Tadi di SCTV ada berita dari BMG kalau hari ini  telah terjadi gempa
dibeberapa tempat ( termasuk di Selatan Jawa ) ,namun tdk bisa di rasakan
secara langsung.
Meskipun berita ini benar dan memang tugas BMG untuk memonitor dan
menyebarluaskan, Namun apakah "Layak" berita berita seperti ini disiarkan
langsung ke publik lewat media umum, Karena dg berita tsb saja publik sudah
pada ketakutan, Padahal sebetulnya ini  hal yang biasa sejak dulu , lha wong
didaerah potensi gempa. ( bisa tiap hari ada gempa )

ISM

----- Original Message ----- 
From: "Awang Satyana" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Wednesday, July 26, 2006 12:19 PM
Subject: Re: [iagi-net-l] Opini Gempa diantara Eksekutif Muda Jakarta


> Pak Andang,
>
>   Terima kasih atas e-mail yang ditujukan khusus kepada saya. Menurut
hemat saya, hal-hal yang belum jelas dalam geologi, yang di antara kita pun
belum ada kesepakatan, tidak seharusnya menjadi referensi untuk dijadikan
sumber pemikiran yang kemudian disampaikan ke media.
>
>   Contoh saja : "penguncian tektonik di Selat Sunda oleh rotasi Sumatra
bisa berakibat membawa gempa dahsyat ke Selat Sunda dan sekitarnya (termasuk
Jakarta)". Pernyataan lain : " walaupun Jakarta terletak jauh dari pantai
selatan, justru ia akan parah digoncang gempa sebab banyak sesar yang
mengarah ke Jakarta yang akan membawa gelombang gempa dari tempat lain".
Saya tak tahu apakah media salah kutip atau memang teman2 geosaintis kita
berkata benar seperti itu. Beberapa kali saya sempat melihat mereka
berbicara di TV, kelihatannya media cetak tak salah kutip.
>
>   Saya sudah menulis di milis ini baik tentang rotasi Sumatra maupun
sesar2 yang mengarah ke Jakarta. Sejauh yang saya tahu dan pernah saya
pelajari, pernyataan2 seperti di atas tak perlulah dikatakan sebab argumen2
untuk menentangnya pun banyak dan untuk apa dikatakan kalau dasarnya pun
belum jelas. Mungkin saya terlalu mengkuatirkan dampak pernyataan beberapa
teman geosaintis di beberapa media itu kepada masyarakat luas.
>
>   Soal sosialisasi, tentu saya sangat setuju dan salut dengan kiprah Pak
Andang selama ini. Saya pun secara pribadi telah beberapa kali
menyosialisasikan hal yang sama mulai dari lingkungan sekitar saya :
keluarga dan saudara2 saya, teman2 sekantor saya, teman2 dan guru2 anak2
saya di sekolah, dst. Saat2 inilah masyarakat membutuhkan penerangan yang
benar dari kita tentang apa yang sedang terjadi.
>
>   salam,
>   awang
>
>
>
>
> Andang Bachtiar <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>   Saudaraku: Awang yang saya kagumi,...
>
> Saya benar2 tergelitik dengan pernyataan sampeyan bahwa ada geologist2 (yg
> langsung mendapatkan popularitas) yang tidak sadar bahwa pendapat2-nya
bisa
> meresahkan (masyarakat?), terutama dalam konteks Bencana Gempa & Tsunami
> akhir-akhir ini......
>
> Kalau kita simak di media akhir-akhir ini (di TV, radio, koran, internet)
> sebenarnya kawan-kawan geosaintist yang (saya yakin) semuanya volunteering
> bicara karena panggilan nurani, tugas, profesi maupun organisasi-nya
> jumlahnya tidak banyak dan kita hampir tahu nama mereka satu-persatu
> (untungnya sejak tidak menjadi Ketua IAGI saya relatif tidak pernah lagi
> berbicara di media ttg Gempa&Tsunami karena memang ilmu saya masih sangat
> dangkal dibandingkan para pakar Gempa, Tsunami, Tektonik dsb, sehingga
> otomatis -mudah2an- saya tidak termasuk dalam kategori yg sampeyan
> sebutkan);.... Dan sejauh menyangkut pernyataan2 mereka yang saya monitor:
> saya belum menemukan sesuatu yang meresahkan masyarakat disitu. Malahan
> kebanyakan dari mereka seringkali harus terbangun malam-malam karena
> ditilpun-i oleh masyarakat yang resah untuk menenangkan mereka
> satu-per-satu...... Maka dari itu, saya mohon pencerahan ,.... kira-kira
> siapakah diantara kawan-kawan kita yang bicara di media itu yang
meresahkan
> masyarakat? Atau paling tidak: bagaimanakah pernyataan2 kawan-kawan
tersebut
> yang bisa meresahkan masyarakat? Hal ini perlu untuk diklarifikasi, karena

