Justru karena para ahli belum punya alat untuk mendeteksi kapan dan dimana akan
terjadi gempa, sehingga satu-satunya sumber yang bisa dipercaya tinggal
paranormal. Mereka lebih percaya paranormal, yang masih punya peluang benar
(sekalipun cuman 1%), dibanding pakar yang tidak tahu sama sekali.
Yang menyesatkan adalah informasi bahwa Indonesia mengabaikan peringatan BMG
Jepang perihal ramalan gempa di Pangandaran. Memangnya BMG Jepang udah bisa
meramal terjadinya gempa? Dasar isu, terus aja seliweran. Beruntung yang udah
pernah belajar geologi.......
Salam
Pujas
Ariadi Subandrio <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Tadi siang beredar issue akan datangnya gempa, konon para eksekutif muda pada
berlarian...
Memang. Siapa yang tak cemas dengan gempa, hampir semua orang, tetapi dengan
lebih mempercayai berita kurang bertanggung jawab seperti dari sms liar dengan
mendasarkan hasil2 ramalan si A si B rasanya kok menjadi aneh...seperti yang
terjadi pada para kaum terpelajar di Jakarta tadi siang yang rame2 "nunggu
datang"nya gempa dengan berkumpul di lobby gedung2 tinggi di kawasan Kuningan.
Rasa2nya para intelektual muda yang banyak berada di ruang gedung-gudeng
jangkung Jakarta sudah paham bahwa gempa tak bisa diramalkan lokasi tepat
tempatnya mau pun kapan waktu terjadinya gempa... mereka bukan orang2 yang
miskin informasi dan mereka bukan manusia2 yang susah pengertian, namun fakta
menunjukkan bahwa "kekuatan sosialisasi ramalan gempa dari si A si B" lebih
kuat merasuk daripada penjelasan2 para pakar kebumian....
Masih sebuah tantangan tentang sosialisasi....
salam,
ar-
(di negeri yang susah saling percaya, peramalan menjadi lahan subur.....
---------------------------------
See the all-new, redesigned Yahoo.com. Check it out.
Salam,
PUJASMADI
[EMAIL PROTECTED]
---------------------------------
How low will we go? Check out Yahoo! Messengers low PC-to-Phone call rates.