rdp ========================== Kamis, 06/07/2006 13:32 WIB *PII minta tingkatkan billing rate insinyur lokal* oleh : *Dwi Wahyuni* JAKARTA (Bisnis): Persatuan Insiinyur Indonesia (PII) minta pemerintah meningkatkan billing rate insinyur lokal yang selama ini lebih rendah 10 kali lipat dibanding tenaga profesional asing. Wakil ketua PII, Airlangga.Hartarto mengatakan permintaan itu sudah disampaikan kepada Bappenas, karena lembaga itulah yang mengeluarkan diskriminasi tarif standar gaji insinyur lokal dan asing. PII menilai perbedaanya terlalu jauh yakni 10 kali lipat. Taruhlah kalau insinyur asing itu dihargai US$5000, insinyur Indonesia hanya US$500. "Kami minta billing rate itu disetarakan atau paling tidak perbedaannya tidak terlalu besar," ujar Airlangga usai menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla di Istana Wapres. Namun PII tidak mengajukan angka yang pantas untuk standar penggajian insinyur Indonesia. "Kami serahkan kepada Bappenas untuk menghitung sendiri," katanya. Yang jelas perbedaan tarif penggajian itu sudah berjalan lama, Itu sebabnya PII minta Bappenas segera mengubah tarif resmi tersebut. Kalaupun tidak memungkinkan setara, kata Airlangga pebedaan itu bisa dikurangi, entah itu hanya lima kali lipa,setengah atau 60% dari tarif resmi billing rate asing. PII berharap pemerintah memiliki keperpihakan terhadap lokal konten.Semuaproyek pemerintah seperti monorel, bandara dan PLN banyak merekrut tenaga profesioan Indonesia kendati proyek bersangkutan dibiayai oleh utang luar negeri. "Kami, PII akan melakukan negosiasi untuk proyek seperti itu". Airlangga menipis anggapan bahwa perbedaan tarif penggajian tersebut karena para insinyur lokal belum bisa memenuhi standar kualitas internasional. Menurutnya PII sudah memiliki sertifikasi internasional. Bahkan insinyur Indonesia itu klasifikasinya sudah setara dengan level insinyur di Asean maupun Asia Pasifik. "Tidak ada alasan kualifikasi insinyur Indonesia itu dikatakan rendah". Saat ini, Insinyur Indonesia yang memiliki kualisasi tinggi dan bekerja di perusahaan swasta (multinasional), kata dia juga sudah setara dengan para expat. Sementara, dalam pertemuannya dengan Wapres, PII melaporkan rencana penyelenggaraan Konggres ke XVII dan pameran teknologi dan Industri Nasional. Agenda itu akan berlangsung 19-22 Juli 2006 mendatang di Jakarta. (dj)