> sinyalemen sampeyan (apabila benar) dapat menjadi umpan-balik bagi kawan2
yg
> lain untuk introspeksi dan memperbaiki diri dalam rangka bicara dan
> sosialisasi ke masyarakat yang lebih benar.....
>
> "Berhati-hati bicara" bukan berarti terus lantas "diam membiarkan". Secara
> pribadi, saya malahan meng-"encourage" semua geosaintist yang punya
> kesadaran nurani untuk terus-menerus bicara kepada masyarakat, baik
melalui
> IAGI, HAGI, Alumni, Klub2 Sosial, Pendaki Gunung, Karang Taruna, Bupati,
> Walikota, Staff Pemerintahan, Perguran Tinggi, LSM dsb-nya. Janganlah kita
> berpuas diri bicara kepada diri sendiri (atau kelompok sendiri). Karena
hal
> itu malahan akan membuat ilmu geologi menjadi semakin ter-alineasi dari
> masyarakatnya. Saya yakin, pengertian-pengertian dasar tentang aspek
bahaya
> dari posisi tektonik aktif Indonesia dengan implikasi gempa&tsunami-nya
> hampir semua geosaintist memahaminya dan dapat menerangkannya kepada
> masyarakat. Demikian juga bahwa tidak ada satu geologist-pun di dunia ini
> yang dapat menentukan dengan pasti jam, hari, tanggal, bulan, tahun akan
> terjadinya gempa (dan tsunami). Sehebat-hebat analisis geologi, geofisik,
> geokimia, dll pasti masih punya kadar ketidak-pastian, standard deviasi,
dan
> komponen2 statistik lainnya. Dan saya yakin semua geosaintist yang pernah
> lulus dari perguruan tinggi memahami dan sangat mengerti tentang hal itu.
> Dengan demikian hampir dapat dipastikan bahwa kalau ada geosaintist yang
> menyatakan hasil analisis ttg gempa&tsunami kemudian pernyataan itu
> meresahkan masyarakat... itu bukan disebabkan oleh pernyataannya, tetapi
> lebih ke persepsi masyarakat yang belum sepenuhnya terbangun untuk
menyerap
> informasi dengan implikasi dimensi waktu yang panjang (skala geologi),
> dimensi besaran yang guedhe (volume slab, kekuatan gempa dsb), dan dimensi
> ketidakpastian (standard deviasi). Kita tidak boleh lantas diam membiarkan
> persepsi itu begitu saja. Kita harus terus bicara untuk membangun persepsi
> dan paradigma baru GEOLOGI di masyarakat.
>
> Nah, kalau anda sering mengutip istilah: "Publish or Perish", dalam kasus
> sosialisasi geologi ke masyarakat ini saya lebih menyarankan istilah:
> "Speak-up or F....d - up"
>
> Salam hormat
>
> ADB - Arema
>
>
> ----- Original Message ----- 
> From: "Awang Harun Satyana"
> To:
> Sent: Tuesday, July 25, 2006 4:45 PM
> Subject: RE: [iagi-net-l] Opini Gempa diantara Eksekutif Muda Jakarta
>
>
> ===== Nama-nama ahli geologi langsung mendapatkan popularitas, padahal tak
> disadarinya bahwa pendapat2-nya bisa meresahkan, ========
>
> Salam,
> awang
>
>
>
> ---------------------------------------------------------------------
> ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
> ----- Call For Papers until 26 May 2006
> ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED]
> ---------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> ---------------------------------------------------------------------
>
>
>
>
> ---------------------------------
> Groups are talking. We&acute;re listening. Check out the handy changes to
Yahoo! Groups.


---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
-----  Call For Papers until 26 May 2006             
-----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]    
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke