Nuklir Indonesia, menggandeng siapa
?<http://rovicky.wordpress.com/2006/07/16/nuklir-indonesia-menggandeng-siapa/>

Masuk era Nuklir Energy, merupakan entry door memasuki dunia baru. Namun
didalam dunia masadepan akan sangat mungkin ditentukan saat ini. Indonesia
yg belum memiliki pengalaman dalam bidang energi nuklir perlu 'menggandeng'
kawan dalam mengembangkannya … Nah siapa teman yang sejati ? Iran, Amerika,
Cina, Jepang atau India ?
Setelah ada indikasi Indonesia akan bekerja sama dengan Iran dalam teknologi
Nuklir sebagai pembangkit Listrik seperti yg dikutip dari Detik.com

Tuesday, 27 June 2006
Luhur Hertanto - detikcom (sumber: Detikcom 27 Juni 2006 )

Jakarta - Pemerintah berniat mempercepat pengadaan pembangkit listrik
tenaga nuklir (PLTN) yang semula ditargetkan paling lambat
realisasinya pada 2016 menjadi 2011. Nah, untuk partnernya, Indonesia
menjajaki kemungkinan kerjasama dengan Iran.
Percepatan target yang tertuang dalam Kebijakan Energi Nasional ini
dimaksudkan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan energi listrik
yang pada tahun 2009 diperkirakan mencapai 3.000 mega watt.

Kali ini lagi-lagi Amerika ndak mau ketinggalan untuk "ngrecokin" Indonesia
lagi dalam mengadakan kerjasama Internasional. Seperti yg ditulis oleh gatra
sebulan setelah indikasi kerjasama Indonesia dengan Iran.

http://www.gatra.com/artikel.php?id=96257
RI-AS <http://www.gatra.com/artikel.php?id=96257RI-AS> Jajaki Kerja Sama
Nuklir

Washington, 15 Juli 2006 15:58
Pemerintah Indonesia menjajaki peluang kerja sama dengan Amerika Serikat
(AS) dalam membangun pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN).

Penjajakan awal ini dilakukan Menteri Riset dan Teknologi (Menristek),
Kusmayanto Kadiman dengan penasihat senior tenaga nuklir dari Departemen
Energi AS, dan pihak Nuclear Energy Institute (NEI) di Washington DC, hari
Jum`at (14/7).

* Menarik juga menggandeng Iran.*

Malaysia secara terbuka mendukung negara-negara Islam. Dan akhirnya
mendapatkan lisensi untuk mengexplorasi-eksploitasi di negara-negara Islam
di Afrika termasuk Sudan dll. Dengan begini produksi Petronas secara global
telah meningkat tajam melebihi 1 Juta
barel/day<http://groups.yahoo.com/group/IndoEnergy/message/3231>.
Jauh diatas Indonesia secara keseluruhan.
'Menggandeng siapa', dalampercaturan global akan sangat menentukan
ketergantungan dan aliainsi. Malaysia cukup 'cerdik' untuk berani menyatakan
mendukung negara Islam hingga sukses masuk ke negara-negara Islam di Afrika
dimana sumber migasnya masih belum banyak disentuh tangan-tangan 'barat'.
Salah satunya di
Sudan<http://www.mbendi.co.za/a_sndmsg/news_view.asp?I=76170&PG=23>,
yang sudah mulai akan memproduksi 250.000 Barrel perhari.
Nah, Indonesia mau tetep ambigu dengan mengangkangi keduanya atau malah
justru terinjak keduanya, itu sangat tergantung kita.

Mungkin sebentar lagi negara-negara lain akan "merayu" Indonesia untuk
berkongsi dalam pengembangan energi maju ini.

Siapa mau ??
Jerman, India, Cina, Jepang … ?
Hayooo tunjukin teknologimu, nanti aku contek ! … upst !!!


--
http://rovicky.wordpress.com/

Kirim email ke