maaf sebelumnya saya agak jarang saya mendengar sesar turun..?
mungkin maksudnya pak wayan sesar normal ya pak ?
Best Regards,
-Erik Yoga-
Wayan Ismara Heru Young <[EMAIL PROTECTED]>
07/18/2006 09:36 AM
Please respond to iagi-net
To: [email protected]
cc:
Subject: Re: [iagi-net-l] Tsunami-Genic Earthquake : SW
Java Epicentrum (17 July 2006)
lho.. kenapa hanya sesar turun?
bukankah semua gerakan di dalam air bisa membuat gelombang?
mau naik, mau turun kan sama2 pergerakan vertikal yang memberikan
perubahan bentuk secara tiba2 yang menjadi awalan untuk gelombang..
keduanya pada dasarnya sama: ada satu blok yang naik, ada satu blok yang
turun, hanya dinamakan naik/turun berdasarkan posisi relatif blok-blok
tersebut terhadap bidang..
lain halnya dengan sesar mendatar yang relatif tidak menghasilkan
perubahan bentuk..
salam,
.heru.
[EMAIL PROTECTED] wrote: Inna Lillaahi wa inna ilaihi raajiuun..
Pak Awang & rekans, tentang slip dari sesar penyebab gempa ini, bukankah
biasanya tsunami terjadi akibat sesar normal? sesar normal dengan fault
plane yg cukup panjang akan menyebabkan volume kosong yang lebih besar
daripada sesar naik, yang kemudian akan segera diisi oleh massa air laut
secara sporadis yg gerakan balik dari massa air laut ini akan menyebabkan
tsunami??
Namun keterangan Pak Awang bahwa sesar tsb berupa sesar naik.
mohon pencerahannya.
regards.
Awang Satyana
07/18/2006 01:05 AM
Please respond to iagi-net
To: [email protected], [EMAIL PROTECTED]
cc:
Subject: [iagi-net-l] Tsunami-Genic Earthquake : SW Java
Epicentrum (17 July 2006)
Sampai hampir pukul 01.00 dini hari ini (Selasa 18 Juli 2006), saat
tulisan ini dibuat, jumlah korban tewas telah mencapai 86 orang, tersebar
dari pantai selatan Garut, Cipatujah, Pangandaran, Cilacap, sampai Gunung
Kidul. Bilangan ini masih akan bertambah terus sebab puluhan orang
dilaporkan hilang. Korban tewas bertambah dengan cepat, pukul 17.50 tadi
sore (Senin 17 Juli 2006) korban tewas masih 5 orang seperti disampaikan
Presiden Susilo Bambang Yudoyono di dalam acara Keterangan Pers di Istana.
Korban tewas terutama karena direnggut tsunami dan tertimpa bangunan.
Data gempa dari BMG dan USGS sepakat mencantumkan episentrum gempa kali
ini di Lautan Hindia selatan Jawa Barat sekitar 200 km selatan garis
pantai sekitar Garut selatan dan 50 km di sebelah utara jalur Palung
Sunda. Kekuatan gempa menurut BMG adalah 6.8 SR (skala Richter), sumber
gempa pada kedalaman 33 km (MetroTV dan wawancara interaktif Radio El
Shinta dengan Pak Fauzi BMG). Berdasarkan NEIC (National Earthquake
Information Center) USGS (United States Geological Survey), kekuatan gempa
adalah 7.1 Mw (momen magnitude ? memang Mw selalu berangka lebih besar
daripada SR) berasal dari kedalaman 48.6 km. Sampai pukul 23.30 tadi
(Senin 17 Juli 2006) gempa susulan telah tercatat 10 kali dengan kekuatan
5.0-6.0 SR. Dilaporkan pula bahwa gempa skala kecil dilaporkan terjadi di
selatan Trenggalek, Jawa Timur.
Mengapa gempa ini menimbulkan tsunami ? Karena, semua syarat terjadinya
tsunami dipenuhinya. Gempa ini terhitung dangkal (33 km), kuat (6.8 SR),
terjadi di laut, dan mekanisme pematahan batuan pada sumber gempa ini
adalah penyesaran naik (berdasarkan focal mechanism/momen tensor
solution-nya). Tsunami di pantai-pantai dengan korban tewas tercatat
dengan ketinggian gelombang 1-2 meter (info sesaat dari orang-orang di
wilayah tsunami sekitar Pangandaran-Cilacap yang berhasil diwawancarai El
Shinta secara jarak jauh melaporkan gelombang tsunami setinggi 5-7 meter).
Seorang narapidana Nusa Kambangan yang sedang bekerja di luar penjara
dilaporkan ketakutan-panik dan malahan bunuh diri dengan menjatuhkan diri
ke dalam sumur.
Gelombang tsunami juga teramati di Bali pada ketinggian 20 cm, di Pulau
Christmas setinggi 60 cm, dan di Pulau Cocos 10 cm. Pulau Christmas dan
Pulau Cocos terletak di sebelah baratdaya sumber gempa. Tsunami juga
tercatat di baratlaut pantai Australia. Menurut sebuah sumber lembaga
geosains di Australia, wilayah pengaruh tsunami gempa kali ini adalah
seluas radius 1100 km dari titik episentrum.
Bagaimana posisi seismotektonik ?gempa Pangandaran? ini ? Plotting
episentrum gempa ini pada peta2 tektonik Indonesia selatan Jawa (misal
pada peta Hamilton, 1979) dengan segera menunjukkan bahwa
episentrum/hiposentrum terjadi pada jalur non-volcanic outer arc ridge di
selatan Jawa. Ini adalah jalur terusan pulau2 barat Sumatra
Simeulue-Nias-Mentawai-Enggano yang menerus ke Jawa sebagai submarine
ridge. Wilayah ini disusun oleh melange hasil prisma akresi konvergensi
Lempeng Hindia dengan bagian Lempeng Asia (Mikro-Lempeng Sunda). Sumber
gempa terjadi sekitar 50 km utara Palung Sunda pada kedalaman 33 km ?
mengindikasi bahwa sumber gempa berasal dari pematahan segmen kerak Bumi
pada overriding plate di atas Lempeng Hindia yang menunjam/menyusup di
bawahnya.
Ke baratdaya dari wilayah ini banyak oceanic plateaux sekitar Pulau
Cocos yang kelak (relatif dalam periode geologi) akan menghentikan sejenak
proses penunjaman Lempeng Hindia di bawah Mikro-Lempeng Sunda dan kerak
akresinya. Untuk suatu periode nanti wilayah2 ini akan menjadi ?seismic
gap zones? yang ?aseismic?, tetapi yang selanjutnya justru akan menjadi
wilayah2 pencetus gempa besar saat rupture mesti terjadi.
Bencana ini sekali lagi menunjukkan kepada kita, sudah saatnya wilayah
selatan Jawa mendapatkan perhatian yang layak dalam segi seismotektonik
sesering seperti yang dilakukan di wilayah sebelah barat Sumatra.
Pengetahuan kita untuk selatan Jawa minimal, padahal penduduknya cukup
banyak.
We are living and sleeping with earthquakes, be ready !
awang
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
---------------------------------
How low will we go? Check out Yahoo! Messenger’s low PC-to-Phone call
rates.