Banyak yg "*bersaksi*", duh kok kayak pengadilan aja, bahwa yg dilihat dan direkam dan disiarkan di tipi itu adalah '*bola api*', bukan aurora ... *nah lo ! Bagaimana lagi penjelasannya ?*[image: More...]
gejala aurora alami memang berlangsung lama, tapi ini cahayanya hanya sebentar saja. Sangat mungkin gejala aurora ini juga hanya dalam waktu singkat karena gejolak gelombang EMnya juga terganggunya sebentar. "Tapi Mas Vicky, .... ini *api* kok, bukan aurora, ... *sumprit *!" .... Kalimat ini yg ada di comment email ke saya sebelumnya ... Duh ! Saya tidak menyangsikan atas pandangan mata ataupun rekaman video, karena tidak melihat sendiri namun saya mencoba menjelaskan sesuai dengan keilmuan yang saya miliki, ya. Dibawah laut dalam dekat dengan permukaan dasar laut ini sering dijumpai "gas hydrates", Bahkan di Selat Makasar menyimpan hydrate ini seperti yang aku tulis duluu disini<http://bacaan-hari-ini.blogspot.com/2006/03/gas-hydrates-in-north-makassar-basin.html>. gas ini merupakan kristal dari metana. Tau metana kan, itu tuh yang kata pak guru kimia SMAku dulu rumusnya CH4. Nah gas hydrates ini tentunya bisa saja sebagai sumber "bahan bakar". Hydrates ini merupakan kristal gas metan, namun bisa saja masih belum mengkristal, sehingga masih berbentuk gas seperti yang ditulis pak Ma'rufin sbelumnya yang juga crita ttg fireball disini<http://rovicky.wordpress.com/2006/07/19/samudra-yang-kembali-bicara/> . OK sumber bahan bakarnya memang ada tapi kan harus ada pemantiknya ? [image: Electromagnetic pulse during earthquake]<http://rovicky.wordpress.com/files/2006/07/em-eq.jpg>Sudah banyak penelitian tentang adanya perubahan atau lonjakan pola gelombang EM (gelombang elektromagnetik) yang bersamaan dengan getaran gempa. Banyak sudah yg melihat tentang EM ini ketika gempa, namun masih sulit dilihat apakah EM ini akan muncul menjelang, bersamaan, atau setelah gempa. Yang paling banyak dijumpai ternyata bersamaan (coinsidence) dengan gempa. Perubahan gelombang EM ini tentusaja mempengaruhi eletrisitas ditempat itu dan tentusaja menjadikan adanya loncatan muatan listrik dari bumi. Lonjakan elektrik ini di alam dikenal sebagai petir atau kilat. Kemungkinan besar memang kilat inilah yg menjadi pemantiknya. Jadi lengkap sudah "ada bahan bakar dan ada pemantik", maka segitiga kebaran sudah terpenuhi kan. Kalau memang yg dilihat itu memang api seperti api kompor gas dirumah itu, maka penjelasan logis saya karena ada pelepasan metana disertai dengan terbentuknya petir. Api ini tentunya tidak akan lama karena langsung terputus dari sumbernya. Sama halnya dengan aurora yg terjadi akibat gangguan EM sesaat (wupst .. aku masih ngeyel ya). *pssst ini rahasia ya* .... cadangan hydrates di Indonesia (selat makasar) ini ada 1.89 trillion m3 (67 TCF)<http://www.searchanddiscovery.com/documents/abstracts/2004hedberg_vancouver/extended/jackson01/jackson01.htm>klik saja. Mau tahu cadangan di lapangan gas terbesar Arun ? Wah yang di Selat Makasar ini bisa dua tiga kali lipet dari arun itu... *pssst ini kalau ketahuan musuh ilang deh*. Nah kalau yg di Samodra Indonesia juga ada, waduuh ini barangkali rejeki dibelakang tsunami yang ditunjukkan oleh Gusti bahwa disitu ada energi. -- http://rovicky.wordpress.com/

