Kalau boleh nanya, kecendrungan AS mencari sumber- sumber minyak ditempat lain diluar AS ini merupakan pertimbangan Bisnis semata atau pertimbangan Politis ( energy politik ).Pada tahun 90 an pernah dicanangkan program briket ( bahkan sudah ada demo pemakaian briket segala di istana ) kelihatannya kurang sukses , bahkan kalau tidak salah program ini dihentikan beberapa waktu lalu.Berdasarkan PP 5/2006 ttg Energi , untuk batubara cair akan dikembangkan sampai > 2% terhadap energi mix Nasional ( minyak 20% dan Gas 30 % ) Ism
> Di A.S. belum ada kegiatan unutk membuka lahan serpih > minyak. Perusahaan-perusahaan minyak di A.S. lebih mudah > mencari sumber-sumber baru minyak dinegeri lain (atau > membeli). > > Pengolahan serpih minyak membutuhkan sarana-sarana lain yang > cukup mahal. Persoalan pembuangan sampah-bekas serpih yang > butirannya halus; akan dikemanakan? Pertambangan terbuka > yang sangat luas, akan dibuat apa bekas tambang terbuka tadi > (untuk lapangan golf?). Akhirnya pemikiran untuk membukan > lahan serpih minyak bergantung pada persoalan ekonomi. > Ingatlah bahwa sebelum Perang Dunia II, di Jerman pun > pengolahan serpih minyak sudah pernah dikerjakan (proses > Lurgi, proses Dravo). > > Salan satu yang pernah "ngetren" di A.S. yalah proses > gasifikasi batubara (coal gasification) dan pencairan > batubara (coal liquefaction). Teknologi inipun sudah ada, > hanya tinggal uangnya dan persoalan lingkungan. Sekarang > yang mulai di-utik-utik yalah coal-bed methane (CBM). > > Di Indonesia, saya pernah dengar ada rencana untuk membuat > briket batubara untuk keperluan rumah-tangga. Apakah ini > sudah berjalan dan bagaimana penerimaan publik? Dampak pada > kesehatan sang ibu-ibu atau bapak-bapak yang masak di dapur > karena uap logam-logam seperti As, Se, Sb, Pb dan Hg sewaktu > batubara dipanaskan, misalnya melalui pernapasan udara yang > mengandung uap logam berat tadi, sudah ada yang meneliti? > > > Salam dari Atlanta. > > Yo Sumartojo > > > > > > ---------------------------------------------------------------------> ----- > PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru > ----- Call For Papers until 26 May 2006 > ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED] > > ---------------------------------------------------------------------> To > unsubscribe, send email to: > iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > To subscribe, send email to: > iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > No. Rek: 123 0085005314 > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > Bank BCA KCP. Manara Mulia > No. Rekening: 255-1088580 > A/n: Shinta Damayanti > IAGI-net Archive 1: > http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net > Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > --------------------------------------------------------------------- ___________________________________________________________ indomail - Your everyday mail - http://indomail.indo.net.id --------------------------------------------------------------------- ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru ----- Call For Papers until 26 May 2006 ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED] --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi ---------------------------------------------------------------------

