Tadi jam 18.30 diMetroTV  Kang Iyung nglurusin Judul beritanya di Kompas itu
dalam sebuah wawancara dg Najwa S .

Ism


----- Original Message ----- 
From: "Rovicky Dwi Putrohari" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>; "Himpunan Ahli Geofisika Indonesia HAGI"
<[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Wednesday, July 19, 2006 7:12 PM
Subject: [iagi-net-l] Gempa Susulan Lebih Besar


> Duh berita di Kompas ini nggegirisi banget deh
>
> RDP
> =======================
> Gempa Pangandaran
> Gempa Susulan Lebih Besar
>
> Jakarta, Kompas - Gempa tektonik yang terjadi Senin (17/7) barulah
> awal dari gempa berskala lebih besar di atas 8 skala Richter. Potensi
> gempa yang lebih besar dimungkinkan karena pusat gempa, Senin lalu,
> berada di tepi zona subduksi, yaitu ujung patahan Sumatera atau antara
> palung dan Pulau Jawa.
>
> Masyarakat di pantai selatan Jawa diingatkan untuk waspada.
>
> Peringatan itu diberikan pakar geologi dari Badan Pengkajian dan
> Penerapan Teknologi (BPPT) dan Kantor Lembaga Ilmu Pengetahuan
> Indonesia (LIPI) Dr Yusuf Surachman, Selasa (18/7).
>
> Yusuf yang merupakan staf dari Teknologi Inventarisasi Sumber Daya
> Alam (TISDA) BPPT menjelaskan bahwa prakiraan akan adanya gempa
> susulan didasarkan pada pemetaan BPPT tahun 2001.
>
> Sementara itu, pakar geologi dari Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI
> Danny Hilman mengemukakan, pola kegempaan di daerah ini sama dengan
> yang terjadi di Sumatera bagian barat, yakni gempa besar selalu
> didahului dengan gempa-gempa berskala lebih kecil. Proses ini antara
> lain terjadi di Pulau Nias sebelum terjadi gempa dahsyat di Aceh yang
> menimbulkan tsunami.
>
> Yusuf menambahkan, patahan yang terdeformasi akan terus bergerak dan
> menimbulkan getaran gempa karena terus mencari keseimbangan baru.
> "Ujung patahan ada di kawasan laut yang disebut Ujung Genteng, sekitar
> 200 km dari Palabuhanratu ke arah selatan," ujar Yusuf.
>
> Di ujung patahan itu diketahui ada tiga patahan yang naik terjal
> hingga 4.000 meter, sebelum kemudian bertemu palung pada kedalaman
> 6.500 meter.
>
> Dr Nanang T Puspito, Kepala Laboratorium Seismologi Departemen
> Geofisika dan Meteorologi Fakultas Kebumian dan Teknologi Mineral
> Institut Teknologi Bandung, dalam kesempatan terpisah menyebutkan,
> sebenarnya gempa di kawasan selatan Jabar bukanlah hal yang
> mengagetkan karena di situ terdapat banyak sekali patahan. "Gempa kali
> ini memenuhi syarat terjadinya tsunami atau tsunamigenic, yaitu ada
> sesar naik, magnitudo getarannya besar, dan merupakan gempa dangkal,"
> kata Nanang.
>
> Danny mengatakan, dua gempa yang terjadi di Aceh dan Nias itu, menurut
> survei yang dilakukan peneliti dari Institut Survei Geografi
> Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi Jepang,
> mengakibatkan keruntuhan (rupture) areal di dasar laut sepanjang 1.670
> km. Jalur sepanjang kira-kira 145 km dari Kepulauan Andaman hingga
> pantai barat Aceh-Sumatera Utara mengalami kenaikan di bagian barat
> dan penurunan di bagian timur.
>
> Danny yakin apabila gempa besar yang diikuti tsunami terjadi di
> selatan Pulau Jawa, maka hal ini berkaitan dengan runtuhan areal yang
> luas di dasar laut dekat zona subduksi lempeng Indo-Australia dan
> Eurasia.
>
> Data seismograf dari Pusat Gempa Nasional Badan Meteorologi dan
> Geofisika (BMG) menunjukkan, gempa yang berpusat di perairan selatan
> Pameungpeuk, Jawa Barat, berskala 6,8 skala Richter (SR). Lokasi gempa
> berada di 9,4>sup<0>res<>res< Lintang Selatan dan
> 107,2>sup<0>res<>res< Bujur Timur.
>
> Saat melihat rekaman seismik, Danny melihat ada kesenjangan
> seismisitas di selatan Jawa, yaitu pada zona sepanjang 600 km. Selama
> 200 tahun terakhir belum ada catatan kejadian gempa besar berskala di
> atas 8 SR di daerah itu. Hal yang sama juga terjadi di Mentawai,
> Sumatera Barat. Sejak gempa besar 1933, daerah ini belum pernah
> terkena gempa lagi.
>
> Sementara itu, beberapa catatan sejarah menunjukkan, gempa yang
> disertai tsunami pernah terjadi di Desa Pancar, Banyuwangi, pada tahun
> 1994 dengan skala 7,4 SR sehingga menimbulkan gelombang tsunami
> setinggi 10 meter dan di pantai Jawa Tengah pada tahun 1932 terjadi
> gempa 7,2 SR. "Gempa tektonik sebesar 7,7 SR berarti yang pertama kali
> tercatat di Jawa Barat," ujarnya.
>
> Periode pengulangan gempa besar di selatan Jawa sejauh ini belum
> diketahui karena belum ada penelitian yang intensif di kawasan ini.
> (NES/YUN)
> -- 
> http://rovicky.wordpress.com/
>
> ---------------------------------------------------------------------
> -----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
> -----  Call For Papers until 26 May 2006
> -----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]
> ---------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> ---------------------------------------------------------------------
>
>


---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
-----  Call For Papers until 26 May 2006             
-----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]    
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke